ESQNews.id, JAKARTA - 26 insan PT. Mega Manunggal Property (PT. MMP) diberikan Training Green Building oleh Rima Ginanjar Zero Carbon Solutions pada tanggal 17 Desember 2024 pukul 08.00 – 17.30 WIB di Grha Intirub, Cililitan, Jakarta Timur.
Pelatihan dipandu oleh para ahli di bidangnya yakni Reza Hariyadi, S.M., M.Sc.; Rima Ginanjar, B.A.Sc., M.Sc.; Yacobus Madagiono, GA, EDGE Expert, EDGE Auditor; Karisma Darma Putra, GP; Yodi Danusastro, GP, LEED AP BD+C, WELL AP, WELL PTA.
Sambutan Adahiyat (Head of HRGA & Asset Division)
Adahiyat menyampaikan, "Menjadi sebuah harapan untuk Indonesia ke depannya bahwa konsep dari Green building ini menjadi mandatory untuk semua bisnis, bukan hanya untuk industri konstruksi.
Dan harapannya untuk PT Mega Manunggal Property Tbk., dengan tantangan bisnis yang semakin sengit, dan juga sudah banyak building sudah menerapkan konsep green building, ini menjadi nilai tambah untuk bangunan perusahaan kita.
Semoga ke depannya bukan hanya menjadi nilai tambah, tetapi menjadi sebuah keharusan untuk menerapkan konsep ini. Poinnya, konsep green building adalah bagaimana sebuah gedung memanfaatkan semua resource yang dimiliki.
Semoga ini menjadi salah satu bukti bahwa PT. MMP sudah inline/satu lini dalam menerapkan konsep bangunan Green Building. Semoga para peserta bisa mendapatkan insight yang baik dan memanfaatkan materi ini dalam kehidupan sehari hari."
Sekilas info, saat ini Indonesia sedang menuju sebuah target besar yang ingin dicapai pada tahun 2060 yaitu Indonesia Net Zero. Semua lini pemerintahan mulai membuat serangkaian program kerja guna mendukung dan mempercepat target tersebut.
Hal ini didasari karena adanya sebuah perjanjian di Paris (Paris Agreement 2015) dimana seluruh negara yang hadir sepakat untuk melakukan penurunan suhu bumi. Salah satu caranya adalah menurunkan emisi karbon global.
Salah satu industri di Indonesia, industri bangunan merupakan salah satu sektor yang berkontribusi cukup besar dalam kenaikan emisi karbon terutama di Indonesia.
<more>
Akan tetapi, sektor bangunan masih minim dilihat oleh masyarakat. Alhasil industri ini menjadi penyumbang terbesar dalam kenaikan emisi karbon.
Atas dasar tersebut pemerintah Indonesia membuat sebuah regulasi baru dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 21 Tahun 2021.
Dimana gedung harus memenuhi Standar Teknis Bangunan Gedung dan memiliki kinerja terstruktur secara signifikan dalam penghematan energi, listrik, air, dan sumberdaya lainnya. Dalam kata lain, bangunan harus mulai menerapkan konsep Green Building dalam operasionalnya.
Dengan adanya Training Green Building ini, bisa menjadi wadah pembelajaran baru terutama bagi pihak PT. Mega Manunggal Property dalam meningkatkan nilai kesadaran penerapan konsep Green Building bagi perusahaannya.
Paparan Para Fasilitator Training Green Building
Ahmad Reza Haryadi katakan, "Mengingat, target Net Zero bukan hanya target negara, target pemerintah, atau target instansi. Tapi target dari diri kita sendiri dan semua pihak harus bersinergi.
Saya berharap para peserta dapat memahami konsep green building dan bagaimana korelasinya. Karena dengan menerapkan konsep green building maka emisi karbon akan berkurang.
Esensi dari green building adalah kontribusi dari sektor bangunan terhadap emisi karbon harus dikurangi. Faktanya, sektor otomotif berada di bawah sektor bangunan."
Founder Rima Ginanjar Zero Carbon Solutions yakni Rima Khansa Nurani menyampaikan, "Dampak negatif climate change dapat berakibat fatal pada setiap kehidupan. Sebab itu, kita semua dapat berkontribusi dari diri kita sendiri, salah satunya dengan penerapan konsep green building.
Diketahui, bahwa bangunan menjadi sektor berkontribusi cukup besar dalam emisi karbon, tetapi jarang sekali terlihat. Karenanya, penerapan green building akan lebih mempermudah proses maintenance. Dan salah satu kunci dari perancangan Green Building adalah memberikan value dalam desainnya."
Yacobus Mardagiono tuturkan, "Industri Bangunan Hijau masih sangat jauh. Tapi sejak COP 2015 terdapat peningkatan massal dalam penerapan bangunan hijau. Saya pada awalnya akan merekomendasikan sertifikasi bangunan hijau dari Greenship karena buatan anak Bangsa.
Namun ternyata, Green Building saat ini menjadi sebuah wadah suatu bangunan untuk berkontribusi lebih dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Posisi Green Building saat ini lebih disorot oleh banyak perusahaan karena banyak perusahaan yang mengharuskan memiliki sertifikat Green Building jika ingin bermitra.
Penerapan green building dapat berdampak pada biaya operasional yang ditanggung oleh gedung tersebut. Bahkan hampir saving 10% dari biaya sebelumnya. Dapat juga meningkatkan produktivitas kerja 2 -10%.
Inti dari konsep Green Building adalah membentuk para pelaku dalam gedung merasakan lebih nyaman dalam beraktivitas. Jika konsep penerapan ESG menjadi suatu keharusan dalam sebuah perusahaan, maka konsep penerapan Green Building adalah salah satu jawaban."
Sedangkan, Yodi Danusastro ungkapkan, "Green Building layaknya manusia, harus sehat luar dan dalam. Tidak hanya tampak luar yang sehat tetapi di dalamnya harus sehat pula.
Green Building konsepnya memaksa. Jangan putus di tengah jalan, dan jangan setengah-setengah. Karena Green Building bukan hanya bangunannya saja. Tetapi penggunaan material berasal dari perusahaan yang ramah lingkungan. Green Building seperti sebuah keputusan.
Kemudian, Green Building bukan hanya sebuah konsep dalam bangunan, tetapi dalam kerjasama semua lini."
Terakhir, Karisma Darma Putra ucapkan bahwa, "Konsep penerapan green building akan menjadi kunci dalam proses perancangan bangunan yang sehat."
Sekilas Materi yang Diberikan Saat Pelatihan
Dekarbonisasi
• Proses pengurangan atau penghilangan karbon dioksida (CO2) dan emisi gas rumah kaca (GRK) lainnya dari atmosfer secara signifikan.
• Konsep Green Building sejalan dengan dekarbonisasi, karena penerapan konsep Green Building dapat menurunkan emisi karbon khususnya pada sektor bangunan gedung.
• Upaya dekarbonisasi pada sektor bangunan tidak terlalu terlihat karena sektor bangunan dinilai tidak menyumbang banyak emisi, nyatanya sektor bangunan lebih besar menghasilkan emisi dibandingkan sektor otomotif.
Green Building Concept
• Green Building adalah bangunan baru ataupun bangunan lama, yang direncanakan dibangun, dan dioperasikan dengan memperhatikan faktor-faktor keberlanjutan lingkungan.
• PEMBANGUNAN MASA DEPAN. Merupakan konsep bangunan yang memiliki sikap ketahanan iklim, meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan manusia, dan memiliki sikap keberlanjutan sumber daya dan sirkulitas ekonomi.
• Salah satu kunci dari penerapan konsep Green Building adalah memberikan value dalam penerapan desainnya.
Green Architecture
• Green Architecture adalah pendekatan arsitektur yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan.
• Perancangan arsitektur yang baik, akan membuat bangunan lebih nyaman, bijak dalam menggunakan material, efisien dalam beroperasi.
• OVERALL THERMAL TRANSFER VALUE (OTTV), Sebuah nilai yang dapat digunakan untuk mengetahui banyaknya energi panas matahari yang diterima oleh gedung.
• Pengaruh dari OTTV dapat disebabkan oleh Rasio Kaca, Teduhan, Shading Coefficient Kaca, U-Value Kaca, Warna Bangunan, dan Tipe Dinding.
Mechanical – Electrical – Plumbing (MEP)
• MEP adalah peralatan aktif bangunan untuk menjalankan fungsi bangunan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni agar dapat menjalakan aktivitas dengan baik.
• Sistem MEP pada Green Building berfokus pada Pencatatan Listrik, Pemilihan AC Hemat Energi, Perencanaan Lampu, Ventilasi Bangunan, Penggunaan Energi Terbarukan, Perencanaan Sistem Air.
• DIGITAL TWIN INTELLIGENT GREEN BUILDING. Sebuah permodelan virtual bangunan yang sudah ada yang bertujuan mencapai kinerja bangunan yang paling optimum, mempermudah manajemen, dan mempercepat pengambilan keputusan atas kondisi bangunan.