Senin, H / 02 Februari 2026

Kemeriahan HUT & Silaturahmi PATAKA 83, Ary Ginanjar Diapit oleh Para Jenderal (TNI-Polri)

Minggu 26 Feb 2023 14:00 WIB

Reporter :EDQP

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Hari Minggu, 26 Februari 2023 di Gedung Balai Samudera Kelapa Gading Jakarta Utara telah berlangsung HUT PATAKA 83 ke-40 tahun dengan sangat meriah. Acara tersebut diikuti oleh 490 orang secara luring.


Perayaan ini dilaksanakan setiap tahun sebagai agenda rutinan. Tepat di HUT PATAKA ke-40 acara yang diselenggarakan di tahun ini mengusung tema besar “Merajut Kebersamaan Menjalin Persaudaraan Keluarga Besar PATAKA 83” dan rekan-rekan dari lulusan AKABRI Tahun 1983 dari Matra Laut yang menjadi tuan rumah penyelenggara.


Setelah pensiun, PATAKA 83 melanjutkan pengabdian di berbagai tempat dan bidang sesuai pilihan dan kemampuan masing-masing, ada juga yang benar-benar menikmati masa purna tugas dengan mengurus keluarga di rumah.




Dalam kesempatannya, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian diundang oleh Laksamana TNI Purn Ade Supandi untuk memberikan sambutan atau seminar motivasi kepada ratusan abdi negara itu.


Dan Founder ESQ Group itu hadir memberikan pencerahan kepada para tamu yang merupakan para pensiunan TNI dan POLRI. Harapannya agar di masa pensiun/purna tugas itu mereka diberi kesehatan, aktifitas yang bermanfaat untuk orang lain, menyiapkan diri untuk kembali ke sang Pencipta, menata hati dan pikiran, tidak post power syndrome. 


Dengan pembekalan dari motivator, para purnawirawan diharapkan mampu melewati/merubah sikap, tingkah laku, dan cara berpikir yang lebih realistis bahwasanya saat ini bukan siapa-siapa lagi dengan menanggalkan semua atribut yang selama ini disandang dan menjadi masyarakat biasa seperti termasuk resiko-resiko dalam kehidupan bermasyarakat yang akan dihadapi.


"Kalian harus jadi pensiunan yang bahagia. Tetap berkontribusi kepada negeri. Terlebih banyak orang yang berpendapat bahwa pensiun adalah episode yang menakutkan dan mencemaskan. Seolah pensiun adalah akhir dari segalanya, banyak yang tidak bisa survive setelah pensiun," papar Ary.


Karena menurut riset yang dilakukan ESQ Masa Persiapan Pensiun (ESQ MPP), berdasarkan survey ARS (Anxiety Rating Scale), 67% dari 2.107 calon pensiunan mengalami kecemasan. Bahkan hingga panik dalam menghadapi masa pensiun.


"Mengapa demikian? Sebesar 48% kecemasan pensiun disebabkan oleh faktor psikologi atau mental. Sedangkan faktor kesehatan sebesar 29% dan faktor keuangan sebesar 23%," tambahnya.




Kemudian Ary menjabarkan salah satu modul dari ESQ MPP. Bahwa untuk menjadi pensiunan yang bahagia, sejahtera itu harus mampu managing energy (mengatur energi di level 700 atau tercerahkan). Hindari energi yang memacing amarah, rasa bersalah, sedih, menjadi apatis dan lainnya. Karena itu termasuk low energy.


"Seperti kapal yang kipasnya dikemudikan dengan baik agar mencapai tujuan. Sama halnya kita yang jika pikiran atau energinya dikelola dengan positif maka hasilnya juga akan baik," kata pria dengan batik birunya nan gagah.


Lebih lanjut, "Tips selanjutnya agar bahagia yaitu grateful heart atau senantiasa bersyukur. Bersyukur telah pensiun jadi waktu bersama keluarga atau pasangan lebih banyak lagi. Itu contohnya. Kemudian selalu apresiasi kepada mereka di setiap moment."


