ESQNews.id, BEKASI — Sebuah langkah revolusioner dalam dunia pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) resmi dimulai di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi menggelar pertemuan strategis dengan pendiri ESQ, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian beserta jajaran pimpinan seperti Dr. dr. Kusnanto Saidi, MARS dan Dr. Jhonny.
Pertemuan penting ini menyepakati agenda besar untuk mengubah wajah Kota Bekasi menjadi "Lumbung Talenta Nasional" berbasis teknologi pemetaan minat dan bakat canggih yang dikenal dengan nama TalentDNA - yang diinisiasi oleh Ary Ginanjar.

Kolaborasi ini tidak hanya menyasar sektor pekerja formal, melainkan juga menyentuh akar rumput yang selama ini jarang terjamah secara optimal, mulai dari penyandang disabilitas, generasi muda di tingkat SMP melalui Program GENRE, hingga penyiapan ribuan UMKM dan tenaga kerja di kawasan industri raksasa Bekasi Raya.
Salah satu poin paling mengejutkan sekaligus menyentuh dari hasil kesepakatan ini adalah ditempatkannya kelompok disabilitas sebagai showcase atau percontohan utama.
ESQ bersama Pemkot Bekasi berkomitmen memulai pilot project pemetaan TalentDNA secara gratis di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bekasi. Program ini akan melibatkan langsung para siswa beserta guru pendampingnya.
Pemkot Bekasi dan ESQ menegaskan bahwa pemetaan bakat ini bukan sekadar formalitas di atas kertas.
Seluruh hasil pemetaan TalentDNA pada anak-anak disabilitas akan dianalisa secara komprehensif, di mana anak-anak yang memiliki bakat artikulatif akan diberikan pembekalan khusus seperti Public Speaking dan Bahasa Inggris.
Aksi nyata ini nantinya akan langsung didemonstrasikan di hadapan Wali Kota Bekasi pada agenda puncak 29 Agustus 2026 mendatang, di mana para siswa disabilitas akan menunjukkan bakat terbaik mereka, seperti pembacaan puisi yang didampingi langsung oleh expertnya.
Fokus kerja sama ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah penyiapan "Bekasi Lumbung Talenta Nasional" melalui pemetaan karakter dan potensi pencari kerja, siswa SMP, hingga percontohan di sekolah disabilitas.
Pilar kedua memuat pengembangan ESQ Halal Hub dan Program Penyelia Halal. Melalui TalentDNA, tim akan mengidentifikasi kandidat yang memiliki kemampuan analitis tinggi untuk dicetak sebagai Penyelia Halal dan Auditor Halal (khususnya memanfaatkan lulusan Ahli Gizi) guna melayani potensi besar di kawasan industri raksasa seperti MM2100 dan Jababeka.
Pilar ketiga berfokus pada penguatan Gen-Z dan penyiapan bonus demografi sejak dini melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan untuk jenjang SMP hingga SMA dan SMK.
Guna memantapkan program ini, rangkaian langkah maraton telah disusun rapat. Langkah awal dimulai dari penyampaian Surat Audiensi II dan penyerahan draft MoU "Bekasi Lumbung Talenta Nasional" kepada Wali Kota Bekasi melalui fasilitasi Dr. Kus.
Selanjutnya, tim ESQ langsung bergerak mengeksekusi piloting TalentDNA di sekolah disabilitas, menyusun proposal, serta menyiapkan skenario demonstrasi hasil pemetaan untuk dipaparkan terlebih dahulu kepada Wali Kota sebelum penghujung Agustus.

Rangkaian kegiatan ini akan bermuara pada momen krusial tanggal 29 Agustus 2026. Pada tanggal tersebut, Ary Ginanjar dijadwalkan hadir secara khusus dan naik ke panggung utama untuk meresmikan penandatanganan MoU bersama Wali Kota Bekasi, sekaligus meluncurkan program ESQ Halal Hub secara resmi.
Selain Kota Bekasi, program kolaborasi strategis ini juga dijajaki untuk diperluas ke wilayah Kabupaten Bekasi dengan dukungan Bupati setempat, serta menjajaki potensi kerja sama dengan SPPG.
Melalui langkah komprehensif ini, Pemerintah Kota Bekasi optimistis dapat melompat lebih jauh dalam penyiapan tenaga kerja yang presisi, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus memberikan nilai tambah nyata bagi peningkatan kualitas SDM masyarakat Kota Bekasi secara keseluruhan.