ESQNews.id, BANDUNG - Training paling favorit kembali menemani weekend dengan produktif dan mengisi daya diri menjadi penuh semangat baru, Training ESQ Executive. Menyatu padukan tiga kecerdasan yakni intelektual, emosional, dan spiritual untuk mengiringi siapa saja yang masih mencari jati diri dan arti kehidupan.
Training Executive yang digelar selama dua hari ini diadakan di Ballroom Hotel Grand Preanger, Bandung pada tanggal 2-3 September 2023 dan dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta secara offline dari berbagai lembaga dan perusahaan atau secara individual.
Pemupukkan semangat melalui training ini dirasa sangat bermanfaat bagi para peserta yang sudah mengikuti, tidak heran training executive menjadi salah satu training paling favorit yang pelaksanaannya dilakukan minimal 1 bulan sekali (jadwal menyesuaikan).
Para Peserta yang hadir, dipandu langsung oleh kader dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Iman G. Herdimansyah yang ditemani juga oleh Coach Yendra (trainer ESQ Jabar).
"Salah satu tujuan bapak ibu semuanya hadir di sini apakah benar untuk menemukan 3K dalam hidup yakni Kebahagiaan (happy), Ketenangan atau kesehatan (healthy), Kesuksesan atau kesejahtetaan (wealthy)? Kita selaraskan dulu tujuannya," kata Coach Iman.
Semua peserta menganggukan kepalanya tanda setuju dan mengatakan "Yes".
Lalu, pria yang gagah dengan jas-nya itu mengatakan bahwa kunci sukses nomor satu adalah Grand why. Memiliki grand why sebelum big why dan strong why, yang dimana ini lahir dari kecerdasan spiritual. Senantiasa mengabdikan diri untuk misi terbesar, yakni hidup untuk Allah atau Tuhan Semesta Alam.
Bukan sekedar strong why yang orientasi pada materi, bukan sekedar big why yang fokus pada dorongan emosional, namun lahir niat dari grand why yang lebih dari semua itu, yakni untuk memberikan kontribusi dengan yang lain.
“Dalam hidup, kita juga harus memiliki 3 kecerdasan, intelektual, emosional, dan spiritual. Kombinasikan 3 kecerdasan itu dalam aktivitas di kehidupan sehari-hari," lanjutnya.
Kunci mendapat 3K yang berikutnya adalah kenali talenta kita, kenali potensi orang terdekat kita. Dan ESQ punya assessment yang namanya TalentDNA.
TalentDNA adalah metode untuk mengidentifikasi kecenderungan pola perilaku yang terus berulang di berbagai situasi secara alami natural dan spontan. Pola perilaku itu termasuk apa yang kita rasakan pikirkan, dan lakukan sehingga mempengaruhi cara kita merespon dan mengambil keputusan.
Iman mengatakan apa yang pernah disampaikan Gurundanya, yakni, "Ketika kita tahu potensi atau talenta sejati yang ada dalam diri kita maka kita akan mampu memaksimalkannya dalam kehidupan kita, dalam apapun peranan kita dan dalam berinteraksi dengan lingkungan kita, sehingga terhindar dari salah pengertian, ekspektasi berlebih hingga stress yang menyebabkan kita tidak bahagia."
"Setelah itu kunci selanjutnya yakni paham akan makna 165 yakni ihsan, iman, dan islam. Satu hati, enam prinsip, dan lima langkah. Living with ESQ Way 165, atau ESQ model.
ESQ Model adalah proses mengeluarkan fitrah dari dalam diri, sehingga dapat membangun ketangguhan diri dalam prinsip-prinsip sesuai dengan rukun iman, dan mengeluarkannya menggunakan langkah-langkah.
Proses pembersihan hati dan pikiran dilakukan dengan meruntuhkan 7 jenis belenggu yang disebut dengan metode zero mind process. Kemudian membangun mental dengan mempelajari 6 prinsip utama dalam kehidupan yang akan menumbuhkan kemampuan mental kuat, tangguh, memiliki impact luas, dan berpengaruh baik.
Setelahnya ESQ Way 165 sebagai proses pengembangan ketangguhan pribadi yang dilakukan dengan mempelajari dan mempraktekkan strategi yakni mission statement, character building, dan self control. Ditambah dengan proses pengembangan ketangguhan sosial dengan strategic collaboration dan total action.
"Maksud yang satu hati itu hati yang seperti apa? Yakni hati yang sudah menemukan tujuan hidupnya, atau sudah menemukan 3 jawaban dari 3 pertanyaan (siapa saya, dimana saya, mau kemana saya?)
Tapi juga hati yang bahagia, hati yang sudah menemukan nilai-nilai luhur di dalam dirinya yang muncul menjadi potensi kebaikan yang hari ini disebut oleh yang tercinta Pak Ary yang di sebut “talenta” itulah yang ada di dalam hati manusia, itu adalah sumber kebaikan itu adanya di warna yang putih.
Namun bagaimana jika kita melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur, tidak sesuai dengan talentanya? Itu terjadi karena ada belenggu yang menutupinya. Dari mana belenggu itu tercipta? dari pikiran kita. Karena apa yang saya lihat, apa yang saya lakukan dan jadilah dia belenggu.
Itulah yang kita bersihkan yaitu cara membersihkannya dengan 100x istigfar, dengan berwudhu itu adalah daily zero mind process (semua agama menyesuaikan caranya masing-masing). Yang keren lagi, Anda punya weekly, Anda diberi waktu special sebagai raja atau yang termulia dibanding hari lahir yaitu hari jumat. Itu waktu untuk me time, untuk healing," papar Iman.
Pelatihan ESQ itu mendapat respon dan komentar yang positif dari para peserta. Beberapa di antaranya ungkapkan lewat testimoni berikut ini:

