Senin, H / 02 Februari 2026

Pemimpin Masa Kini Punya ‘Rahasia’, Founder ESQ Bongkar Formula 4I di Transformational Leadership Program

Kamis 06 Oct 2022 18:32 WIB

Reporter :EDQP

Potret Saat Acara Berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - "Pimpinan bertanggungjawab mendefinisikan, membentuk, dan membangun budaya organisasi. Bahkan tugas utama seorang pimpinan adalah membentuk dan mengelola budaya organisasi" - Edgar Schein.

 

Itulah salah satu kalimat yang dikutip oleh Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian saat memberikan pelatihan ESQ Transformational Leadership Program kepada kurang lebih 20 orang. Pelatihan digelar selama 2 hari pada tanggal 6-7 Oktober 2022 secara hybrid.

 

Jabatan para peserta yakni setingkat kepala kantor, owner, director, manager, kepala departemen dan lainnya. Mereka berasal dari lembaga atau perusahaan yang berbeda yakni Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dari beberapa provinsi di Indonesia, Bank Indonesia, PT Kaltim Methanol Industri, Re/Max Fast, PT Inti Pantja Press Industri, PT Sucofindo, PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

 


“Seorang pemimpin merupakan sosok penting yang mampu membaca setiap situasi dengan cermat, jeli melihatnya dari berbagai sisi, mampu mengetahui kapasitas timnya, serta tahu bagaimana cara untuk mengembangkannya dengan tepat,” ujarnya dari Ruang Mutiara 2 Lantai 2 The Ritz Carlton, Jakarta.

 

Kepemimpinan transformasional atau transformational leadership adalah sebuah gaya kepemimpinan yang mengidentifikasi perubahan yang diperlukan, menyusun visi yang akan membuka jalan bagi perubahan yang dibuat dan melaksanakan rencana yang diperlukan agar perubahan tersebut terjadi. Sangat mudah untuk melihat mengapa gaya kepemimpinan ini penting dalam dunia yang senantiasa berubah saat ini.


 

Sebelum masuk materi, pria yang mengaku mantan ASN itu bertanya kepada peserta terkait arti leadership atau kepemimpinan serta harapannya mengikuti perhelatan ini.

 

“Saya ingin tahu bagaimana caranya menggerakan tim budaya kerja di suatu perusahaan/lembaga, sehingga tim yang masuk atau bergabung (rekrutmen) bisa merasakan belief yang sama. Inginnya, saat mereka masuk bisa mengetahui grand why atau tujuan mereka bekerja,” ucap Rose dari RE/MAX Fast.


 

Wanita yang berprofesi sebagai business owner itu berharap bahwa, “Seorang pemimpin bisa eksplisit memberikan itu tanpa memberikan nasehat, arahan, namun bisa keluar dari diri karyawan atau tim tersebut. Karena ketika mereka punya ‘why’ dalam bekerja, artinya mereka sudah punya fondasi yang kuat dan tentu tinggal menjalankan berbagai strategi yang berpotensi pada kenaikan performance.”


<more>

 

Ary Ginanjar yang mendengar penuturan itu merekomendasikan Rose untuk mempelajari ilmu coaching lebih dalam lagi bersama Coach Arief G Rahman Saleh (trainer ESQ).

 

Metode Coaching adalah sebuah teknik bertanya dan mendengarkan seseorang tanpa ada unsur menasehatinya. Tujuannya adalah untuk menggali potensi yang ada pada dirinya, perencanaan strategi, bahkan mempunyai perencanaan untuk menyelesaikan permasalahannya tanpa diberikan saran atau masukan dari orang lain.


 

Tak hanya itu, menurut sang motivator Indonesia 'rahasia' pemimpin masa kini, harus mempunyai compassion dan mission serta memahami formula 4I (Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, Individualized Consideration) Transformational Model.

 

“Sebagai seorang pemimpin, yang utama itu harus mempunyai compassion dan mission. Compassion ibaratnya jantung, dan mission adalah paru-parunya. Sebagai leaders, kita harus mengetahui hal yang disuka, yang dibutuhkan oleh karyawannya (mengingat SDM). Selanjutnya masuk ke dalam lingkaran tim, saling bertukar dan menyatukan pikiran agar selaras menjalankan organisasi,” jelas pria kelahiran Kota Kembang itu.


 

Dilanjutkan paparannya, “Saya memiliki 17 Perusahaan di berbagai bidang, yang 90% orang di dalamnya adalah dari generasi millennials. Saya harus bisa mengelola mereka yang tak cukup hanya berorientasikan kepada intelektual namun melingkupi emosional dan spiritual.”

 

“Ingat, Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi Anda tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka,” katanya.

 

Kemudian masuk kepada formula I yang pertama yaitu Idealized Influence. Artinya seorang pimpinan harus memiliki role model dari compassion dan mission itu. Kemudian yang kedua adalah Inspirational Motivation, seorang Pemimpin harus bisa memberikan inspirasi atau layaknya sebagai seorang guru.


“Yang ketiga adalah Anda sebagai pemimpin harus bisa menstimulasikan orang agar mengeluarkan ide-idenya (Intellectual Stimulation). Dan terakhir yaitu Pemimpin yang mampu memilih orang yang tepat agar sesuai dengan posisi yang dibutuhkan (Individualized Consideration). Kalau ini sudah dimiliki dan digabungkan maka peran Anda sebagai leaders akan berhasil mengubah perusahaan/lembaga Anda bahkan Indonesia menjadi lebih baik,” terangnya dengan penuh rasa optimisme.




Untuk materi lainnya akan dipandu oleh Kader Kader Ary Ginanjar, yakni Ahmad Zaki, Rinaldi Agusyana, serta Putri Pamela (Managing Partner ACT Consulting).




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA