Manusia senantiasa merasa terdorong untuk menjadi orang yang terpercaya. Dan sebaliknya manusia akan menuntut agar semua orang pun menjadi yang terpercaya.
ESQNews.id, JAKARTA - Alkisah, seorang hakim menerima uang kemudian sang hakim mengatur tuntutan dan tahun hukumannya. Jika 10 tahun ia cukup membayar 500 juta. 5 tahun 5 milyar, dan jika membayar 100 milyar berarti bebas, silakan pilih?
Hakim memilih pasal tuntutannya, bagaimana perasaan Anda? Marah? Ya. Bukankah ini yang sedang terjadi di bangsa kita? Hakim berkali kali ditangkap, apa yang terjadi? Karena hilangnya kepercayaan.
Apa yang menciptakan fenomena dimana manusia rindu pada satu kata, terpercaya. Siapa yang maha terpercaya? Allah SWT Al Mu’min yang terpercaya.
"Kita terkadang lupa, bahwa kita pernah berjanji kepada Dia Al Mu’min maha terpercaya. Yang terpercaya menjaga Alam semesta, yang terpercaya menjaga hukum-hukum juga ketetapan matahari, bulan dan bintang. Mari kita semua fikirkan, berapa banyak amanah yang telah kita lupakan? Apakah amanah sebagai seorang pengusaha, menteri, dirjen, pedagang, guru, rektor dan lainnya itu adalah segalanya amanah," ucap sang Mentor hebat Ary Ginanjar Agustian.
Bukan profesinya yang dipentingkan, tapi sifat terpecaya yang sudah Allah titipkan pada diri ini.

<more>
Bila engkau telah bisa menjaga orang-orang yang engkau cintai, maka engkau akan menjadi orang yang terpercaya untuk memberikan rasa aman kepada orang lain. Karena engkau sesungguhnya wakil Al-Mu'min Sang Maha Pemberi Keamanan.
Berbahagialah engkau mendapat kepercayaan Al Mu'min sebagai pengemban amanah di muka bumi ini.
"Karena itu, jangan kau sia-siakan kepercayaan orangtuamu, pasangan hidupmu, anak-anakmu, atasanmu, saudara-saudaramu, perusahaanmu. Ketahuilah, amanah dari Al Mu'min sangatlah mahal harganya. Sekali saja kau lalaikan kepercayaan, niscaya seumur hidup kau takkan dipercaya lagi," papar sang motivator pada IG nya @ary.ginanjar.
Perhatikanlah oleh kalian, akhir hidup orang yang merusak kepercayaan, hidup mereka diliputi kehinaan. Karena itu, tetaplah berpegang teguh pada Al Mu'min.




