ESQNews.id, JAKARTA – “Kita bukanlah ember yang harus diisi, tetapi api yang harus dinyalakan,” demikian yang disampaikan Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, CEO ESQ Group melalui akun @ary.ginanjar pada Jumat (8/1/2021). Ary membeberkan tentang ‘Ilmu Telur Ayam’ di dalam video yang berdurasi 1.47 menit itu.
Motivator Indonesia tersebut mengajak netizen untuk membayangkan kehidupan hewan ternak bernama ayam.
“Apabila sebutir telur dipecahkan dengan kekuatan dari luar, maka yang lahir adalah telur ceplok atau dadar. Tidak ada kehidupan. Tetapi apabila telur tersebut dipecahkan dari dalam, barulah muncul kehidupan."
Apa artinya? Apabila kekuatan manusia berasal dari luar, maka hidupnya akan berakhir (tidak akan menjadi istimewa). Tapi apabila manusia memiliki kekuatan dari dalam, maka kehidupan akan di mulai (menghasilkan sesuatu yang sangat besar).

<more>
“Kalau metode pembangunan diri dari luar ke dalam, kamu akan jadi telur ceplok. Ini cara belajar konvensional,
Tapi sebaliknya. Kalau caranya dari dalam keluar kamu akan akan jadi Rajawali yang mampu terbang tinggi. Ini cara transformational yaitu cara Coaching 3.0.,” jelasnya.
Ary merekomendasikan kita semua untuk menjadi seorang 3.0 ESQ Coach.
“Ini sangat bagus untuk para pemimpin yang punya anak buah, guru dan dosen, serta orang tua.”
Info selengkapnya di sini: