Ibu itu pun berkata, “Sayang, Bunda di sini ya menunggu Ade.
Kita hanya akan tidur kalau sudah sikat gigi. Bunda sudah siapkan buku untuk
kita baca sebelum tidur," kata ibu tersebut yang sangat tahu kegemaran
anaknya, yaitu dibacakan buku.
Selama anak itu menangis, ia dan suaminya berdiskusi tentang
arti penting konsistensi. Tujuannya, mereka saling menguatkan, agar tak cepat
menyerah.
Si ayah lalu membuka sebuah buku cerita anak dan membacakannya
isinya. Buku itu bercerita tentang buaya yang sakit gigi karena suka makan
permen namun malas sikat gigi.
Si Anak tampak mulai tertarik dengan buku yang dibaca
ayahnya. Ia masih menangis tapi suaranya sudah lebih pelan. Lalu ia berkata pada
ibunya, "Bunda aku ingin dipeluk Bunda!"
"Ya, Bunda juga ingin peluk Ade. Bunda akan peluk kalau Ade akan tidur, tapi setelah sikat gigi ya," jawab si ibu lembut.

Tangisannya mereda lalu mendekat, “Bunda, aku mau sikat gigi,”
katanya, "terus aku mau dibacakan buku buaya!" Si ibu pun bernafas
lega.
Setelah acara bersih-bersih selesai dan ke tempat tidur,
lalu ibu itu membacakan buku cerita yang tadi dibaca suaminya.
Belum selesai buku dibaca, anak itu sudah tertidur.
Keesokan paginya, anak itu bicara sama ayahnya, “Ayah, masa buaya tidak mau sikat gigi kalau mau tidur!” katanya.
(Dikutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter Karya Ida S. Widayanti pakar parenting)