Oleh: Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MSc (Wakil Ketua Dewan Pakar FKA-ESQ)
ESQNews.id, JAKARTA - Seluruh rakyat Indonesia mendambakan segera terwujudnya kehidupan bangsa yang maju, adil-makmur, dan berdaulat sesuai dengan cita-cita Kemerdekaan NKRI. Sejak merdeka 77 tahun lalu, bangsa Indonesia terus mengalami perbaikan hampir di semua bidang kehidupan. Namun, hingga kini Indonesia masih sebagai negara berpendapatan menengah bawah (lower-middle income country), dengan GNI (Gross National Income, Pendapatan Nasional Kotor) US$ 3.870 per kapita.
Suatu negara dinobatkan sebagai negara makmur (high-income country), bila GNI per kapitanya di atas 12.695 dolar AS (Bank Dunia, 2021). Dengan potensi pembangunan yang sangat besar dan lengkap berupa jumlah penduduk terbesar keempat di dunia (276 juta orang), kekayaan SDA, dan posisi geokonomi yang sangat strategis (45% seluruh barang yang diperdagangkan di dunia dikapalkan melalui laut Indonesia, dengan nilai US$ 15 trilyun per tahun); maka status kita yang hingga kini masih sebagai negara berpendapatan-menengah bawah adalah sebuah ironi.
Terlebih bila berkaca kepada sejumlah negara tetangga dengan potensi pembangunan yang terbatas, tetapi pencapaian pembangunannya jauh melampaui kita. Dan, salah satu kesalahan mendasarnya adalah paradigma (platform) pembangunan bangsa yang berbasis daratan, di negara kepulauan terbesar di dunia dengan 75% total wilayahnya berupa laut yang mengandung potensi pembangunan, SDA, dan jasa-jasa lingkungan yang luar biasa besar.
Oleh sebab itu, mulai sekarang juga segenap alumni ESQ 165 dan pengurus FKA ESQ mesti secara sinergis, cerdas, kerja keras, dan ikhlas mengembangkan ekonomi kelautan (maritim) guna mewujudkan Indonesia Emas (maju, adil-makmur, berdaulat, dan diberkahi Allah SWT) paling lambat pada 2045.
Peresmian Rakorwil FKA-ESQ di Solo di tandai dengan pemukulan gong oleh Walikota Solo (yang mewakili). Kemudian diadakan sesi diskusi untuk merancang program-program yang akan dijalankan hingga akhir tahun ini. Pilihan Cluster: 1) Kluster Industri agro (Integrated Farming and Smart Farming); 2) Kluster industri Maritim (Integrated Fishery & Maritime); 3) Kluster industri Kreatif, Sandang & Pariwisata; 4) Kluster Industri Energi EBTKE dan industri Pengolahan Sampah terpadu; 5) Kluster Industri alat transportasi (darat, laut, udara) serta industri alat Pertahanan... dllnya; 6) Kluster Kelembagaan/ Organisasi dan Pendidikan. Serta ESQ Rumah Coaching.
Sebagai informasi, Rakorwil diselenggarakan pada tanggal 2 - 3 September 2022 di Hotel Sahid Jaya Solo. FKA ESQ bersama seluruh alumni ESQ melakukan tindakan atau aksi nyata membangun ekonomi rakyat dan ummat menuju Indonesia Emas Sejahtera 2030 sebagai implementasi dari Total Action.
<more>
Rakorwil ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Korwil (15 Provinsi) FKA-ESQ wilayah Indonesia Barat yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Serta 20 Korda FKA ESQ di Jateng. Total kurang lebih ada 150 orang yang berkumpul secara luring.
Ajang ini digelar oleh Korwil Jawa Tengah Wilayah Korda Solo secara perdana dan harapannya bisa berkelanjutan. Saat ini, Dr. Sunarto Isstianto diberi amanah sebagai Korda Solo oleh Ary Ginanjar Agustian (Ketum FKA ESQ).
Gelaran ini juga disupport oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (RSI Sultan Agung Group), Marabunta, IBIMA, Perkumpulan Pensiunan Pegawai Pemerintah Surakarta, Palang Merah Indonesia, Kota Surakarta, Politeknik Akbara Surakarta, STIE Surakarta, SDC Care, Yayasan Jamaah Haji Klaten, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan lainnya.
Tentang Penulis:
Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MSc. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – IPB University; Wakil Ketua Dewan Pakar FKA ESQ ; Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI); Ketua Dewan Pakar Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN); Ketua Dewan Pakar Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI); Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan Kepulauan Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO); Member of International Scientific Advisory Board of Center for Coastal and Ocean Development, University of Bremen, Germany; Honorary Ambassador of Jeju Islands dan Busan Metropolitan City, South Korea; Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan-RI 2020 – 2024; dan Menteri Kelautan dan Perikanan-RI 2001 – 2004.



