ESQNews.id, JAKARTA - Melalui Tridharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat, UAG University melaksanakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pemetaan Pegawai) berbasis AI Talent Management berupa pemberian asesmen TalentDNA kepada 200 orang pimpinan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dari Seluruh Indonesia. Karena UAG University turut mendukung pemerintah dalam program manajemen talenta sesuai UU No. 3 tahun 2020.
Asesmen secara real time tersebut digelar pada Kamis 27 Februari 2025 melalui Zoom Meeting. Dalam kesempatannya, acara dihadiri oleh Sestama BKN Imas Sukmariah, Karo SDM Diah Kusumaismu Wardani, Kepala Kantor Regional 1 - 14 di seluruh wilayah RI, Ary Ginanjar Agustian Founder UAG University/ESQ, dan Eka Chandra (trainer ESQ).
Diketahui, TalentDNA adalah sebuah metode untuk mengidentifikasi kecenderungan pola perilaku yang terus berulang, diberbagai situasi secara alami, natural, dan spontan.
Pola perilaku ini menggambarkan apa yang kita rasakan, pikirkan, dan lakukan, sehingga mempengaruhi bagaimana cara kita merespon dan mengambil keputusan dalam kehidupan, secara otomatis. TalentDNA mengungkap algoritma perilaku manusia, yang membuat setiap orang unik dan berbeda.

Ary Ginanjar dalam sebuah video menyampaikan, "Kita tahu saat ini perubahan zaman begitu cepat teknologi juga begitu maju sehingga SDM kita tentu harus mampu menyesuaikan diri. Kita sudah masuk di Gig Era, dimana Gen Z sudah lahir, Gen Alpha sudah datang, dimana perpindahan talenta dengan cepat, teknologi maju dengan pesat dan tuntutan dari pemerintah begitu hebat.
Sehingga diperlukan talenta-talenta yang pas untuk mengatasi permasalahan ini semua. Tentu ini tidak bisa lagi diatasi dengan cara manual, namun harus dipergunakan teknologi yang sangat tinggi seperti AI. Tapi tentu saja AI pun tidak cukup, harus didampingi oleh para asesor-asesor yang mampu mengarahkan dengan benar dan tepat.
Nah AI Talent Management ini sangat membantu untuk melakukan 3 hal yang selama ini sangat rumit yaitu mencari job talent yang pas, personal talenta yang tentu berbeda-beda menyesuaikan ini pun tentu punya tenaga sendiri, waktu dia sendiri dan yang ketiga adalah Kultur BerAKHLAK yang pas.
3 itu dikombinasikan membutuhkan waktu biaya yang sangat cepat tetapi dalam hitungan 3 detik, ini semua bisa terjawab. Nah hari ini kita semua mencoba menjadikan ini jawaban, sehingga harapan tuntutan dari Bapak Presiden yang begitu cepat, hebat dan transformatif harus diimbangi oleh ASN yang transformatif yang bertalenta dengan mempergunakan teknologi AI.
Sehingga perpindahan, kecepatan, mutasi semuanya presisi dan itu akan memberikan kejelasan untuk masa depan ASN dalam berprestasi. Terima kasih Prof. Zudan yang sangat jenius dan Bu Sestama yang sangat maju untuk membangun SDM berkualitas di ASN masa depan," tuturnya.

Setelah itu, Sestama BKN Imas Sukmariah merespon yang disampaikan oleh Pendiri Menara 165.
Katanya, "Berkaitan dengan pentingnya talentDNA adalah untuk memastikan bahwa para pejabat yang akan duduk di dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama maupun para pejabat yang akan duduk di dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya termasuk juga para pejabat administrator adalah betul-betul yang sesuai dengan potensi, kompetensinya. Sehingga mereka bisa melaksanakan seluruh target kerja.
Melalui tools talentDNA yang tentunya ini akan membawa BKN ke depan menjadi pegawai atau pejabat yang profesional, juga kita berharap bahwa kegiatan ini bisa betul-betul mendapatkan data yang sangat mendukung di dalam kita memiliki baik data potensi kompetensi secara generik tentunya juga secara subtansi.
Kenapa ini harus kita wujudkan? Tentu BKN ini juga termasuk target dari pemerintah Indonesia kita akan menuju kepada Indonesia Emas di 2045. Nah tentu ini sesuai dengan empat pilar visi Indonesia 2045 adalah pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. faktor yang paling penting di sini adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM unggul bertalenta khususnya yang sekarang di BKN.