Riska Rustianti (Kepala SD Uswatul Islam Kota Bandung), "Alhamdulillah 2 hari mengikuti ESQ Executive ini, saya mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Terlebih ada program baru dari training ini adalah TalentDNA. Dari TalentDNA ini telah mengingatkan sebagai seorang pimpinan itu harus memahami (perilaku, talenta, keunggulan, keunikan dalam diri) anak buahnya begitu pun sebaliknya. Kita harus saling menghargai setiap kodrat alam, fitrah yang Allah atau Tuhan berikan.
Sehingga mudah-mudahan pulang dari sini saya semakin bisa memetakan dan menghargai, mencintai semua binaan-binaan saya, semua guru-guru saya, murid-murid saya yang tentunya memiliki perbedaan talenta satu dengan yang lainnya.
So, menurut saya, TalentDNA sangat memberikan insight yang luar biasa. Alat assessment yang dapat mewakili terutama bagi orangtua yang akan menjemput cita-cita dan kebahagiaan untuk anak-anaknya."

Margareta Mega Natalia (Pengajar di SMK Negeri 3 Cimahi), "Motivasi saya mengikuti training ini adalah ingin mengetahui lebih dalam bagaimana, pemahaman tentang ESQ (emosional dan spiritual dalam kehidupan ini). Ternyata setelah mengikuti dari hari pertama sampai hari kedua ini sangat-sangat luar biasa banget.
Training ini mengingatkan saya beberapa tahun ke belakang kepada dua hal, yang pertama yaitu kondisi dimana saya mencari tujuan hidup saya yaitu islam. Saya mendapatkan suara hati saya untuk mencari tentang ke-islaman saya lewat adzan, dan tadi kita adzan bareng-bareng.
Yang kedua, saya mencari bagaimana menjadi orang islam itu dituntun oleh teman saya, katanya kalau ingin menjadi orang islam itu kamu harus bersyahadat, kalau kamu ga bersyahadat kamu gak bisa jadi orang islam. Dan di hari kedua ini saya menguatkan syahadat saya, itu bener-bener keren luar biasa banget.
Dan training ini sangat saya rekomendasikan kepada teman-teman, noted ESQ ini bukan hanya untuk muslim tapi non muslim juga wajib mengikuti training ini."
<more>

Estu (Angkasa Pura 2), "Dalam rangkaian acara ESQ training ini saya jadi lebih mengerti bagaimana sih maksud dan tujuan saya hidup di dunia ini, yang tadinya saya masih gelap, masih banyak kebingungan dan lain sebagainya. Di training ini bener-bener dibuka mata saya, hati saya juga dibuka bahwa tujuannya hanyalah mengabdi kepada Allah.
Dan dalam training ini bener-bener mencakup seluruh usia baik dari anak-anak, remaja, bahkan dari orang yang sudah berusia karena memang konsep pembelajaran yang ada disini dapat diterima dengan baik dari segi segala usia.
Terlebih lagi, training ini punya assessment yang bernama TalentDNA. Tadi malam saya mengikuti seminarnya, menurut saya TalentDNA sangat bermanfaat untuk kita apalagi untuk teman-teman yang menginjak usia bekerja, jadi kita bener-bener tau nih apasih potensi dari diri kita yang memang bisa kita tonjolkan.
Lalu, dari potensi-potensi itulah kita dapat berkembang melaksanakan tugas-tugas kita dalam bekerja. Jadi untuk temen-temen yang pengen tau banget bagaimana sih sebenernya potensi diri kita. TalentDNA ini sangat berguna, saya juga kebetulan baru mendaftar. Menurut saya ini sangat berguna untuk masa depan bagaimana kita bisa mengontrol diri kita dengan berlandaskan potensi-potensi yang ada di diri kita.
Jadi buat temen-temen ada keinginan untuk mengikuti training ESQ atau assessment TalentDNA ini jangan ragu, ikut saja dulu dan temen-temen akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat insya Allah."

