Senin, H / 02 Februari 2026

Sukses Tetapi Tidak Bahagia

Minggu 12 Jan 2020 11:05 WIB

Author :Redaksi

ilustrasi

Foto: awesomeAJ


ESQNews.id - Sebuah pertanyaan diajukan kepada Ary Ginanjar tentang hidup sukses namun tidak bahagia. Lalu apa jawabannya? Simak pembahasan berikut ini.


Saya sukses dalam karier, tetapi kesuksesan yang saya raih tidak membuat saya bahagia. Saya jenuh menjalani hidup ini. Apa yang membuat saya seperti ini dana bagaimana mengatasinya?


Jawab:

Hal yang Anda alami juga banyak dialami oleh orang-orang lain yang telah mencapai puncak kesuksesan baik karier maupun materi, tetapi merasakan sesuatu yang "hampa dan kosong". Mereka baru menyadari bahwa mereka menaiki tangga yang salah, setelah mencapai puncak tertinggi kariernya.

<more>

Orang-orang sukses tadi kehilangan makna spiritual dalam dirinya. Penyakit seperti ini banyak diderita oleh orang-orang modern, yang dinamakan Spiritual Patology atau Spiritual Illness. Kita tentu masih ingat saat seorang presiden direktur mati bunuh diri dengan meloncat dari gedung pencakar langit yang tinggi. Begitu juga seorang artis top terkenal di hollywood dan korea yang bunuh diri.


Manusia seperti ini adalah manusia yang tidak mengetahui tujuan hidupnya dengan jelas; mengapa ia harus terus bekerja sepanjang tahun secara terus-menerus. Ia tidak mengetahui pusat orbit yang dikelilingi sepanjang hidupnya. Ia tidak tahu siapa dirinya dan tidak tahu dimana dirinya. Ia tidak tahu untuk apa ia hidup. Bahkan, ia tidak tahu kemana ia akan pergi nantinya. Karena itu, kita harus mengetahui siapa diri kita; untuk apa diciptakan dan kemana arah tujuan hidup kita.


Inti dari kecerdasan spiritual adalah saat kita mengetahui makna tertinggi kehidupan (ultimate meaning). Pertanyaan akan makna kehidupan akan terus menggelayuti diri kita karena ia ada pada fungsi otak God Spot. God spot yang berada pada temporal lobe inilah yang akan terus mendorong manusia untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan makna kehidupan.


Bacalah dengna menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakanmu dari segumpal darah. (QS. Al-Alaq (96):1-2)



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA