ESQNews.id, JAKARTA - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menggelar 2 acara sekaligus dalam 1 waktu, yakni Rapar Koordinasi dan Launching Core Values ASN BerAKHLAK pada tanggal 25 Oktober 2022 di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara Jakarta.
LKPP adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden Republik Indonesia.

Dalam kesempatannya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menghadiri Rapat Koordinasi tersebut yang duduk berdampingan dengan Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group).
Yang mana di pagi harinya mereka berdua telah bertegur sapa dan memberikan sambutan di Kementerian Perdagangan dalam Launching Core Values ASN BerAKHLAK juga.
Pada rapat yang mengusung tema "ASN BerAKHLAK, Profesionalitas Meningkat, Kinerja Menguat" itu, Menteri Anas menyaksikan secara langsung penandatanganan komitmen core values ASN BerAKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa yang dilakukan oleh segenap Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkup LKPP.
"Saya berharap komitmen ini dapat diimplementasikan dalam mendukung terwujudnya reformasi birokrasi yang berdampak sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo," katanya.
Hadir dalam acara ini Sekretaris Utama LKPP Robin Asad Suryo; Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP Sarah Sadiqa; segenap Jabatan Pimpinan Tinggi Madya; dan pegawai di lingkup LKPP.
Di hadapan para insan LKPP, Ary Ginanjar menggambarkan situasi ke depan, karena beberapa tahun yang lalu LKPP maupun KemenPANRB masih berada di jaman 3.O. Sedangkan sekarang jaman sudah bertranformasi menjadi 4.O (IT, Teknologi, Informasi atau Digitalilasi) bahkan menuju 5.O (masyrakat super pinter).
"Kita berada di Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Jadi untuk menghadapi perubahan seperti ini, ibarat gedung (Imperial Hotel) yang tetap berdiri kokoh meskipun diterjang gempa bumi pada tahun 1923," ungkapnya
Pria yang juga merupakan ASN 7 tahun yang lalu itu berujar, "Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata yang membuat gedung itu kuat bertahan adalah fondasi yang kokoh."
"Pertanyaannya, apa fondasi ASN supaya bisa bertahan 100 bahkan 1000 tahun?" tanyanya kepada puluhan ASN Eselon 1 serta jajarannya yang hadir itu.
Ada sebuah riset dari Arie De Geus dalam buku The Living Company, menyatakan bahwa ada 2 fondasi yaitu Core Values dan Core Purpose. Jadi, meskipun di masa yang akan datang terjadi perubahan sehebat apapun, tak akan goyah jika punya 2 kekuatan itu.
"Core Values ASN yaitu BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) sedangkan Core Purposenya (Employer Branding) Bangga Melayani Bangsa," kata Ary.
Dengan adanya fondasi itu diharapkan bisa melahirkan atau membentuk Superman-ASN yang memiliki 5 kekuatan.
"Artinya, sebagai ASN yang akan menjadi calon pemimpin bangsa, kalian harus memiliki 5 agility, change agility yakni mampu beradaptasi dengan perubahan apapun, mental agility yakni mampu bertahan dalam kondisi apapun, people agility yakni mampu bekerja sama dengan siapapun, learning agility yakni mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat, dan result agility yakni mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun,” paparnya.
<more>
Sebagai informasi, bicara soal Lembaga dan Kementerian, saat ini juga sedang berlangsung pengisian survei Indeks BerAKHLAK oleh ACT Consulting (ESQ) untuk 632 Kementerian/Lembaga/Daerah untuk sekitar 4,5 juta ASN di seluruh Indonesia.
Sudah dimulai pada tanggal 29 Agustus 2022. Program ini dibagi dalam 4 batch, yaitu: Instansi Pemerintah wilayah Indonesia Barat, kemudian wilayah Indonesia Tengah, lalu wilayah Indonesia Timur dan yang terakhir Instansi Pemerintah Pusat.
Tujuannya agar program internalisasi BerAKHLAK ini tepat sasaran. Sebagaimana halnya ketika akan melakukan treatment kesehatan, maka harus dilakukan cek laboratorium (general check up). Sehingga bisa diketahui siapa yang menderita sakit dan sakitnya apa, lalu diberikan pengobatan yang presisi oleh ACT Consulting.




