ESQNews.id, MAJALENGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat lonjakan drastis angka kejadian bencana sepanjang November 2025. Peningkatan intensitas curah hujan disinyalir menjadi pemicu utama tren kenaikan ini.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat puncak musim penghujan diprediksi baru akan terjadi pada awal tahun depan.
Lonjakan kasus terlihat signifikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berikut rincian data yang dihimpun BPBD:
– November 2025: Tercatat 81 kejadian (73 bencana alam, 8 non-alam).
– Dominasi: Tanah longsor menjadi kasus terbanyak, disusul cuaca ekstrem (21), banjir (3), dan gempa bumi (2).
– Dampak: 44 rumah rusak (mulai dari ringan hingga berat) dan 1 fasilitas pendidikan terdampak.
– Oktober 2025: Hanya tercatat 21 kejadian.
– Dampak: 4 rumah mengalami kerusakan.
Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama BPBD Majalengka, Wawan Suryawan, menjelaskan bahwa tanah longsor mendominasi laporan bencana bulan ini.
“Meningkatnya kejadian bencana akibat intensitas hujan yang mulai sering turun. Wilayah selatan yang merupakan pegunungan sangat rawan longsor di musim ini,” ujar Wawan.
Masyarakat, khususnya yang tinggal di zona rawan, diminta untuk ekstra waspada. Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, mengingatkan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat baru akan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. [infomjlk.com]