"Lalu kita harus Growth Mindset fokus ke hal yang positif dan bisa menjadi diri yang lebih berkembang lagi. Terakhir yaitu Grand Why atau menemukan meaning and purpose (tujuan hidup). Saat bekerja atau sudah pensiun, semuanya itu adalah bentuk pengabdian kita kepada sang Pencipta," papar Ary di hadapan petinggi TNI dan Polri.


"Karena kebahagiaan bukanlah soal uang atau pekerjaan. Tetapi mengelola hati, emosi, dan pikiran kita. Setelah itu baru mampu mengelola aktivitas pensiun maupun keuangan di masa pensiun," sambungnya.




Dalam momentnya juga, Ary diapit oleh para Jenderal. Mereka adalah tamu VVIP yang diundang oleh panitia yakni Irjen Pol (Purn) Pudji Hartanto, Laksamana TNI (Purn) DR. Ade Supandi, Jendral TNI (Purn) Mulyono (mantan Kasad), Marsekal Madya TNI (Purn) Hadiyan.


Adapun tamu VVIP lainnya yang diundang yakni Letjen TNI Purn M Munir mantan Wakasad (TNI Angkatan Darat), Laksamana Madya TNI Purn Widodo, Laksamana Madya TNI Purn Arie Soedewo (TNI Angkatan Laut), Marsekal TNI Purn Agus Supriatna. Sedangkan dari Kepolisian yakni Jenderal Pol Purn Prof Dr Budi Gunawan, SH.




Mereka hadir juga bersama pasangannya dengan batik yang kompak setiap Matra.


"Nanti tolong kasih tahu ke tim saya, setiap Matra dari laut, udara, darat serta polri kirimkan masing masing 2 orang untuk mengikuti coaching bersertifikat BNSP secara gratis selama 6 hari," kata Ary.


Ade Supandi yang juga sahabat dekat Ary Ginanjar mengucapkan terimakasih sebesar besarnya.


"Terimakasih Pak Ary yang juga guru saya, telah memberikan pembekalan kehidupan untuk PATAKA 83 ini," ucap Ade.


<more>


Ade Supandi yang menjadi tuan rumah itu mengatakan bahwa suasana hari ini membuktikan bahwa PATAKA 83 bisa bersahabat selamanya. Persahabatan yang saling menerima. 


"Menurut saya persahabatan di antara kita ini termasuk membela ibu pertiwi hingga akhir hayat seperti lagu hymne Taruna tadi."


"Saya selaku purna TNI mengingatkan bahwa seorang perwira setelah pensiun itu bukanlah kembali ke sipil melainkan ke masyarakat. Seperti yang tertulis di undang undang pemerintahan," tambahnya.


Dikatakan olehnya juga, jika pensiun bukan berarti selesai beraktivitas. Namun tetap memberikan kontribusi apapun pangkatnya dulu kepada negara, kepada masyarakat. 


Sebagai informasi, sebelum acara silaturahmi akbar di gelar, telah dilakukan beberapa rangkaian acara lainnya yaitu di antaranya ziarah makam rekan-rekan yang telah mendahului dan ziarah makam ke TMP Kalibata, serta olahraga golf bersama dengan rekan-rekan alumni PATAKA 83 dari seluruh matra laut, darat, udara dan Polisi.




Keluarga Besar Alumni AKABRI Tahun 1983 tergabung dalam sebuah wadah/paguyuban yang Bernama PATAKA 83. Dalam perjalanan pengabdiannya kepada bangsa dan negara sebagai Prajurit dan Abdi Negara dipenuhi dengan berbagai pengalaman suka dan duka, termasuk tantangan dan rintangan.


Meskipun secara formal telah dapat menyelesaikan tugas dan pengabdiannya di TNI dan POLRI namun untuk mempererat tali silahturahmi setiap tahunnya PATAKA 83 memperingati hari jadinya dengan berkumpul bersama. 


Hal tersebut tentunya karena adanya kekompakan dan solidaritas yang kuat antar alumni baik di TNI dan POLRI serta saling mendukung dalam setiap tugas.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA