ESQNews.id, JAKARTA – “Saya menekankan kepada seluruh BUMN agar
terus konsisten menerapkan Core Values AKHLAK dalam melakukan pekerjaannya,”
tegas Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan kepada seluruh BUMN dan Anpernya
untuk terus mengimplementasikan AKHLAK dalam lingkup masing-masing.
AKHLAK akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, Kolaboratif. Nilai nilai dasar BUMN ini telah dicanangkan sejak dua
tahun lalu oleh Erick Thohir dan tercatat dalam SK no 115 tentang pendoman
implementasi nilai utama Sumber Daya Manusia BUMN yang disebut AKHLAK.
Sebagai upaya untuk menerapkan AKHLAK, PT Semen Indonesia
Gresik (PT SIG) gandeng ESQ/ACT Consulting untuk menggelar beberapa program,
salah satunya yaitu Executive Leaders Alignment Session. Agenda tersebut
berlangsung selama seharian penuh pada tanggal 11 Oktober 2022 secara offline.
"Kami juga sudah mengikuti beberapa program dari ACT
Consulting/ESQ ini. Dan dengan adanya forum ini menambah serta memperkuat
pemahaman kita semua tentang bagaimana menginternalisasi serta mengimplementasi
AKHLAK,” kata Subhan (Direktur Utama PT SIG) saat mengawali sesinya.
Pria kelahiran Bone itu berharap agar AKHLAK tidak hanya
sekedar menjadi wacana, bacaan, slogan saja tetapi betul betul bisa
menggambarkan suatu perilaku yang menjadi modal kuat seseorang maupun
perusahaan.
“Sehingga ketika orang berbicara soal leadership pasti
mindsetnya bahwa AKHLAK itu betul betul menjadi sebuah values yang baik,”
ucapnya.
Subhan yang juga pernah memimpin PT Semen Tonasa sehingga
mendapat julukan sebagai market leader di Kawasan Timur Indonesia itu
mengucapkan terimakasih atas support dari Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ
Group) serta tim yang sudah menjalin kolaborasi sampai saat ini bahkan
seterusnya.
“Dengan adanya agenda ini diharapkan top leaders kami bisa
lebih aware lagi dan mempunyai pemahaman yang kuat khususnya dalam membangun
sebuah core values, karena sebuah budaya itu bisa berjalan karena tergantung
dari leadersnya. Leaders harus menjadi role model untuk timnya,” tutur Subhan.
Di dalam forum tersebut, Subhan ditemani oleh M. Supriyadi (Direktur
Keuangan dan SDM), Reni Wulandari (Direktur Operasional), para BOD dan BOD-1,
Rinaldi Agusyana (trainer ESQ).
Mengenai kata Bone Sulawesi Selatan, Ary Ginanjar yang turut
menyapa secara online pun bernostalgia tentang dirinya yang pernah mendapatkan
kehormatan dari Bupati Bone (Ichsan Yasin Limpo). Bupati serta jajarannya
memberikan perlengkapan baju adat khas Bone kepada pendiri Menara 165 itu.
“Insya Allah saya akan hadir ke sana lagi dan bertemu dengan
Pak Dirut dari Semen Gresik,” katanya.

Selanjutnya, Ary Ginanjar bercerita soal gempa bumi hebat
yang terjadi di Tokyo, Jepang pada tahun 1923. Gempa bumi itu meluluhlantahkan
semua bangunan dan hanya tersisa satu bangunan yang masih berdiri kokoh, yaitu
Imperial Hotel. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata yang membuat gedung
itu kuat bertahan adalah fondasi yang kokoh.
“Soal fondasi, ada juga riset riset dunia yang menjelaskan
faktor apa saja yang membuat korporasi bisa tegak hingga 100 tahun. Akhirnya Arie
De Geus dalam bukunya The Living Company menyampaikan ada 2 hal yang membuat
perusahaan bisa bertahan yaitu core values dan core purpose,” jelas Ary.
Lebih lanjut, “Inilah yang disampaikan oleh Pak Subhan bahwa
insan Semen Gresik harus mempertahankan core values AKHLAK dan core purpose
BUMN untuk Indonesia. Jadi inilah yang disebut fondasi supaya Semen Gresik bisa
bertahan 100 tahun bahkan terus selama lamanya dan mampu menghadapi persaingan.”
Penulis buku AKHLAK bersama Erick Thohir itu mengatakan
bahwa intinya persaingan ke depan bukan hanya semakin berat namun semakin
sangat berat. Karena yang dihadapi bukan soal finansial lagi tetapi senjata
terakhir kita adalah SDM atau manusianya.
“Maka ke depan, Semen Gresik dan BUMN diharapkan memiliki
kompetensi, super agility, dan kapasitas diri. Selengkapnya akan diajarkan oleh
Pak Rinaldi,” sambung Ary.
Pendiri ACT Consulting, mengingatkan bahwa kita semua berada di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) atau disebut juga jaman yang serba tidakpasti, berubah dengan cepat, ketidakjelasan dan lainnya. Oleh karena itu, ia memberikan tips kepada pimpinan Semen Gresik dihadapannya yakni dengan 5 Super Agility (Change agility, Mental agility, People agility, Learning agility dan Result agility).

“Artinya, sebagai insan BUMN, kalian harus memiliki 5 agility, change agility yakni mampu beradaptasi dengan perubahan apapun, mental agility yakni mampu bertahan dalam kondisi apapun, people agility yakni mampu bekerja sama dengan siapapun atau lintas generasi, learning agility yakni mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat, dan result agility yakni mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun,” paparnya.
Sebagai penutup, Ary mengatakan, “Culture itu semennya atau bangunan. Tanpa semen yang kuat, gedung akan runtuh. AKHLAK adalah semennya, BUMN tanpa ada AKHLAK maka kita akan menghadapi permasalahan. Gresik adalah fondasinya, Indonesia tanpa Gresik akan goyah.”





