ESQNews.id, JAKARTA - Di tengah kesibukan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian saling bertatap muka untuk bersilaturahmi dan ramah tamah. Pertemuan itu berlangsung di Lantai 2, Kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta, Balai Kota pada 31 Agustus 2022.
Selain Ahmad Riza dan Ary Ginanjar, hadir di ruangan yang sama yaitu Andi Engka (Sekretaris Wagub DKI Jakarta), Hariyo Puguh (Direktur Utama PT Grha 165), Nining Purwaningsih (Direktur PT Grha 165), Aries Muftie (Komisaris Utama PT Grha 165 sekaligus Dewan Pakar FKA ESQ).
Dalam kesempatannya, pria yang akrab disapa Ariza itu menyampaikan sebuah harapan yaitu ingin membangun peradaban atau moral Bangsa Indonesia. Dirinya sadar bahwa pembentukan karakter itu sangat diperlukan. Apalagi di era seperti saat ini yang mengalami perubahan secara cepat atau transformasi dalam segala hal.
"Seperti yang sering saya sampaikan bahwa jika ingin membangun bangsa ada 5 faktor utama yaitu agama, pengetahuan umum, IT, bahasa, dan keterampilan. Ini wajib dipenuhi oleh setiap warga bangsa. Yang paling utama ini adalah agama," tegasnya.

Sang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia itu melanjutkan, "Agama ini penting dan ESQ expert terkait beribadah dan beragama, serta mampu meningkatkan sumber daya manusia yang luar biasa. Dan hebatnya ESQ itu memiliki terobosan yang luar biasa juga."
Alasan mengapa 5 faktor yang disebutkan tadi itu penting karena jika seseorang itu cerdas, memiliki keterampilan yang bagus, ahli di berbagai bidang. Namun dia sosok yang kurang dalam moralnya itu bisa bahaya. Karena Agama dan SDM itulah fondasinya.
"Jadi saya yang pernah ikut ESQ dan semua warga Jakarta, saya harapkan semua mengikuti training pendidikan ini. Ini bekal di akhirat. Karena hidup di dunia sementara, mari kita cukupkan bekal kita di dunia untuk menuju akhirat," harapnya.
Menurutnya, Training ESQ akan menjadi salah satu program nasional demi terbangunnya sebuah peradaban dan pembangunan moral bangsa, "Saya dukung program nasional untuk pembangunan moral bangsa. Kalau perlu ajak semua Kapolda, Gubernur, Bupati, Pemda dan lainnya."

Kemudian Ary Ginanjar memberikan informasi terkait jumlay alumni ESQ di Indonesia yaitu 1,8 juta secara offline sedangkan alumni onlinenya sebanyak 2 kali lipat dari itu. Di Jakarta sendiri alumni ESQ secara offlinenya ada 250 ribu orang.
"Target saya kalau Indonesia mau berubah itu 10 persennya dari penduduk Indonesia harus mengikuti training ESQ. Dengan 10 persen itu insyaAllah Indonesia akan maju," terang pendiri Menara 165 itu.
Baginya, perubahan peradaban itu ada simbolnya. Untuk itu ia membangun gedung yang di puncaknya bertuliskan lafadz Allah. Sehingga harapannya orang orang yang lewat dan melihat puncak gedung itu seraya berdzikir dan mengingat nama Allah.
"Itu adalah simbolnya umat. Mesjid tertinggi di dunia," katanya.

Tak lupa, karena Ariza dan Ary memiliki tujuan yang sama dalam membangun bangsa dan sama sama pernah berkiprah di HIPMI. Oleh karenanya, Ary mengajak pria asal Banjarmasin itu untuk berkolaborasi, "Acara atau program ini harus di ketok palu dulu oleh Pak Wagub. Mungkin nanti ditanggal 17 September, jika Pak Wagub berkenan hadir di training ESQ executive untuk memberikan pesan pesan kepada generasi ke depan."
"Boleh ajak juga Abah dan Ibu atau keluarga untuk hadir di minggu depan. Sekaligus shalat duha di Mesjid Ar Rahim Menara 165 lantai 27," ajak Ary.
<more>
Sang motivator Indonesia itu mengungkapkan bahwa dirinya sangat dekat dengan sang Abah K.H. Amidhan Shaberah atau ayahanda dari Ariza. Bahkan Ary menyebut Abah dengan panggilan Spiritual Brotherhood.
"Sudah 20 tahun saya mengenal dan dekat dengan Abah. Hingga hari ini saya masih menjaga silaturahmi dengan beliau," ungkapnya dengan tersenyum.