Pelatihan ini juga digelar untuk merespon salah satu aturan yang ditetapkan oleh Permen PANRB nomor 3 tahun 2020 tentang manajemen talenta aparatur sipil negara termasuk juga Permen PANRB 38 terkait standar kompetensi jabatan. Ada beberapa prinsip utama untuk manajemen talenta yaitu objektifitas, transparansi, akurat dan keberlanjutan.
Metode talentDNA ini adalah sebuah life tools yang membuat setiap orang adalah individu yang unik ya walaupun mungkin dia lahir secara kembar tapi ketika dilihat DNA nya berbeda. Setiap orang ini memiliki 45 talenta, namun untuk membedakan satu sama lain tentu ada urutannya dari 1 sampai 45.
Talenta yang ada 45 ini terbagi dalam 3 tipe yaitu Drive, Network, dan Action. Tipe drive itu adalah komitmen terhadap tujuan, jadi tentu nanti kita akan melihat bagaimana komitmen Bapak-Ibu terhadap visi misi tujuan sasaran organisasi BKN ke depan.
Kemudian yang kedua adalah membangun koneksi untuk mempengaruhi jadi sejauh mana networking Bapak-Ibu karena kita di dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepegawaian tidak hanya berdiri sendiri kita tentu harus berkoordinasi, harus membangun koneksi dengan beberapa instansi terkait.
Kemudian yang ketiga terkait dengan eksekusi Bapak-Ibu jadi action atau implementasi. Dari komitmen, dari networking, kemudian bagaimana implementasinya atau action-nya di dalam mewujudkan tujuan kita bersama. Tentu harus ada hasil, ada output dan tentunya harus berdampak terhadap outcome-nya.
<more>
Ditambah lagi metode talentDNA ini menggunakan AI ya jadi tentu teknologi yang tinggi high tech dan juga high touch, menggambungkan antara AI dengan sentuhan yang terpersonalisasi," paparnya.
Sebelum sesi asesmen dengan talentDNA dilakukan oleh para peserta, Coach Eka Chandra menjelaskan secara detail terkait dengan talentDNA kepada ratusan pimpinan BKN agar lebih memahaminya.
"Ada yang namanya lahan subur dan lahan tandus yang ada pada diri kita. Menanam di lahan subur tentu akan sangat mudah. Tapi menanam di lahan tandus? bisa sih, tapi perlu effort luar biasa. Nah pertanyaannya sederhana. Selama ini kita mengembangkan diri kita. Anda mengembangkan tim Anda. Anda mengembangkan di lahan subur atau di lahan tandus?

Nah sekarang dengan positif psikologi. Kita tidak melihat apa yang menjadi kekurangan dari seseorang. Justru kita melihat kelebihan dia dan kita kembangkan hal tersebut.
Inilah ketika kita menanam di lahan subur. Ketika sudah ada potensi luar biasa dan kita asah impactnya akan very eksponensial. Bapak ibu akan menjadi berada pada 3 E (Ease, Enjoy, Excellent).
Bapak Ibu akan sangat terlihat mudah melakukan sesuatu, antusias. Karena talentnya, uniknya, dorongannya. Enjoy melakukannya. Bahkan boleh jadi hasilnya excellent.

Dan pada akhirnya bapak ibu kita akan melihat tim Anda. Kita harus mengenali apa yang menjadi kekuatan mereka. Apa yang menjadi strength dia dan kita kembangkannya. Dan pada akhirnya Anda akan paham. Sebuah kalimat Everybody is genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree. It will live its whole life believing that it is stupid.
Setiap orang itu genius. Tapi kalau Anda menilai ikan dengan kemampuannya memanjat pohon. Sampai kapan pun boleh jadi kita akan menganggap ikan itu bodoh. Yang lebih berbahaya. Ikan itu meyakini dirinya bodoh. Maka, sehari ini temukan apa kekuatan Anda, talent Anda, bahkan keluarga Anda, tim Anda. Dan kita akan memulai melakukan talent DNA assessment."
Testimoni

Eva Fadella mengatakan, "Melalui talentDNA ini, jadi saya tahu nih karakteristik apa, kemudian apa talent saya yang bisa saya tajamkan lagi. Sehingga ini membantu saya nanti untuk memaksimalkan kompetensi apa yang saya miliki, kemudian talent apa yang saya miliki.
Sehingga ini menjadi arah treatment saya untuk melakukan pengembangan diri, pengembangan karir maupun pengembangan kompetensi."
Suparlan berpendapat, "TalentDNA ini bisa memotret diri saya, tentunya di dalam mengisi, tentunya memang harus penuh dengan kejujuran. Jadi tidak bisa dimanipulasi, jadi tunjukkan diri saya sendiri apa yang saya rasakan dan apa yang saya kerjakan. Sehingga dengan kejujuran, dengan tertutup, dengan enjoy mengisinya tentunya akan mendapatkan informasi yang akurat.
Sehingga saya nanti bisa terdeteksi, harus apa sih yang saya lakukan, harus apa sih yang saya perbaiki, dan tentunya dalam mendorong program-program di dalam organisasi. Tapi yang jelas, narasumbernya luar biasa."




