Sabtu, H / 17 April 2021

Sejarah Kota Pompeii, yang Hilang Ribuan Tahun

Kamis 09 Jan 2020 10:42 WIB

Reporter : Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: ancient-origins.net

ESQNews.id, JAKARTA - Setiap kota maupun negara memiliki sejarahnya masing-masing. Seperti halnya kota yang satu ini, Pompeii di Italia. Banyak informasi yang terkait bahwa kota ini menghilang karena terkubur ribuan tahun lamanya. Sampai-sampai ada berita yang mengatakan bahwa negara tersebut telah di Azab.


Pompeii adalah sebuah kota Romawi Kuno di Italia. Ketika gunung Vesuvius meletus pada tahun 79 Masehi, letusannya menghancurkan seluruh kota dan mengubur kota tersebut beserta seluruh isinya.


Debu gunung berapi tersebut tumpah ke sepanjang daratan seperti banjir dan menyelimuti kota dalam kegelapan. 2 ribu orang tewas dalam tragedi tersebut dan kota ditinggalkan hingga berabad-abad lamanya. Berikut fakta-fakta dari kota Pompeii dari Channel Youtube Invoice Indonesia:


  1. Pompeii dulunya adalah kota yang sangat berkembang dan populer

    Didirikan sekitar abad ke-7 sebelum Masehi. Pompeii kemudian berkembang menjadi kota yang kaya sebelum bencana terjadi. Kota ini terkenal dengan resort atau villa yang sering jadi tempat wisata bagi orang Romawi yang kaya.

  2. Warga Pompeii tidak tahu ada gunung berapi

    Gunung Vesuvius adalah gunung berapi aktif yang terletak di 9 KM di Timur Naples Modern. Bahkan jaraknya hanya beberapa kilometer dari Pompeii. Tetapi penduduk lokal tidak tahu kalau itu adalah sebuah gunung berapi. Penduduk Pompeii tidak tahu seberapa bahayanya tinggal di dekat gunung Vesuvius. Dan karena terakhir letusan besarnya kala itu, terjadi pada tahun 1800 sebelum Masehi, pada masa itu letusannya menghancurkan beberapa pemukiman sekitar.

  3. Pompeii termasuk daerah rawan gempa

    Karena hal itulah penduduk Pompeii yang sudah lama tinggal di sana sudah terbiasa dengan adanya getaran-getaran kecil yang terjadi. Pada 6 februari 62 gempa terjadi cukup parah sehingga menimbulkan kerusakan bahkan perbaikan belum selesai dilaksanakan ketika gunung Vesuvius meletus.



    <more>


  4. Tanda-tanda bencana yang muncul, tidak diperdulikan

    Pada awal Agustus tahun 79 sudah muncul tanda-tanda bahwa ada yang sedang tidak beres. Mata air dan sumur-sumur di Pompeii telah mengering. Intensitas gempa juga semakin sering terjadi sejak 20 Agustus tahun 79.

    Dan terus bertambah hingga 4 hari berikutnya. Sayangnya tanda-tanda peringatan tersebut tidak disadari oleh penduduk Pompeii. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan melakukan persiapan untuk perayaan Dewa Api Romawi yang jatuh pada tanggal 24 Agustus 79. Tak disangka bertepatan dengan tanggal itulah bencana terjadi.

  5. Gunung Vesuvius meletus

    Gunung vesivius meletus diperkirakan terjadi pada tanggal 24 Agustus 79 setelah festival perayaan Dewa Api Romawi. Letusannya berlangsung selama 24 jam tetapi abu, lelehan batu, dan bebatu lainnya terus menutupi kota selama 2 hari. Sehingga mengubur kota tersebut sedalam 6 meter lelehan lava dengan suhu 700 derajat celcius.

    Terus membanjiri kota dengan kecepatan 110 km/jam. Sementara itu batu-batuan yang disemburkan oleh gunung mencapai 1 juta ton/detik. Lava dan abu menutupi area seluas lebih dari 500 meter persegi. Tak hanya menghancurkan Pompeii tapi juga beberapa kota disekelilingnya. Ada kurang lebih 25.000 orang meninggal dunia.




  6. Pompeii kota yang hilang ratusan tahun lamanya

    Pompeii menghilang 1500 tahun lamanya, sampai ditemukan kembali pada tahun 1599 ketika dilakukan penggalian untuk mengalirkan aliran sungai. Dalam penggalian tersebut, ditemukan dindingnya di lukisan dan tulisan yang bertemakan seksual.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA