Senin, H / 02 Februari 2026

Laporan Final OCHI Polri dari ESQ (UAG) Jadi Pijakan Perbaikan Budaya Institusi

Minggu 23 Nov 2025 19:08 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhadap transformasi institusi dan pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) memasuki babak baru yang krusial.


Pada Jumat (21/11/2025), bertempat di Ruang Kerja Wakapolri Lantai 2, Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, dilaksanakan penyampaian Laporan Final Organization Culture Health Index (OCHI) Polri.




Acara penting ini dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., yang memimpin pertemuan dengan penuh keterbukaan dan keseriusan.


Laporan OCHI ini merupakan hasil survei dan diagnosis mendalam terhadap budaya kerja Polri yang diselenggarakan oleh ESQ bersama Universitas Ary Ginanjar (UAG), melalui program studi Psikologi dan Computer Science.


Dalam suasana yang hangat namun fokus, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan Polri.


"Terima kasih atas keterbukaan Pak Wakapolri, Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., dalam menerima masukan terkait survei dan diagnosis budaya kerja Polri yang baru saja selesai dilakukan oleh ESQ bersama Universitas Ary Ginanjar (UAG) program studi Psikologi dan Computer Science," ujar Ary Ginanjar.


Ia menegaskan metodologi survei yang digunakan adalah objektif dan tanpa intervensi dari pihak manapun.


Tujuannya adalah untuk "menampakkan yang selama ini tidak terlihat di bawah permukaan apa adanya," sehingga institusi dapat menemukan data dan mengetahui akar masalah yang sesungguhnya.


Tujuan utama dari diagnosis budaya ini adalah "menghadirkan kembali nilai-nilai terdalam dari jiwa Polri di seluruh Indonesia."


Hasil OCHI ini diharapkan menjadi peta jalan untuk penguatan karakter institusi dan perbaikan kualitas SDM Polri secara menyeluruh.


Ary Ginanjar secara khusus mengapresiasi sikap terbuka Wakapolri. "Kami mengapresiasi sikap terbuka Pak Wakil Kepala karena serius dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan memperkuat karakter institusi Kepolisian Republik Indonesia. Mohon doanya," tambahnya.


Keterbukaan pimpinan Polri dalam menerima hasil diagnosis ini dinilai sebagai langkah awal yang paling penting menuju transformasi sejati.


Sejalan dengan nilai-nilai yang selalu digaungkan ESQ, Ary Ginanjar mengutip sebuah pernyataan yang menginspirasi: "Keterbukaan membuka jalan bagi perubahan yang berarti."


Sekilas info, pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Polri yang menunjukkan komitmen kolektif terhadap pembangunan institusi:


- Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Ekonomi, Irjen Kristiyono, S.I.K., M.Si.


- Dosen Kepolisian Utama TK I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Dr. Umar Effendi, S.I.K., M.Si.


- ⁠Wakaposko Presisi, Brigjen Dr. Indarto, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Si. 


Brigjen Dr. Indarto mengatakan bahwa, "Dengan kerjasama ini menunjukan niat Polri untuk melakukan perbaikan dan itu dilakukan secara ilmiah berbasis ilmu pengetahuan. Riset tersebut sebagai baseline studi untuk melakukan perbaikan."


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA