ESQNews.id, JAKARTA - Setelah sukses menghadirkan 52 putra putri daerah terbaik TA 2022-2023 melalui program Fellowship Beasiswa Indonesia Emas Putra Putri Daerah, Universitas UAG kembali membuka pintu bagi generasi penerus dari berbagai daerah di Bumi Persada ini.
Beasiswa ini disediakan oleh berbagai pihak, termasuk di antaranya Alumni ESQ dan Jaringan ESQ baik individu, pemerintah daerah dan perusahaan. Dengan demikian, kesempatan ini terbuka bagi putra putri daerah dari berbagai pelosok negeri.
Universitas UAG dikenal akan semangatnya dalam mengembangkan potensi generasi muda Indonesia melalui pendidikan karakter yang unggul. Program ini menjadi wadah bagi para penerima beasiswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan membangun jaringan yang kuat dengan alumni-alumni Universitas UAG.
ESQ juga telah memiliki jutaan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara, alumni Universitas UAG juga memiliki kekuatan dalam memajukan bangsa melalui jejaknya di berbagai bidang.
Pengumuman pembukaan beasiswa ini akan menyertakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon penerima, serta lampiran flyer yang memberikan informasi lebih detail mengenai program ini. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk menjadi bagian dari perubahan positif bagi bangsa melalui pendidikan di Universitas UAG!
Sebagai info, Pendirian perguruan tinggi yang fokus pada keseimbangan tiga kecerdasan, IQ, EQ dan SQ ini merupakan terobosan Ary Ginanjar setelah berkiprah lebih dari 24 tahun dalam pembangunan karakter di Indonesia bahkan manca negara. Ia mengatakan prihatin, atas krisis multidimensi yang terjadi pada bangsa Indonesia belakangan ini.
“Dunia pendidikan yang hanya menitikberatkan pada kecerdasan intelektual maka dapat menyebabkan lahirnya generasi cerdas namun kehilangan empati dan buta hati nurani, hanya karena pendidikan yang mengabaikan EQ dan SQ,” papar Ary.

Sejak tahun 2000, Ary Ginanjar sudah menekankan pentingnya kecerdasan emosional dan spiritual bagi kesuksesan seseorang, seperti yang dituliskannya dalam buku ESQ, Rahasisa Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Jika sebelumnya konsep pemikiran tersebut disampaikan melalui berbagai jenis training maka kali ini diformulasikan dalam lembaga pendidikan formal yaitu Universitas UAG.
President UAG Dwitya Agustina, S.T., MBA. Mengatakan bahwa Perguruan tinggi ini sudah dirintis sejak tahun 2013 dengan nama ESQ Business School. Namun seiring dengan semakin beragamnya program studi yang dibuka maka perguruan tinggi tersebut bertransformasi menjadi Universitas UAG.
Dwitya yang juga Vice President ESQ Group, menambahkan bahwa Program studi yang ditawarkan memiliki keunikan dan ciri khas yang membedakannya dari prodi yang sama di perguruan tinggi lainnya.
“Salah satu contohnya adalah prodi psikologi yang fokus pada psikologi personal dan organisasi. Atau prodi ilmu komunikasi yang secara spesifik menempatkan diri sebagai ilmu komunikasi kepemimpinan dan bisnis, paparnya. Sedangkan prodi teknik industri yang didapuk oleh Universitas UAG ini, memiliki kekhususan pada bidang rantai pasok halal.“
Total ada 7 (tujuh) program studi yang dibuka yaitu Personal & Organizational Psychology, Communication in Leadership & Business, Industrial Engineering in Halal Supply Chain, English for Industry, Business Management, Information System dan Computer Science. Bahkan, Universitas UAG juga memiliki pusat kajian khusus mengenai Family Business. Saat ini, Universitas UAG baru menawarkan untuk program sarjana S1.
Kekhasan lain menurut Dwitya, Universitas UAG juga membekali para lulusannya dengan sertifikasi profesi yang memungkinkan mereka untuk bisa langsung bekerja serta keterampilan khusus yang relevan dengan kebutuhan industri.
Universitas UAG berlokasi di Menara 165 yang secara spesifik menggambarkan filosofi pendidikan yang diusung. Menurut Ary Ginanjar, Gedung dengan lafadz Allah pada puncaknya mewakili pola pendidikan yang meletakkan Tuhan di atas semua kepentingan.
Sedangkan Dwitya menambahkan, lokasi di Gedung perkantoran ini juga mampu memberikan nuansa bisnis dan profesional kepada para mahasiswa. Nilai tambah lainnya dari Universitas UAG adalah dukungan ekosistem bisnis ESQ Corporation beserta jaringan bisnisnya. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan serta bimbingan dari para praktisi di lapangan.
