ESQNews.id, MAJALENGKA — Peningkatan curah hujan di wilayah hulu Jawa Barat menempatkan Bendung Rentang di Kecamatan Jatitujuh sebagai objek vital dalam sistem pengendalian hidrologi regional.
Infrastruktur ini menjalankan fungsi strategis sebagai pengatur debit air Sungai Cimanuk yang menghubungkan wilayah tangkapan air di pegunungan dengan kawasan hilir di pantai utara.
Operasional bendungan dilaksanakan secara ketat mengacu pada protokol teknis yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Secara spesifik, manajemen pengelolaan air di Bendung Rentang berada di bawah otoritas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.
Berdasarkan data teknis instansi tersebut, bendungan ini berfungsi menampung dan membagi akumulasi aliran air yang bersumber dari Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, serta limpasan keluaran dari Waduk Jatigede.
Lonjakan volume air dari ketiga sumber tersebut dikelola menggunakan mekanisme bendung gerak untuk menjaga kestabilan debit sungai.
Dalam situasi potensi bencana hidrometeorologi, petugas operasional menerapkan prosedur pembukaan pintu pelimpah secara terukur.
Langkah ini merujuk pada Standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian banjir untuk mencegah kerusakan struktur bangunan akibat tekanan air yang berlebihan.
Air kemudian dialirkan menuju saluran pembuang ke sungai utama Cimanuk yang bermuara di Kabupaten Indramayu dengan memperhitungkan kapasitas tampung sungai di wilayah hilir guna meminimalisir risiko luapan.
Sistem mitigasi di kawasan ini juga dilengkapi dengan mekanisme peringatan dini yang terintegrasi.
Pengelola bendungan menetapkan status keamanan bendung berdasarkan indikator Tinggi Muka Air (TMA), yang diklasifikasikan menjadi status Normal, Waspada, Siaga, dan Awas.
Penetapan status ini menjadi data primer bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Majalengka, Indramayu, dan Cirebon dalam merumuskan langkah penanganan kedaruratan bagi masyarakat terdampak.
Koordinasi lintas sektoral antara BBWS dan pemerintah daerah menjadi instrumen utama dalam manajemen krisis air ini.
Data pemantauan langsung atau real-time dari Bendung Rentang didistribusikan secara berkala untuk memastikan kesiapsiagaan wilayah hilir.
Dengan demikian, Bendung Rentang tidak hanya beroperasi sebagai penyedia air irigasi bagi lumbung pangan nasional, tetapi juga berfungsi sebagai pengendali banjir utama yang menjamin keselamatan publik di wilayah timur Jawa Barat. [infomjlk]


