ESQNews.id, JAKARTA – Di tengah kepungan arus teknologi yang kian menderu, tantangan menjadi orang tua di era digital telah bergeser. Kecerdasan intelektual tak lagi menjadi satu-satunya jaminan kesuksesan.
Tanpa fondasi karakter yang kokoh, kepintaran anak justru rentan tergerus oleh sisi negatif dunia siber.
Menyadari urgensi tersebut, ESQ kembali menghadirkan ruang diskusi inspiratif melalui program ESQ Talk in Character.
Mengusung tema yang menggugah, “Anak Pintar Banyak, Anak Berkarakter Langka: Membangun Generasi Tangguh di Era Digital Bersama Orang Tua”, acara ini dirancang untuk membekali para orang tua dengan strategi mendidik anak di tengah disrupsi nilai.
Dunia digital memberikan akses belajar tanpa batas, namun ia tidak secara otomatis mengajarkan akhlak dan tanggung jawab. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam ESQ Talk kali ini.
Bahwa peran orang tua hari ini bukan sekadar menjadi penyedia fasilitas teknologi, melainkan menjadi arsitek karakter bagi buah hati mereka.
"Masa depan tidak hanya butuh anak-anak yang mampu mengoperasikan mesin, tetapi manusia-manusia yang memiliki integritas, ketangguhan, dan nilai-nilai luhur," ungkap tim pakar ESQ.
Webinar ini akan membahas secara mendalam bagaimana menyeimbangkan antara kecanggihan teknologi dengan penanaman nilai spiritual dan emosional.
Fokus utamanya adalah bagaimana orang tua dapat menghadirkan sosok teladan yang mampu menanamkan disiplin, empati, dan ketangguhan mental sejak dini.
Kami mengundang para orang tua, praktisi pendidikan, dan pemerhati anak untuk bergabung dalam sesi penuh *insight* ini yang akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 16.00 – 16.45 WIB melalui Online via Zoom Meeting.
Tautan Pendaftaran: https://bit.ly/ESQTalkinMeaning_Purpose
Melalui inisiatif ini, ESQ terus berkomitmen untuk memberikan solusi nyata bagi keluarga Indonesia. Fokus utama adalah menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga kokoh secara karakter dan matang secara spiritual.
Mari bersama-sama kita siapkan anak-anak kita agar tidak hanya siap menghadapi dunia, tetapi juga mampu menjadi terang bagi sesamanya. Karena sejatinya, anak pintar itu banyak, namun anak yang berkarakter adalah permata yang langka.
