ESQNews.id, JAKARTA - Setelah mendaki ilmu selama 5 hari pada
20-24/1 di Aston Sentul Lake Resort & Conference Center. Hingga sampai ke
Puncak Gunung, maka langkah berikutnya adalah turun gunung. Setelah mendaki
ilmu ESQ, langkah berikutnya adalah berbagi.
“Tidak ada kata perpisahan. Karena dimanapun dirimu berada
kamu ada di hati. Dan sesungguhnya setiap perpisahan adalah sebuah permulaan. Selamat
jalan dan selamat berjuang untuk menolong sesama wahai 3.0 Coach ESQ. Semoga
Allah merahmati dan memberkahi. Aamiin,” ucap Ary Ginanjar Agustian.

<more>
Ada sekitar 45 peserta yang hadir merasakan dahsyatnya ilmu
coaching. Di antaranya peserta dari Kuala Lumpur, Malaysia bernama Hafidz Bin
Harun memaparkan kesan yang didapat.
“3.0 Coaching Camp Training ini sangat mendatangkan manfaat
kepada saya secara pribadinya. Karena saya juga bekerja di LSM (Lembaga Swadaya
Masyarakat) atau juga di Pusat Pemulihan untuk Penagih Narkoba atau Dadah. Jadi
ini boleh saya gunakan untuk membantu lebih ramai orang, di bawah tanggungjawab
saya dengan lebih efektif. Saya amat bersyukur dan diajari ilmu ini yang pasti bisa saya gunakan
dalam kehidupan harian saya,” tuturnya.
Ini profesi baru zaman now yang sangat-sangat dicari dan diperlukan orang. Selama 5 hari 4 malam para peserta dilatih dan digembleng untuk menjadi Coach Profesional. Mereka siap membantu khalayak yang mengalami permasalahan.