ESQNews.id, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak mempengaruhi stok pisang dan pepaya di ibu kota.
“Karena stok kita kan sebenarnya agak berlebih, sehingga apa yang terjadi di lapangan tidak mengganggu sama sekali untuk kekurangan stok di Jakarta,” kata Pramono saat dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.
Untuk itu, kata dia, kebakaran tersebut juga tidak akan mempengaruhi kenaikan harga pepaya maupun pisang di Jakarta.
Sebelumnya, Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengungkapkan kerugian akibat kebakaran 350 kios di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, pada Senin (15/12) pagi mencapai Rp10 miliar.
Namun meski menyebabkan kerugian materiil yang besar, Kepala Seksi Operasional Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api serta menghitung kerugian secara lebih rinci.
Berdasarkan kronologi, api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan pasar yang sedang melakukan patroli di sekitar kios.
Upaya pemadaman awal sempat dilakukan dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun api dengan cepat membesar sehingga tidak dapat dikendalikan.
Petugas keamanan kemudian menghubungi pihak pemadam kebakaran.
Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri dari 16 unit dari Jakarta Timur, dua unit dari dinas terkait, dan satu unit bantuan dari Jakarta Selatan.
Selain itu, sebanyak 95 personel juga diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. [Jktinfo]





