Senin, H / 13 April 2026

Penganugerahan Profesor Kehormatan Ary Ginanjar Agustian bertema Karakter Hukum sebagai Fondasi Peradaban: Dialektika IQ, EQ, dan SQ

Rabu 11 Feb 2026 11:50 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Sebuah tonggak sejarah baru bagi dunia hukum dan pendidikan karakter di Indonesia sebentar lagi akan ditorehkan. Universitas Jayabaya akan menganugerahkan Gelar Profesor Kehormatan (Honoris Causa) kepada Pendiri ESQ Corp, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, dalam bidang Ilmu Hukum dengan kepakaran khusus: Karakter Hukum.


Prosesi pengukuhan akan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026 dan akan dihadiri oleh tokoh-tokoh bangsa, mulai dari Pimpinan Lembaga Negara hingga jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Merah Putih. 


Acara ini juga akan disaksikan oleh ribuan pasang mata melalui live streaming di kanal YouTube aryginanjar.official dan uag.university. Serta Instagram (@ary.ginanjar dan @uag.university).




Karakter Hukum: Fondasi Peradaban Bangsa


Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk "Karakter Hukum sebagai Fondasi Peradaban Bangsa", Prof. (H.C) Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian akan menekankan bahwa krisis hukum yang melanda negeri ini bukanlah sekadar krisis aturan, melainkan krisis manusia.


"Hukum seringkali direduksi menjadi sekadar perangkat teknis kekuasaan. Namun, hukum yang bermoral meniscayakan konsistensi dan penghormatan terhadap martabat manusia.


Ketika manusia hukum kehilangan arah batin, hukum perlahan kehilangan jiwanya," tegas sosok yang dikenal sebagai tokoh pembangunan karakter bangsa ini.


Menurut Ary, selama ini, pendidikan hukum kita sangat kuat pada dimensi kognitif (IQ) yaitu logika hukum dan prosedur formal. Namun, kecerdasan tanpa integritas mudah berubah menjadi alat pembenaran.


"Oleh karena itu, saya menawarkan konsep "Excellence with Morality". Ini adalah integrasi tiga kecerdasan yaitu Kecerdasan Intelektual (IQ) yang menjamin ketepatan norma dan argumen hukum, Kecerdasan Emosional (EQ) yang membentuk pengendalian diri dan empati di tengah tekanan dan kepentingan.


Serta Kecerdasan Spiritual (SQ) yang memberikan orientasi makna agar tetap lurus meski kejujuran tidak memberikan insentif materi," tuturnya.


Lebih lanjut, "Pendidikan hukum harus bergerak dari transmisi pengetahuan menuju formasi manusia hukum. Lulusan hukum tidak boleh hanya cakap secara teknis, tetapi harus teguh secara etis. 


Kita membutuhkan ruang refleksi moral dalam kurikulum agar karakter tumbuh sebagai kesadaran batin, bukan kepatuhan palsu."


Menuju Indonesia Emas 2045


Mengutip pesan legendaris Prof. Baharuddin Lopa, Ary mengingatkan bahwa hukum bukanlah alat kompromi, melainkan kompas moral. Ia menekankan bahwa peradaban Indonesia hanya akan tegak jika hukum tumbuh dari akar nilai Pancasila dan disirami oleh kecerdasan intelektual, emosional, serta spiritual.


"Kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045 bukan hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi mulia secara karakter. Agenda besar kita bukan hanya memperbaiki regulasi, tetapi memulihkan nurani," pungkasnya.


Universitas Jayabaya, dengan tagline "Kami Bangga Menjadi Milik Bangsa", kini memiliki sosok Guru Besar yang siap mengabdikan ilmu dan nilainya demi menghadirkan pendidikan hukum yang tidak hanya sah secara normatif, tetapi juga adil, beretika, dan bermartabat.


Dukungan Akademisi dan Tokoh Nasional


Penganugerahan ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai rektor universitas ternama. Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyatakan bahwa kontribusi Ary Ginanjar dalam menggabungkan IQ, EQ, dan SQ sangat relevan bagi kehidupan hukum dan ketatanegaraan. 


Senada dengan itu, Rektor Universitas Islam Makassar, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, menyebut pemikiran Ary memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan kesadaran hukum yang beretika.


Dukungan luas terhadap penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Ary Ginanjar Agustian terus mengalir. 


Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kiriman video serta surat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari jajaran Menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, para Rektor, hingga tokoh-tokoh nasional serta internasional dari Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ dan Malaysia.


Suasana semakin berwibawa karena pada saatnya nanti, Prof. (H.C) Ary Ginanjar akan naik ke atas panggung didampingi oleh rekan sejawat Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi bergengsi dengan toga kebanggaan mereka, di antaranya: Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA (ITS), Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. (Universitas YARSI), Prof. Dr. Ir. Arief Satria, M.Si. (IPB University), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., M.H. (Universitas Borobudur), Prof. Dr. Drs. Rivan Achmad Purwantono, SH., MH. (UNISSULA).


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA