Senin, H / 02 Februari 2026

KemenPANRB Siap Adopsi AI untuk Manajemen Talenta ASN, Menguak 'TalentDNA' Aparatur Negara

Minggu 16 Nov 2025 19:38 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Transformasi Aparatur Sipil Negara (ASN) menuju standar kelas dunia semakin menemukan jalannya. Tepat hari Jumat (14/11/2025), di Gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), dilaksanakan audiensi strategis mengenai AI Talent Management dengan Menteri PANRB, Rini Widyantini SH., MPM.


Audiensi yang berlangsung pukul 10.00 WIB ini menjadi momen penting di mana KemenPANRB menunjukkan keterbukaan dan responsivitas yang tinggi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) ASN.


Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, sebagai inisiator atau pelopor sistem AI Talent Management, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap visi kepemimpinan Menteri Rini Widyantini.


"Saya salut dengan cara berpikir dan Keterbukaan Ibu Rini Widyantini SH., MPM., Menteri PANRB, yang sangat responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang sumber daya manusia (SDM), khususnya manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN)," ujar Ary Ginanjar.


Dalam diskusi tersebut, terungkap sebuah fenomena krusial: 74% pekerja mengalami salah penempatan (sumber: press.careerbuilder.com). Realitas ini menuntut adanya pergeseran paradigma total dalam manajemen talenta.


Ary Ginanjar menekankan perlunya mengatasi masalah ini dengan segera melalui transformasi radikal:


"Dari yang semula subjektif menjadi objektif. Dari rasa menjadi data. Dari mahal menjadi efisien. Dari lambat menjadi real-time dan presisi," katanya.


Teknologi SDM berbasis Artificial Intelligence (AI) kini hadir sebagai solusi untuk memungkinkan proses memilih dan memilah talenta dilakukan secara cepat, akurat, dan lebih objektif.


Selama ini, Manajemen Talenta ASN umumnya hanya menilai dari dua unsur, yaitu 'kinerja' dan 'potensial'. Namun, dalam audiensi tersebut, Ary Ginanjar memperkenalkan unsur ketiga yang dianggap sangat esensial: 'Talent DNA' yaitu talenta bawaan ciptaan Tuhan.


Rini Widyantini menyambut baik gagasan tersebut. Ibu Menteri menyampaikan bahwa bisa saja Talent DNA dapat menjadi pelengkap seperti halnya konsep 4 sehat 5 sempurna.


"Dengan memasukkan unsur tambahan TalentDNA melalui pemanfaatan AI, pengembangan ASN diprediksi akan jauh lebih cepat, tepat sasaran, dan masif. 


Keunggulan AI yang memungkinkan proses dilakukan secara real-time dan no limit akan mengoptimalkan potensi setiap aparatur negara," tuturnya.


Keterbukaan KemenPANRB terhadap inovasi AI ini diharapkan menjadi katalisator bagi akselerasi transformasi SDM di sektor publik.


"Semoga di bawah kepemimpinan Ibu Menteri PANRB, transformasi ASN terus maju, mendukung Asta Cita, dan membawa ASN Indonesia menuju standar kelas dunia," tutup Ary Ginanjar, optimis bahwa langkah ini akan memperkuat fondasi birokrasi Indonesia.


Adapun para pejabat KemenPANRB yang turut hadir membersamai Rini Widyantini yakni Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, Staf Khusus Menteri PANRB Tasdik serta Kepala Biro Kepegawaian Sri Rejeki.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA