Senin, H / 02 Februari 2026

Pondasi Bank BTPN Hingga 20 Tahun Ke Depan! Inilah Dahsyatnya Culture untuk Change Leader BTPN

Kamis 07 Apr 2022 16:05 WIB

Reporter :EDQP

Potret Saat Acara Berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Hasil riset terkait budaya kerja atau culture dari Gartner Analysis menyatakan bahwa 69% karyawan tidak paham budaya organisasi dan apa yang diharapkan dari mereka (knowledge gap), 87% karyawan tidak yakin terhadap budaya organisasi meskipun mereka tahu (mindset gap), dan 90% karyawan tidak mengimplementasikan budaya dalam perilaku sehari hari (behavior gap).


Menurut Gartner Analysis, dampak budaya terhadap hasil bisnis bisa sangat berpengaruh, yakni apabila karyawan paham budaya seperti apa yang menurut pemimpin dibutuhkan organisasi untuk menjadi sukses di masa depan (knowledge), kemudian karyawan yakin bahwa budaya akan membuat organisasi lebih sukses dan secara pribadi berkomitmen untuk menjalankannya (mindset), serta karyawan tersebut mengimplementasikan budaya sebagai bagian aktivitas pekerjaan harian dan menjadi pedoman saat melalui situasi yang sulit (behavior).


“Jika knowledge, mindset, dan behavior digabungkan semua, hasilnya workforce-culture alignment (WCA) artinya jika ketiga itu selaras dalam sebuah tindakan, maka akan memberikan dampak yang berkali lipat seperti halnya sebuah perkalian. Apabila salah satunya nol maka hasilnya akan nol,” papar Ary Ginanjar Agustian, Founder ACT Consulting dalam Change Leader Workshop PT Bank BTPN tbk pada Kamis 7 April 2022.




Motivator Indonesia itu melanjutkan, “Dampak yang dihasilkan yaitu adanya peningkatan 9% terhadap target pendapatan, peningkatan 8% terhadap target manajemen talenta, dan peningkatan 22% terhadap kinerja karyawan, serta peningkatan 16% terhadap reputasi perusahaan. Oleh karena itu mari kita bahas lebih lanjut pentingnya culture ini seperti harapan dari Bu Dini Herdini beserta jajarannya di BTPN.”


Di awal sesi, Dini Herdini selaku Compliance Director Bank BTPN memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Ia mengatakan, “Hari ini memang kita design spesifik untuk change leader yang memiliki impact dan pengaruh yang sangat kuat sekali nantinya di dalam perjalanan menuju culture atau budaya kita di masa yang akan datang.”


“Pak Ary bersama tim ESQ akan membawa kita bersama sama untuk memahami dan mendalami mengenai alasan mengapa budaya itu penting bagi suatu organisasi. Kemudian kita juga akan mendalami meaning dari kita sebagai change leader serta masih banyak lagi,” sambungnya.




Untuk itulah, Ary Ginanjar Agustian, Bramanto Wibisono dan Ade (trainer) memandu langsung para BoD, BoM Bank BTPN beserta jajarannya yang ada di seluruh cabang di Indonesia secara online. Mereka adalah para Change Leader yang dipilih oleh Ongki Wanadjati Dana (Dirut Bank BTPN), Dini Herdini dan pihak yang bersangkutan.




“Kalau sudah bicara tentang bisnis dan manajemen teringat kalimat dari Peter Drucker yang merupakan gurunya management. Peter mengatakan ‘If we talk about business and management, we talk about human behavior and human institution,” ungkap Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.


Berbicara soal bisnis, manajemen, budaya dan sebagainya, Ary merangkumnya menjadi 1 gambar saja yang ia beri judul ‘Total Transformation Model’ agar mudah di ingat serta tentu untuk diaplikasikan.


“Total Transformation Model dimulai dengan menyusun rencana strategi, struktur organisasi kemudian dilanjutkan dengan menyusun sistem / proses supaya dapat menjalankan rencana strategi. Namun yang perlu diperhatikan, sehebat apapun struktur organisasi, strategi dan sistem yang disusun jika perilaku insan yang bekerja di Bank BTPN tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi maka transformation model tidak akan dapat berjalan sesuai dengan harapan," beber Ary.




Ia menambahkan, “Maka dari itu BTPN perlu mengimplementasikan core values & core purposenya. BTPN sudah memiliki values atau nilai-nilai yakni integrity, customer first, proactive and innovative, speed and quality, serta synergy. Culture transformation itulah yang akan menentukan bagaimana cara kita meng-organize, cara memimpin, cara me-manage talent dan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar demi performance atau hasil yang terbaik. Ini bisa menjadi Pondasi Bank BTPN hingga 20 Tahun Ke Depan.”


“Namun, yang namanya culture itu harus diukur kesehatannya. Kami punya yang namanya Organization Culture Health Index (OCHI) seperti yang dikatakan Peter Drucker ‘If you can't measure it, you can't manage it,” tutur tokoh 4 in 1 (Motivator, Educator, Entrepreneur, Author) itu.


Sambil memperlihatkan contoh hasil OCHI dari perusahaan lain, Ary berkata, “BTPN di tahun depan harus A ya. Jadi nilai nilai budaya kerjanya sudah sangat erat menjadi bagian dari perilaku kerja sehari hari dan menjadi ciri khas yang mewakili individu di dalam organisasi. Jadi tolong sampaikan ke Pak Ongki untuk memotret culture yang ada BTPN terlebih dulu yah.”




<more>


Meskipun acaranya ada 4 sesi dari pagi hingga sore, insan Bank BTPN tetap semangat dan merespon kegiatan dengan positif. Trainer Ade mempunyai berbagai macam senam, lagu, gerakan yang fun untuk puluhan partisipan tersebut, sehingga spiritnya semakin membara.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA