Minggu, H / 23 Agustus 2026

Ary Ginanjar: Buku Arina Manasikana terdiri dari 5 bagian besar

Selasa 19 May 2026 14:02 WIB

Editor :EDQP

tangkapan layar

Foto: dok. ESQ


ESQNews.id, ARAB SAUDI - Alhamdulillah, akhirnya buku terbaru sekaligus "terlama" saya selesai ditulis.


Mengapa saya sebut terbaru? Karena baru selesai ditulis.


Mengapa saya sebut terlama? Karena membutuhkan perjalanan 25 tahun belajar dan 7 kali ibadah Haji untuk benar-benar memahami apa yang saya tuliskan di dalamnya.


Buku ini lahir dari satu pertanyaan besar, mengapa banyak orang pergi Haji, tetapi pulang tanpa perubahan berarti?


Padahal Haji bukan sekadar kumpulan ritual.


Di balik setiap gerakannya tersimpan rahasia tentang kehidupan, psikologi manusia, kepemimpinan, keluarga, hingga perjalanan menuju Tuhan.


Karena itulah saya menulis buku Arina Manasikana ini yang artinya "Tunjukkan kami Jalannya."


Buku ini terdiri dari 5 bagian besar:


1. Bagian pertama membahas mengapa buku ini ditulis. Tentang makna "Arina Manasikana", sebuah benang merah perjalanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW dalam menemukan jalan kehidupan.


2. Bagian kedua membahas awal perjalanan, tentang niat. Bahwa ihram bukan sekadar pakaian ritual, tetapi kompas jiwa untuk melepaskan dunia dan mendekat kepada-Nya.


3. Bagian ketiga adalah tentang Wukuf. Banyak orang hadir di Arafah, tetapi belum memahami bahwa di situlah manusia belajar kekuatan dalam keheningan. Al Hajj Arafah.


4. Bagian keempat membahas Thawaf. Thawaf bukan hanya berputar mengelilingi Ka'bah, tetapi tentang pusat gravitasi manusia, orbit kehidupan, dan keselarasan dengan hukum Allah.


Kemudian Sa'i, perjalanan ikhtiar Siti Hajar, tentang keyakinan, perjuangan, cinta, dan bagaimana manusia menemukan "zamzam" dalam kehidupannya.


5. Dan bagian terakhir adalah perjalanan pulang. Bahwa Thawaf Wada bukan akhir perjalanan, tetapi justru awal kehidupan baru setelah Haji.


Semoga buku ini menjadi sahabat perjalanan bagi yang akan berhaji, yang sedang berhaji, maupun yang telah pulang berhaji.


Karena Haji Mabrur bukan hanya ritual yang benar, tetapi bagaimana sisa kehidupan dijalankan sesuai urutan nilai-nilai Ilahi dalam Arina Manasikana."


Selamat membaca.


https://www.instagram.com/reel/DYhOP6qSoV3/?igsh=YW9ob2x6MXFjcmJw


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA