Senin, H / 04 Maret 2024

Al Qahhaar - Maha Memaksa

Rabu 20 Nov 2019 14:56 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: Instagram @ary.ginanjar

“Waspadalah kalian terhadap dua tipe manusia: pengikut hawa nafsu yang diperbudak oleh hawa nafsunya dan pemburu dunia yang telah dibutakan (hatinya) oleh dunia.” – Ibnul Qayyim Al-Jauzi


ESQNews.id, JAKARTA - Barangsiapa yang membiasakan berdzikir dengan “Ya Qahhaar” ini, InsyaAllah baginya akan dihilangkan rasa cinta yang berlebihan terhadap dunia dan pengagungan kepada selain Allah SWT.


“Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang- bayangnya di waktu pagi dan petang hari.” (Ar-Ra’d: 15)


Allah-lah yang menundukkan sebagian makhluk-Nya atas sebagian lainnya, seperti Allah menundukkan gelombang lautan yang begitu dahsyat kepada manusia, menundukkan angin kepada manusia sehingga pesawat bisa terbang, dan menundukkan malam dan siang untuk manusia.


<more>


Apabila engkau menjadi seorang pemaaf, bukan berarti engkau menjadi seorang yang lemah. Engkau harus kuat, meskipun kau pemaaf. Ingatlah Al Qahhar Sang Maha Memaksa, Yang mampu untuk menunjukkan kekuatannya.


Kekuatan bukan pada fisikmu, tetapi keteguhan imanmu yang kuat. Teladani sifat Al Qahhar yang telah menundukkan ombak dan gelombang samudra, menahan peredaran matahari dan galaksi.


“Karena itu, tundukkan dan kendalikan nafsumu, anakku. Karena nafsu itu tidak akan pernah merasa puas, semakin ditambah semakin rakus. Bagai meminum air laut, semakin diminum, semakin haus,” paparan Ary Ginanjar dalam Buku Asmaul Husna dan postingan di IG @ary.ginanjar.


Sesungguhnya nafsu itu tidak untuk dibunuh, namun untuk dijinakkan. Jangan sampai engkau memperturutkannya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA