ESQNews.id, KALTIM - PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) berkeinginan agar pegawainya memahami peran dan tanggung jawab sebagai pelatih umum (PU) terhadap budaya kerja yang terbentuk di KPP. Maka dilaksanakannya sebuah training dari ACT Consulting International untuk memenuhi harapan dari PT. KPP.
Diketahui, PT. KPP didirikan tanggal 9 September 2003 dan entitas bisnis bergerak pada bidang jasa penambangan terintegrasi (Integrated Mining Service). Portofolio bisnis PT. KPP meliputi jasa kontraktor penambangan (Coal Mining Contractor), jasa pengangkutan (Road & Hauling Service Operator) dan jasa Operator Pelabuhan (Port Operator Services).

Training Pelatih Utama diselenggarakan pada hari Senin - Rabu, tanggal 24 – 26 Juni 2024, pukul 08.00 – 17.00 WIB di Q – Hotel, Sangatta, dengan tujuan untuk menguatkan budaya kerja yang sudah terbentuk di PT. KPP yakni CISS (Competence, Integrity, Synergy and Safety) ke dalam pribadi semua pelatih utama.
Kemudian dengan kuatnya budaya kerja yang sudah terbangun kepada setiap individu pelatih utama, diharapkan dapat menjadi role model kepada seluruh karyawan PT. Kalimantan Prima Persada serta dapat meningkatkan produktivitas dan memenuhi sasaran target produksi.

Dalam kesempatannya, Pungki Herri Prasetyanto (HCGS & FAT Dept. Head) hadir menyapa 17 karyawannya dari level Site Leader dan General Leader yang ditunjuk sebagai Change Leader dan Change Champion.
Mereka akan dipandu oleh Coach Bramanto G Wibisono (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) dan Muhammad Rais (Asisten trainer) selama pelatihan berlangsung.
Pungki Herri Prasetyanto menyampaikan, "Pesan dari management untuk acara pada hari ini mengenai safety behavior yang memang sekarang sedang digaungkan terutama pada site INDE, semoga apa yang sudah didapatkan pada training bisa terimplementasikan dengan baik pada lingkungan kerja.
Kemudian hal lain yang diharapkan adanya peningkatan pada sel budaya PT. Kalimantan Prima Persada (KPP), yang meliputi adalah peningkatan keterlibatan kita sebagai seorang leader.

Nanti oleh Coach Bram juga akan menyampaikan beberapa materi terkait peningkatan potensi yang ada di dalam diri kita pada acara ini. Saran saya banyak-banyak bertanya kepada Coach Bram karena beliau banyak ilmunya. Semoga nantinya ilmu yang disampaikan oleh team ESQ dan Coach Bram dapat terserap dengan baik."
Ia berharap, "Mudah-mudahan suasana yang seperti barusan, penuh dengan semangat bisa tetap terjaga apalagi di site banyak target dan banyak individu yang harus tetap terorganisir dengan baik.
Bicara terkait sel budaya tercantum di BOP, di sana tercantum ada 4 kalau tidak salah (Bermanfaat, Tanda tangan document, Bertanggung jawab ke KPP, Memastikan keselamatan tiap anggota yang ada di bawahnya).
Kalau berbicara keselamatan kerja, berarti ada suatu sistem yang harus diikuti. Ada SOP (Standar Operasional Prosedur), aturannya, golden rules-nya yang harus diikuti dan budaya itu sebenarnya bukan mengubah dalam bentuk mengganti. Kalau yang saya tangkap mengubah dan mengembalikan kepada SOP yang ada."

Coach Bram dengan segudang pengalamannya terjun di bidang penguatan budaya kerja, ia memberikan modul-modul yang terbaik agar para peserta dapat memahami tantangan dan objective dari perubahan culture di PT. KPP.
Para peserta diharapkan juga dapat memahami permasalahan performance dan behavior yang terjadi di PT. KPP, dan peserta bisa paham bagaimana konsep atau cara untuk melakukan perubahan perilaku kerja serta dapat mengimplementasikan pada setiap bisnis perusahaan.
"Perkembangan dan perubahan digitalisasi pada era saat ini sangat cepat, sehingga semua perusahaan pada saat ini banyak menggunakan teknologi digital untuk mempermudah pekerjaan maupun proses administrasi," imbuh Coach Bram.
<more>
Kader dari Ary Ginanjar itu meneruskan, "Contohnya saat ini digitalisasi sudah dilakukan pada sektor pembayaran, shopping, pendidikan, entertainment, dan sarana transportasi. Termasuk di PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) sudah menerapkan beberapa digitalisasi di beberapa sector bagian.
Kemudian untuk meningkatkan budaya kerja atau CISS (Competence, Integrity, Synergy and Safety) dibutuhkan juga improvement (Competencies, Agility dan Capacity) pada individu insan PT. Kalimantan Prima Persada terutama pada change leader.
Artinya apabila seorang leader sudah dikatakan kompeten untuk melakukan perubahan, menjadi role model dan mengubah kebiasaan atau budaya kerja bukan perkara sulit.
Dengan adanya Training Pelatih Utama PT. Kalimantan Prima Persada ini diharapkan bisa memberikan dampak positif dan menguatkan kembali budaya yang sudah ada di PT. Kalimantan Prima Persada yaitu CISS (Competence, Integrity, Synergy and Safety)," paparnya.
Lebih lanjut, "Saya percaya kita hari ini dikumpulkan pada satu ruangan bukan merupakan secara kebetulan, melainkan kita memang sudah direncanakan oleh Tuhan untuk bertemu hingga sore ini.
Semoga apa yang sudah kita diskusikan selama 3 hari ini bermanfaat dan dapat menguatkan kembali budaya kerja yang ada di PT. Kalimantan Prima Persada serta memberikan dampak positif terhadap budaya kerja yang sudah ada yakni CISS," tutup Coach Bram mengakhiri sesi.

Menurutnya, selama acara berlangsung, para peserta PT. KPP sangat aktif menjawab, bertanya, berpendapat, dan berdiskusi baik mengenai materi pelatihan maupun mengenai tugas kelompok.
Pelatihan dilaksanakan dengan suasana yang menyenangkan dan interaktif namun tetap fokus pada tujuan mendapatkan banyak insight terkait perubahan dan perbaikan budaya kerja di PT. Kalimantan Prima Persada.

Anom Langgeng Siswoko (Plant Site Instructor – Site ASTO) mengatakan, "Selama pembelajaran kurang lebih 3 hari ini hal yang saya dapatkan adalah bagaimana kita mengubah perilaku dan bagaimana kita menanggapi perbedaan DNA dari setiap individu.
Menurut saya materi yang menarik mengenai TalentDNA, karena di lapangan itu banyak anggota-anggota atau manpower yang mempunyai DNA yang berbeda dari sini kita belajar bagaimana cara untuk menyatukan anggota yang berbeda DNA supaya bisa saling bekerja sama dengan baik.
Kemudian mengenai durasi dari pelatihan, bisa ditambahkan kembali durasi pelatihan dan materi-materi yang lainnya. Lalu, masukan dari saya mengenai tools, mohon dibantu pengadaan tools terkait TalentDNA, karena yang saya rasakan TalentDNA ini hanya untuk saya sedangkan di lapangan banyak manpower yang TalentDNA-nya belum kita ketahui sehingga susah untuk memahami."
Disampaikan juga respon positif dari peserta lainnya yang bernama Dwi Prasetiyo (Operation Site Instructor – Site INDE).
Ia mengungkapkan apa saja yang didapat selama pelatihan diselenggarakan, "Secara keseluruhan yang saya pelajari kurang lebih 3 hari ini. Untuk memperdalam pengetahuan atau wawasan terkait Human Capital secara umum, karena di dalamnya kita banyak mengetahui banyak karakter seseorang yang berbeda-beda menjadi seorang leader yang bisa memahami tanpa berkonflik.
Kemudian saya dapatkan cara bagaimana menjalankan organisasi dengan baik dan berkomunikasi antar generasi.
Materi yang paling saya suka adalah terkait VUCA Era, karena kita hidup di zaman VUCA dan itu terlihat realitanya di lingkungan kerja. Bagaimana konsep organisasi dengan pertumbuhan bisnis yang alhamdulillah sangat cepat, artinya hal itu harus diimbangi dengan kapasitas sumber daya yang memumpuni.
Yang terjadi di perusahaan saat ini adalah pertumbuhan bisnis lebih cepat dari pertumbuhan karyawan, karena karyawan baru itu belum bisa langsung mengadopsi 100% budaya perusahaan.
Dengan adanya training ini, pertama, kita menjadi sadar bahwa ada kekurangan di sana sehingga kita bisa meminimalisir kekurangan yang ada."