Dalam sambutannya Ary Ginanjar mengungkapkan visi kampus ini. “Universitas UAG sebagai perguruan tinggi berbasis karakter, menjadi pusat keunggulan menuju Indonesia Emas 2045,” papar Ary.
Hal ini sejalan dengan amanah dari UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003, bahwa pendidikan adalah mengembangkan potensi mahasiswa untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Berikut Para Future Leaders yang telah menerima program Fellowship Beasiswa Indonesia Emas Putra Putri Daerah dari Universitas UAG, di antaranya:
1. Agus Saputra Hamzah - Sulawesi Selatan (Pemerintah Gowa)
2. Alfian Airlangga Asis - Sulawesi Selatan (Pemerintah Gowa)
3. M.Zailani Iman( Pemerintah Kota Banjarmasin)
4. Anisa (Pemerintah Kota Banjarmasin)
5. Aulia Puspita Roosiani (Pemerintah Kota Banjarmasin)
6. Khairan Noor Fadhlillah (Pemerintah Kota Banjarmasin)
7. Muhammad Abyan Al Wafi Effendy (Pemerintah Kota Banjarmasin)
8. Muhamad Rizki Syaban Lahay (Pemerintah Kabupaten Bone Bolango)
9. Adhwa Sobah Al Amin Pakaya (Pemerintah Kabupaten Bone Bolango)
10. Achmad Ridho Kholiq (PT Kalimantan Prima Persada)
11. Zalqornain Anas(PT Kalimantan Prima Persada)
12. Anita Zakiati(PT Kalimantan Prima Persada)
13. Fariha(PT Kalimantan Prima Persada)
14. Muhammad Ulil Abshor As Shofy (PT Kaltim Diamond Coal)
15. Muhammad Fauzan (PT Kaltim Diamond Coal)
16. Ilham Syaputra (PT Kaltim Diamond Coal)
17. Ayeesha Hammada Fahm (PT Kaltim Diamond Coal)
18. Jannah Kurnia Ramadhan (PT Kaltim Diamond Coal)
19. Abdur Rohman (PT Kaltim Diamond Coal)
20. Alisha Zaharani (PT Kaltim Diamond Coal)
21. Khairun Nisa Aulia Al Asy’ari (PT Kaltim Diamond Coal)
22. Muhammad Syafir (PT Kaltim Diamond Coal)
23. Mutiara Savitrie (PT Kaltim Diamond Coal)
24. Usamah Azzikri (PT Kaltim Diamond Coal)
25. Irmansyah (PT Kaltim Diamond Coal)
26. Angger Hidayat (Bapak Budi Harto)
27. Muhammad Naufal Ramadhan (Ibu DR (HC) Dra. Nurhayati subakat, Apt)
28. Aziz Bintang Sulaiman (Bapak Musa Rajekshah, S.Sos., M.Hum.)
29. Thoriq Abdullah (Ibu Renny Astuti, SH., SpN)
30. Muhammad Fakhri Novian (Bapak Syahrani Budi)
31. Resti Nurhalimah (Bapak Syahrani Budi)
32. Andi Nur Akifah (Ibu Rini Azwein Jenie)
33. Aji Martadinata (Ibu Rini Azwein Jenie)
34. Fitri Zahrah Asy-syifa (Ibu Rini Azwein Jenie)
35. Muh.Farid Asyam Idrus (Ibu Rini Azwein Jenie)
36. Jamaluddin Kamal (Ibu Rini Azwein Jenie)
37. Ayda Masa Pararelic (Ibu Linda Damayanti)
38. Fathiya Latifah (Ibu Nurkhasa Siregar)
39. Zinedine Daffa Izaaz (Ibu Novita Yunus)
40. Nakeisha Alya Mahira (Ibu Novita Yunus)
41. M Asra Bi Abdih Dahlan (Alumni Hamba Allah)
42. Muhammad Balya Armaya (Ibu Ade Nurma)
43. Ammar Amrullah (Ibu Ade Nurma)
44. Muhammad Fathurrohman (Alumni Hamba Allah)
45. Jamaaluddin Al Anshori (Ibu Hesty Rosmawaty)
46. Muhammad Luthfi (Bapak Hairuzzaman)
47. Latifah Fauzia (Ibu Anita FIrmanti Eko Susetyowati)
48. Mukhamil Amanda (Ibu Manila Ella)
49. Ade Aris Muhammad Tohiri (Bapak Ahmad Rivai Tauhid)
50. Aliyah Khairunnisah (Ibu Miranty Abidin)
51. Farhan Zahiri (Bapak Aditya Dena Kurniawan)
52. Abu Sa’ad Albani Ilyas (Bapak Ir I Made Dana M. Tangkas, M.Si., IPU., ASEAN Eng.)





