ESQNews.id, JAKARTA – Dalam langkah revolusioner bertajuk transformasi birokrasi berbasis hati, Pemerintah Kota Bandung menggelar Training ESQ - Servant Leadership pada 6-7 April 2026.
Bertempat di Menara 165, Jakarta, agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, M. Farhan, bersama 40 jajaran Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang terdiri dari Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Kepala OPD, hingga Direktur RSUD se-Kota Bandung.
Pelatihan ini bertujuan untuk menanamkan integritas berbasis spiritual serta mencetak pemimpin yang melayani demi mewujudkan visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agami).
Wali Kota Bandung, M. Farhan, yang juga merupakan alumni ESQ sejak 2015, menekankan bahwa membangun organisasi bukan sekadar urusan sistem dan angka.
Bagi Farhan, kepemimpinan adalah upaya membawa seluruh elemen organisasi ke satu titik nol yang sama atau ground zero.
"Ini kesempatan emas bagi saya untuk membawa seluruh tim pimpinan Kota Bandung menyamakan hati. Kita mulai dari ground zero untuk melangkah bersama menuju perwujudan visi Bandung Utama," ujar Farhan penuh semangat.
Beliau juga mengajak jajarannya melakukan reorientasi motivasi. Kerja sebagai ASN, menurutnya, harus didasari oleh keinginan besar untuk beribadah dan mengabdi kepada Tuhan, bukan sekadar mengejar jabatan atau keuntungan finansial.
Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen jajaran Pemkot Bandung. Ia mengibaratkan pembangunan SDM seperti membangun gedung yang memerlukan struktur utuh.
"Atapnya adalah visi Bandung Utama, tiangnya adalah values, namun fondasi paling dasarnya adalah spiritualitas.
Tanpa fondasi yang kuat, gedung itu tidak akan bertahan lama," jelas Ary Ginanjar di hadapan para pimpinan tinggi Bandung.
Tidak hanya sisi spiritual, Pemkot Bandung juga menorehkan sejarah sebagai instansi pemerintahan pertama yang mengadopsi teknologi TalentDNA.
Inovasi ini menjadi instrumen penguatan sistem meritokrasi untuk memetakan potensi 22.000 ASN di lingkungan Pemkot Bandung.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa sistem ini akan menjamin transparansi dalam mutasi dan rotasi jabatan.
"Dengan TalentDNA, kita bisa menempatkan the right person in the right place berdasarkan data riil, sehingga meminimalisir tuduhan subjektivitas pimpinan," tuturnya.
Hal senada disampaikan Kepala BKPSDM, Epi Hendarin, yang menyebut bahwa teknologi ini adalah penghargaan sekaligus alat bantu bagi Wali Kota untuk memilih talenta terbaik dalam melayani masyarakat.
Di akhir pelatihan, para peserta menyatakan komitmennya untuk segera mengimplementasikan hasil training dalam keseharian. Kepala DPMPTSP, Erick menekankan pentingnya sikap "Gercep" (Gerak Cepat) dalam bekerja.
"Penting bagi kita untuk tidak hanya menyerap teori, tetapi langsung mempraktikkannya. Kita harus 'gercep', jangan banyak berpikir dan ragu dalam bekerja mewujudkan Bandung Utama serta menyongsong Indonesia Emas 2045," tegas Erick.
Melalui sinergi antara kecerdasan emosional, spiritual, dan bantuan teknologi mutakhir, Pemerintah Kota Bandung optimis dapat menghadirkan birokrasi yang lebih bersih, melayani, dan amanah bagi seluruh warga Bandung.