Uti Thamrin Jamil (Asal dari Bandung), "Saya mengikuti training ESQ ini, banyak perubahan-perubahan yang dirasakan dalam diri saya, terutama mindset. Jauh sebelum saya mengikuti training ESQ ini saya tidak tau diri saya seperti apa, tapi Alhamdulillah setelah mengikuti training 2 hari saya seperti terlahir kembali dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
So buat teman-teman semuanya, ikuti training ini ketika ada kesempatan, bagus banget bisa ajak keluarga, sahabat atau teman-teman kerjanya untuk mengupgrade dirinya dan mengupgrade pribadinya. Jangan lewatkan training-training yang ada di Bandung ataupun di luar kota. ESQ Luar Biasa."

Eri Eka Sukarini (berasal dari Indramayu), "Saya dan tim mengikuti ESQ ini tentu ada harapan, kami ingin dari institusi dengan mengikuti ini kita lebih terarah dan dibimbing, kan ada coach-nya yang membimbing kita. Mengingatkan kita kembali, bahwa kita sebenarnya makhluk Allah yang paling sempurna, kita sebenarnya sudah dibekali talenta dasar yang dimiliki sebagai manusia.
Misal, kita ada kecerdasan intelektual, emosional, spiritual namun kita mungkin belum bisa mengembangkan secara maksimal dan terarah. Nah dengan adanya kita mengikuti ESQ ini kita mengenal diri kita secara mungkin lebih mendalam yang seperti disampaikan kemarin pertemuan, apasih tujuan kita diciptakan, what i think, who i am (siapa saya, dimana saya dan mau kemana saya?) itu mungkin dengan kita ada coach jadi kita lebih mengenali secara dalam.
Kemudian, secara pribadi dengan mengikuti ini kita berharap memunyai pribadi yang lebih baik, mungin baik dalam beribadah, dalam bersosialisasi di lingkungan kita, kemudian kita juga untuk secara lembaga tentunya dengan mengikutkan tim ke sini diharapkan bisa bekerja maksimal, loyalitas dan profesional.
Terimakasih untuk Coach Iman yang sudah membimbing kita selama 2 hari dan terimakasih untuk Dr. Ary Ginanjar."

Muaram Syarifudin (SMPN 44 Bandung), "Alhamdulillah hari ini saya telah mengikuti ESQ training. Banyak hal yang saya rasa bermanfaat terutama untuk bermuhasabah diri. Jadi apa yang akan kita lakukan, siapa diri kita, mau kemana kita, semuanya dijelaskan secara detail di sini.
Jadi mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini makna hidup dan tujuan hidup kita semakin berarah. Semoga untuk ke depannya kegiatan ESQ ini lebih semarak lagi, pesertanya lebih banyak lagi, sehingga manfaatnya bisa kita rasakan bersama.
Luangkan waktu untuk join training ESQ ya teman-teman."

Risa Marisa (SMPN 73 Bandung), "Luar biasa saya sangat banyak menerima manfaat dari kegiatan training ini, sebetulnya sebelum mengikuti training banyak pertanyaan dan kegundahan kemudian mungkin dengan cara Allah yang luar biasa saya dihadirkan disini dan menemukan jawaban akan pertanyaan-pertanyaan saya itu di antaranya adalah kebahagian, ketenangan dan juga kesuksesan.
Ke-3 nya itu dicari bukan hanya berkaitan dengan keduniaan tapi jawaban untuk saya bahwa semuanya berpusat pada Allah SWT. Mudah-mudahan bapak ibu dan rekan-rekan semua dapat mengikuti training ini dan mendapat keluasan rezeki dari Allah dan Allah panggil untuk ikut serta dalam training ini bersama-sama."





