ESQNews.id, JAKARTA - ACT Consulting menggelar Training dan
Sertifikasi Strategi Efektif Pembangunan Budaya Rumah Sakit atau yang dikenal
dengan Corporate Culture Specialist (CCS) pada Rabu-Jumat (6-8/4/2022).
Pelatihan ini diikuti oleh kurang lebih 200 Rumah Sakit Se-Indonesia, yang
dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting. ACT Consulting memberikan training ini secara gratis kepada masing-masing RS (perwakilannya saja).
Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan budaya
organisasi yang tepat, yang akan mempengaruhi kinerja tim menjadi lebih
produktif, solid, dan akhirnya berdampak pada pencapaian target meningkat. Training
berlangsung selama 3 hari berturut-turut, 2 hari untuk pelatihan dan 1 hari uji
kompetensi dalam jangka waktu 3 (bulan) setelah pelatihan. Peserta akan
memperoleh sertifikat resmi (Certified Culture Specialis) dari BNSP, jika telah
menerapkan ilmu dan praktik yang terangkum dalam portofolio.
Sebelumnya, untuk pertama kali ACT Consulting memberikan
webinar untuk para pengelola Rumah Sakit dan tenaga medis. Kegiatannya mengusung
tema “Kiat Sukses Menjadi Rumah Sakit Pilihan melalui Pembangunan Budaya
Kerja.” Acara ini mendapat sambutan positif, terlihat dari peserta yang
hadir berjumlah 1600 dan 229 Rumah Sakit dari Sabang hingga Merauke. Lebih dari
50 peserta adalah jajaran direksi.
Tampil sebagai pembicara dr. Lies Dina Liastuti (Direktur Utama RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo) bersama dr. Kusnanto Saidi (Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi), dan Ary Ginanjar Agustian, Founder ACT Consulting.
Ratusan RS yang bergabung dalam webinar tersebut ikutserta
juga dalam training CCS yang dipandu langsung oleh Rinaldi Agusyana (Trainer
lisensi Ary Ginanjar Agustian) dari Studio lantai 4 Menara 165. Peserta yang
hadir yaitu para direktur beserta jajarannya, yang mempunyai posisi penting
atau berpengaruh di lingkup RS masing-masing.
Ary Ginanjar pernah mengatakan bahwa, “Training ini sudah teruji diberbagai organisasi dan lembaga. Konsultan dunia semuanya tidak akan lepas dari konsep ini. Pelatihan ini merupakan gabungan dari seluruh konsep-konsep dunia tapi bergaya khas Indonesia.”
Untuk itu, Rinaldi dalam kesempatannya memberikan konsep atau materi tersebut kepada ratusan peserta CCS. Berkaitan dengan budaya atau culture, terlebih dulu ia menjabarkan 5 kesalahan dalam pembangunan karakter yakni hanya di permukaan iceberg (culture hanya disosialisasikan bukan diimplementasikan), pendekatan intelektual outside in (seharusnya diimbangi dengan pendekatan emosional dan spiritual), motivasi fisikal dan emosional, transformasi budaya tanpa transformasi individu, serta kesehatan budaya yang tidak diukur.
“Mengingat sekarang kita hidup di era VUCA, jaman yang serba
tidak pasti, berubah-ubah yang ibaratnya kecepatannya seperti ferrari namun
speed dalam diri kita seperti city car, bagaimana nasib RS kita? Apalagi ditambah
5 masalah yang sudah saya sebutkan tadi,” tanya Rinaldi.
Rata-rata para peserta tersebut merespon dengan jawaban, “Bakal
ketinggalan, harus bisa memberikan kepercayaan kepada pasien akan kualitas
pelayanan RS, harus akrab dengan pasien,” dan jawaban lainnya.

“Betul sekali, jadi size of personnya diubah untuk menghadapi size of role atau tantangan yakni dengan culture tadi. Misalnya, dengan bersinergi, kolaborasi, integritas, harus bisa bertransformasi, harus bisa hidup dalam kondisi apapun atau agility,” jelas Rinaldi.
Berbicara transformasi budaya, ACT Consulting mempunyai 10 langkah untuk membangun budaya kerja yang tepat, dapat menciptakan rasa memiliki dan keterikatan secara emosional para karyawan terhadap organisasi/perusahaan. Alhasil, mereka akan selalu berupaya untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih maju.
10 langkah tersebut di antaranya Find the big why (Temukan alasan terbesar mengapa nilai dalam budaya itu menjadi penting?), Align with system & structure (Sejajarkan dengan sistem & struktur), Start with personal transformation (Mulai dengan transformasi pribadi), Understand the gap (Pahami kesenjangan), Set the direction (Tetapkan arah), Develop winning team (Kembangkan tim pemenang), Execute quick action (Jalankan tindakan cepat), Campaign the journey (Kampanyekan perjalanan), Evaluate the progress (Evaluasi kemajuan), Celebrate & appreciate the champions (Rayakan & hargai para juara atau karyawan).




