Senin, H / 02 Februari 2026

Pentingnya Corporate Culture di Lingkup Bank Sumsel Babel, Dirut: Salah Satu yang Saya Pelajari dari Pak Ary dan ESQ adalah

Jumat 24 Jun 2022 18:12 WIB

Reporter :EDQP

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

Impact Culture: “I’ve become convinced that culture is the most important predictor of where a company is going” (Malcom Gladwell, Author the book the tipping point)

ESQNews.id, JAKARTA – Dalam acara Leadership Forum “Building Corporate Culture as The Winning Strategy in 2022” yang digelar pada tanggal 24 Juni 2022 secara Hybrid tersebut (offline di Palembang, online melalui Zoom Meeting), Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB) Achmad Syamsudin turut hadir memberikan paparannya. 

“Kita kedatangan Pak Ary Ginanjar dari Jakarta. Ia adalah Founder dari ESQ Group, yang akan menyampaikan beberapa hal terkait corporate culture. Yang saya tahu, penyampaian materinya bagus sekali. Saya yakin waktu beliau sangatlah sibuk, tapi inilah kesempatan kita untuk belajar. Dulu ustadz saya bilang, kalau ingin belajar harus mengosongkan hati atau buka hati,” paparnya.

Achmad Syamsudin menuturkan bahwa insan Bank Sumsel Babel sudah melakukan banyak program, namun tetap saja budaya kerja harus lebih disosialisasikan bahkan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang perlu kita bangun saat ini adalah culture. Mengapa? Karena di situasi yang penuh perubahan ini atau yang disebut era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) itu sisi yang pertama. Tapi sisi lain ada lagi yang namanya sustainability yang harus kita tuju. Di sisi ini kita fokus bagaimana memajukan people, ekonomi, performance dan lainnya. Hal ini akan dibahas oleh Pak Ary,” jelas Dirut BSB itu sambil tersenyum ke arah Ary Ginanjar.



Membahas tentang ESQ serta pakarnya, Achmad Syamsudin mengaku dapatkan insight atau pembelajaran di dalamnya.

“Salah satu yang saya pelajari dari ESQ adalah bagaimana kita bisa cerdas secara spiritual, sehingga kita bisa memaknai dan menghadapi perubahan-perubahan di era VUCA serta sustainability. Kita juga bisa memaknai kehidupan serta pekerjaan kita sebagai ibadah. Terimakasih Pak Ary semoga nanti kita bertemu lagi,” tutupnya.

Sebagai penghargaan dan memberikan apresiasi, Dirut BSB menyerahkan plakat kepada motivator Indonesia tersebut sekaligus mengabadikan moment dengan foto bersama.



Ary memulai sesinya dengan ber-Pantun sama halnya yang dilakukan Dirut BSB sebelum membuka acara, “Mentari pagi bersinar dengan hangat. Terbit dari timur hingga ke barat. Pagi hari ini saya sangat bersemangat. Karena berjumpa dengan para pemimpin BSB yang hebat.”

Puluhan insan BSB pun bertepuk tangan sambil tersenyum satu sama lainnya.



“Mohon izin, bukan maksud saya untuk menggurui bapak dan ibu BSB, saya juga tidak maksud untuk mengajari ikan hiu berenang. Karena saya tahu bahwa BSB ini TOP BUMD Awards Bintang 5, TOP CEO BUMD 2022, TOP Pembina BUMD 2022. Luar biasa,” puji Ary untuk BSB sambil acungkan jempolnya.

Bank Sumsel Babel berhasil raih penghargaan Corporate Governance Perception Index (CGPI) Tahun 2020 sebagai The Trusted Company  (Terpercaya) yang merupakan sebagai pengakuan korporasi telah menjalankan serangkaian proses dalam pemenuhan Good Corporate Governance (GCG) di dalam perusahaan.

<more>

“Namun sedikit saja saya memberikan inspirasi tentang budaya kerja yang kebetulan saya diberikan amanah oleh Menteri BUMN untuk mengubahBUMN dari segi budaya kerjanya. Semua corporate culture namanya AKHLAK. Kemudian Program itu dibawa oleh KemenPANRB, akhirnya seluruh ASN juga memiliki kesamaan core valuesnya menjadi BerAKHLAK. Kami yang memotret 130 BUMN dan Anpernya, lalu 2 bulan lagi ada 5 juta orang ASN akan memberikan reportnya,” ungkap Tokoh Pembangunan Karakter itu.

Ia juga menambahkan, “Jadi setelah di Kementerian, di BUMN dan hari ini saya hadir di Bank Sumsel Babel, tempat kelahiran bapak saya almarhum Opa Rohim Agustjik yang murni berdarah Palembang.”



Seperti tema yang diusung hari ini, Ary Ginanjar menjelaskan soal pentingnya membangun budaya kerja atau corporate culture di era yang serba tak menentu ini (VUCA), “Menurut John Kotter dan James L Heskett dalam buku corporate culture dan perform mengatakan bahwa sikap bersama, pola perilaku, dan nilai nilai yang diwariskan oleh kelompok manusia yang kohesif dari satu generasi ke generasi berikutnya.”

“Adapun definisi lain dari budaya kerja adalah tentang apa yang kita lakukan di sekitar kita, ‘sesuatu’ yang akan kita tinggalkan kepada generasi berikutnya, apa yang kita lakukan ketika tidak ada yang melihat, serta mindset yang mengatur perilaku pegawai,” ucapnya dengan sangat luwes.



Maka dari itu, semua organisasi harus punya fondasi untuk membangun budaya kerja di tengah ‘badai’ VUCA, “Saya menyebutnya kompas dan jangkar. Dengan kata lain yaitu memegang teguh core values serta core purpose. Misalnya Jepang punya prinsip Bushido, Korea ‘Urinara’, BUMN ‘AKHLAK’, sedangkan Kementerian/Lembaga punya core values BerAKHLAK.”

Selain Dirut BSB, hadir pula secara luring Eddy Junaidi AR (Komisaris Utama), Burhanuddin (Komisaris Independen), Noversa (Komisaris Independen), Syahputra Satria (Komisaris Independen), Antonius Prabowo Argo (Dir. Bisnis), Samiluddin (Dir. Keuangan), Oktiandi (Dir. Operasional), Mustakim (Dir. Kepatuhan & Manajemen Resiko), Pemimpin Divisi, Pemimpin Cabang, Pemimpin Bagian, Adhoc Leader, tim dari ESQ/ACT Consuting, dan lainnya.



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA