Senin, H / 13 April 2026

MENTAN AMRAN SEBUT KEBERADAAN MBG STABILKAN HARGA TELUR AYAM

Selasa 03 Mar 2026 17:08 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Jktinfo

ESQNews.id, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan keberadaan program makan bergizi gratis (MBG) berperan penting dalam menjaga stabilitas harga telur ayam di tingkat peternak maupun pasar konsumen.


“Sekarang ada MBG (makan bergizi gratis). Ini yang alhamdulillah luar biasa MBG. MBG ini membuat harga telur stabil. Kalau harga turun, MBG yang menyerap,” kata Mentan di sela-sela kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa.


Menurutnya, pasokan telur yang beredar berasal dari peternakan dalam negeri, baik peternak rakyat maupun perusahaan, yang terhubung dalam ekosistem distribusi berkelanjutan pada program tersebut.


Amran menjelaskan, ketika harga telur di pasar mengalami penurunan signifikan, MBG hadir sebagai penyerap produksi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga.


Skema tersebut dinilai efektif mencegah anjloknya harga di tingkat peternak, sehingga usaha tetap berjalan dan tidak merugi akibat kelebihan produksi.


Sementara itu, kelebihan produksi yang tidak terserap program dalam negeri didorong untuk masuk pasar ekspor melalui kolaborasi dengan pelaku usaha swasta.


“Kemudian swasta mengekspor. Indahnya kalau kita kolaborasi. Saya ulang, MBG menyerap telur dan ayam manakala harga turun, MBG menyerap. Dan selebihnya swasta yang mengekspor,” ucap Amran.


Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, peternak rakyat, dan perusahaan swasta menjadi kunci terciptanya mekanisme pasar yang sehat dan saling menguntungkan.


“Jadi antara peternakan rakyat dan perusahaan gandengan tangan. Indah kan,” tuturnya.


Amran menegaskan pola kemitraan tersebut tidak bersifat sementara, melainkan dirancang dalam skema jangka panjang dan berkelanjutan.


Dengan pola serap dan ekspor berjalan beriringan, pemerintah optimistis stabilitas harga telur ayam dapat terus terjaga serta mendukung kesejahteraan peternak nasional.


Meski begitu, Mentan tidak menyebutkan berapa rata-rata harga telur ayam ras saat ini baik di tingkat peternak maupun di level konsumen. Hanya saja, dia menegaskan kehadiran program MBG mampu menstabilkan komoditas tersebut.


Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia dilansir di Jakarta, Selasa pukul 17.01 WIB mencatat harga telur ayam ras secara nasional mencapai Rp32.600 per kilogram.


Adapun sesuai ketentuan pemerintah, harga acuan pembelian (HAP) telur ayam ras di tingkat peternak ditetapkan Rp22.000 hingga Rp25.000 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) di level konsumen sebesar Rp30.000 per kilogram. (Jktinfo)


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA