ESQNews.id, JAKARTA - Alami isu yang cepat berubah, Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan yang mudah berganti tidak pasti. Terutama dengan pergantian anggota dewan selama lima tahun sekali membuat para ASN di Setjen DPR RI perlu dengan cepat menyesuaikan keadaan.
Untuk menjadi pribadi yang agile, mampu menghadapi berbagai tantangan dalam VUCA era (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), Setjen DPR RI berkolaborasi dengan ACT Consulting International untuk laksanakan Acara Penyelarasan Core Values BerAKHLAK di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan pada hari Sabtu, 4 November 2023.
Pelatihan selama satu hari tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI yakni Indra Iskandar yang menitipkan para ASN-nya untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh dalam training tersebut.
“Sangat senang sekali, hari ini bisa mengikuti proses awal Training Penyelarasan Core Values ASN di Menara 165 ini bersama konsultan kami dari ACT Consulting International.
Apa yang saat ini sudah ada di ASN tentu perlu terus menerus kita sempurnakan. Beberapa waktu lalu juga sudah disahkan RUU ASN dan ditandatangani oleh Pak Presiden," Ujar Indra Iskandar dalam sapaannya.
Dilanjutkan olehnya, "Saya kira ini adalah satu kesempatan dan tantangan besar bagi ASN di Indonesia. Khususnya di Setjen DPR Ri ini untuk tahu cara bagaimana memaknai ASN BerAKHLAK ini dalam konteks individu, dalam konteks organisasi. Dan dalam konteks yang lebih besar pada bangsa dan negara ini."
Indra berharap, "Mudah-mudahan training buat teman-teman di Setjen DPR RI hari ini akan membukakan insight tentang core values BerAKHLAK. Tidak hanya memahami kulitnya saja tapi bagaimana ke depannya kita memaknai karir, relasi dengan sesama ASN di kantor dan juga bagaimana membangun cita-cita ke depan untuk menuju Indonesia Emas yang sudah banyak disampaikan di berbagai kesempatan oleh pimpinan-pimpinan bangsa kita."
Sebagai info, Peserta dengan jumlah kurang lebih 100 orang tersebut yang terdiri atas eselon 1 sampai 3 dipandu langsung oleh Coach Eka, seorang trainer profesional yang sudah lisensi dari Dr. Ary Ginanjar Agustian.
Sebelum berlangsung training inti, Ary Ginanjar selaku founder ACT Consulting International juga hadir turut menyapa para peserta dan Sekjen DPR RI.
Dalam kesempatannya, Ary mengucapkan “Fondasi ASN ini harus kita pelihara. Beberapa waktu lalu BerAKHLAK ini sudah diresmikan dan disahkan RUU-nya hasil karya bapak ibu semua.
Apa yang terjadi jika RUU tidak disahkan? Indonesia tidak punya fondasi. Sehingga mari kita tingkatkan ini semua dengan cara pertama membangun corporate culture BerAKHLAK mengenai strategi. Dan yang kedua adalah growth mindset yang juga resmi ada dalam undang-undang.
Dua hal tersebut dapat membantu untuk menghadapi tantangan sekeras apapun.”
Founder ACT Consulting International itu juga menambahkan bahwa jiwa sudah tercipta corporate culture BerAKHLAK yang menjadi fondasi, kemudian sumber daya manusianya senantiasa growth mindset, maka akan mencapai kejayaan karena sudah terlengkapi 5 agility.
Mental agility (siap tangkas dalam menghadapi perubahan), change agility (cepat beradaptasi terhadap perubahan), people agility (bisa beradaptasi dengan perbedaan karakter orang), learning agility (terus mau belajar), dan result agility (siap untuk mendapatkan hasil dari apapun kondisi yang dialaminya).
“Ada kalimat, bahwa suatu negara akan maju ketika otak menjadi panglima. Dan akan mengalami masa keemasan ketika otak dan hati disatukan.
Namun, bangsa dan negara akan mengalami kehancuran apabila otak dan nafsu yang menjadi panglima.” Tutup Ary dengan kalimat memukaunya, mengartikan bahwa BerAKHLAK perlu menjadi landasan dalam bekerja dan bernegara.
Sehingga hati dan otak yang bersatu untuk menuju masa keemasan negara, bukan hanya otak dan nafsu yang membawa pada kehancuran.
Dilanjut oleh Coach Eka untuk memandu training hingga sesi terakhir, Eka mengatakan bahwa ada tiga niat alasan dibalik peran sebagai seorang ASN. Hal tersebut dilanjutkan dari perkataan Ary Ginanjar sebelumnya mengenai landasan yang menjadi niat seorang ASN.
“Ada strong why, big why, dan grand why.
Untuk menumbuhkan BerAKHLAK tidak cukup hanya menjadikan strong dan big why, karena akan pamrih dan hitung-hitungan. Namun untuk menjadi pusat dan core-nya adalah grand why. Menjadikan spiritualitas menjadi inti dari dorongan.
Dampak yang anda lakukan akan berdampak untuk masyarakat Indonesia.” Jelas Eka.
<more>
Para peserta juga dipaparkan bagaimana teknik coaching untuk menghadapi berbagai tantangan orang yang berbeda, melakukan tanya jawab untuk menggali potensi orang yang berada di bawah pimpinannya.
Bahkan tidak hanya metode coaching, namun Setjen DPR Ri yang hadir pun diajak untuk mengenali talenta masing-masing, dan direkomendasikan untuk memberikan kepada anak buah-nya untuk tes TalentDNA, guna meminimalisir terjadinya friksi karena perbedaan pola pikir dan cara pandang penyelesaian masalah.
“Saya ini termasuk alumni training ESQ sekitar 20 tahun yang lalu bersama dengan teman-teman di asrama. Dan merasakan luar biasa, karena banyak hal dalam perspektif spiritualtas yang menjadi dorongan kepada saya. Karena memang apa yang kita lakukan sehari-hari adalah bagaimana kita mencapai cita-cita.” tutur Indra, Sekjen DPR RI.
Baginya, para Setjen DPR RI perlu untuk memaknai ulang kehidupan karirnya dalam training satu hari penuh.
"Ada 365 hari dalam setahun, yang biasanya kita terlalu sibuk dengan dunia, karir dan sebagainya. Namun, untuk 1 hari ini saja, mari sama-sama fokus untuk mengikuti training dari Pak Ary dan tim terkait mental, karakter, spiritualitas. Syukur-syukur kita bisa mengetahui lebih dalam diri kita, mengenal potensi, kekuatan diri kita, agar lebih maksimal dalam melakukan segala aktivitas," sambung Indra.





