Dirjen Penyelenggaraan
Haji dan Umroh Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, dan pendiri ESQ
Leadership Center, Ary Ginanjar, menjadi duta Badan Amil Zakat Nasional
(Baznas). Keduanya dipilih menjadi duta Baznas untuk mengajak masyarakat
Indonesia menyalurkan zakat melalui Baznas.
"Mengapa kami memilih tokoh ini untuk menjadi duta, karena diharapkan
zakat dapat menjadi lifestyle bagi masyarakat," ujar Ketua Umum Baznas,
Didin Hafidhuddindi kantor Baznas, di Jakarta, Selasa (2/4/2013). Dia
mengatakan zakat tidak sekadar bersedekah, tetapi juga dapat membangun
umat yang jujur. Detil aturan soal zakat, bila dijalankan dengan benar,
akan membangun kejujuran.
Didin mengatakan dua orang ini bukan tokoh publik pertama yang menjadi
duta Baznas. "Dulu ada public figure, tapi kami ingin yang menukik. Kami
harapkan beliau-beliau dapat menjadi contoh kongkret. Kalau artis
mereka terlalu sibuk," kata dia.
Anggito mengatakan akan langsung mensosialisasikan pentingnya zakat. Dia
mengaku akan membuat acara-acara tentang zakat. Selain itu dia akan
menerangkan tentang hak-hak orang yang mendapatkan zakat, karena
menurutnya zakat sangat penting untuk membersihkan harta untuk dunia
akhirat.
"Saya mengimbau masyarakat agar tidak lupa berzakat. Saya selalu bayar
2,5 persen dari penghasilan. Untuk membersihkan harta dan membantu yang
memerlukan," ucap Anggito. Selain mendapatkan piagam sebagai duta
Baznas, Anggito dan Ary juga langsung mendapatkan Nomor Pokok Wajib
Zakat, yang diserahkan Didin.
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Anggito Abimanyu dan Ary Ginanjar Jadi Duta Baznas",
https://nasional.kompas.com/read/2013/04/02/17380427/Anggito.Abimanyu.dan.Ary.Ginanjar.Jadi.Duta.Baznas.
Penulis : Zico Nurrashid Priharseno
Dirjen Penyelenggaraan
Haji dan Umroh Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, dan pendiri ESQ
Leadership Center, Ary Ginanjar, menjadi duta Badan Amil Zakat Nasional
(Baznas). Keduanya dipilih menjadi duta Baznas untuk mengajak masyarakat
Indonesia menyalurkan zakat melalui Baznas.
"Mengapa kami memilih tokoh ini untuk menjadi duta, karena diharapkan
zakat dapat menjadi lifestyle bagi masyarakat," ujar Ketua Umum Baznas,
Didin Hafidhuddindi kantor Baznas, di Jakarta, Selasa (2/4/2013). Dia
mengatakan zakat tidak sekadar bersedekah, tetapi juga dapat membangun
umat yang jujur. Detil aturan soal zakat, bila dijalankan dengan benar,
akan membangun kejujuran.
Didin mengatakan dua orang ini bukan tokoh publik pertama yang menjadi
duta Baznas. "Dulu ada public figure, tapi kami ingin yang menukik. Kami
harapkan beliau-beliau dapat menjadi contoh kongkret. Kalau artis
mereka terlalu sibuk," kata dia.
Anggito mengatakan akan langsung mensosialisasikan pentingnya zakat. Dia
mengaku akan membuat acara-acara tentang zakat. Selain itu dia akan
menerangkan tentang hak-hak orang yang mendapatkan zakat, karena
menurutnya zakat sangat penting untuk membersihkan harta untuk dunia
akhirat.
"Saya mengimbau masyarakat agar tidak lupa berzakat. Saya selalu bayar
2,5 persen dari penghasilan. Untuk membersihkan harta dan membantu yang
memerlukan," ucap Anggito. Selain mendapatkan piagam sebagai duta
Baznas, Anggito dan Ary juga langsung mendapatkan Nomor Pokok Wajib
Zakat, yang diserahkan Didin.
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Anggito Abimanyu dan Ary Ginanjar Jadi Duta Baznas",
https://nasional.kompas.com/read/2013/04/02/17380427/Anggito.Abimanyu.dan.Ary.Ginanjar.Jadi.Duta.Baznas.
mmmbnnbb
ESQNews.id, JAKARTA - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama,
Anggito Abimanyu, dan pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar, menjadi duta
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Keduanya dipilih menjadi duta Baznas untuk
mengajak masyarakat Indonesia menyalurkan zakat melalui Baznas. "Mengapa
kami memilih tokoh ini untuk menjadi duta, karena diharapkan zakat dapat
menjadi lifestyle bagi masyarakat," ujar Ketua Umum Baznas, Didin
Hafiduddin di kantor Baznas, di Jakarta, Selasa (2/4/2013).
<more>
Dia mengatakan
zakat tidak sekadar bersedekah, tetapi juga dapat membangun umat yang jujur. Detil
aturan soal zakat, bila dijalankan dengan benar, akan membangun kejujuran.
Didin mengatakan dua orang ini bukan tokoh publik pertama yang menjadi duta
Baznas. "Dulu ada public figure, tapi kami ingin yang menukik. Kami
harapkan beliau-beliau dapat menjadi contoh kongkret. Kalau artis mereka
terlalu sibuk," kata dia.
Anggito mengatakan akan langsung
mensosialisasikan pentingnya zakat. Dia mengaku akan membuat acara-acara
tentang zakat. Selain itu dia akan menerangkan tentang hak-hak orang yang
mendapatkan zakat, karena menurutnya zakat sangat penting untuk membersihkan
harta untuk dunia akhirat.
"Saya mengimbau masyarakat agar tidak lupa
berzakat. Saya selalu bayar 2,5 persen dari penghasilan. Untuk membersihkan
harta dan membantu yang memerlukan," ucap Anggito. Selain mendapatkan
piagam sebagai duta Baznas, Anggito dan Ary juga langsung mendapatkan Nomor
Pokok Wajib Zakat, yang diserahkan Didin.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan
judul "Anggito Abimanyu dan Ary Ginanjar Jadi Duta Baznas".
Penulis : Zico Nurrashid Priharseno