ESQNews.id, JAKARTA – Telah digelar event SPIRITUAL REVIVAL
SESTABI 2021 pada Selasa (20/4/2021) via zoom meeting. Sekitar 45 orang yang
hadir di dalamnya. Insan Bank Indonesia (BI) dipandu langsung oleh trainer
lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, Rinaldi Agusyana.
Ia perkenalkan ilmu GKF, yaitu Gerak, Kata, dan Fokus
terhadap hal-hal yang positif. Sekitar 40 insan SESTABI terlihat sangat serius
memperhatikan pria berkacamata itu.
“Agar lebih paham, mari kita praktek dan buktikan langsung
rumus ini. Sekarang dimohon bapak dan ibu ikuti gerakan saya seperti ini,
bungkukkan badan, arahkan pandangan ke bawah, dengarkan kata-kata yang negatif.
Kira-kira apa yang dirasakan?” tanyanya.
Dengan kompak, insan BUMN itu mengatakan, “Lesuuuu, masa
depan surammm, mager bawaannya, tidak ada semangat dan gairah” serta jawaban
lainnya.
“Nah, sekarang dimohon ikuti gerakkan saya yang kedua ini. Kalau
bisa dengan cara berdiri yaa bapak dan ibu tapi duduk pun boleh. Tegakkan
badan, angkat kepala sedikit, pandangan fokus ke depan, lihat dan bayangkan
impian dan hal-hal indah, dengarkan kalimat-kalimat positif. Bagaimana rasanya
pose kedua ini?” kata Rinaldi dengan senyuman tersungging di bibirnya.
Mereka kembali merespon lewat chat zoom, atau bahkan open mic secara bersamaan, “Wahhh luar biasa bahagia, rileks, masa depan cerah, dapat energi positif, bersemangattt, selamat tinggal mager.”

<more>
Iringan musik dari sebuah video pun dilantunkan dengan nada energic. Sejenak mereka ikuti gerakkan yang ada di dalam video tersebut, sambil tersenyum bahkan tertawa.
“Okehhh, semuanya sudah paham kan pentingnya rumus GKF. The
power of GKF. Kalau orang Islam rumus ini selalu digunakan ketika shalat, badan
tegap, fokus atau khusyuk, dan mengucapkan kalimat-kalimat doa yang positif,”
jelasnya dari Studio lantai 23 Menara 165.
Menurutnya, ketika emosi kita sedang kecewa, sedih, marah, dan perasaan tidak bahagia lainnya, maka gerakkan tubuh terlebih dulu (tegap dan tersenyum).
“Sama halnya dengan pandemic yang sedang kita hadapi ini. Bukankah rumus ini bisa digunakan sebagai salah satu solusi menghadapinya? Bisa juga dibalik ini, mungkin Tuhan memberikan ujian agar kita semua lebih mengeluarkan potensi terdalamnya. Siapa yang setuju?”




