ESQNews.id, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapatkan 5 penghargaan sekaligus dari Ary Ginanjar Agustian. Founder ESQ Group/ACT Consulting International itu memberikan apresiasi secara langsung kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran dan ASN Se-Jatim.
Penghargaan yang diraih yaitu Top 5 Index Implementasi BerAKHLAK Tingkat Provinsi, Rangking 2 Indeks Implementasi Nilai Berorientasi Pelayanan, Top 10 Pemerintah Provinsi dengan Indeks Implementasi Adaptif, Top 10 Pemerintah Provinsi dengan Implementasi Kompeten, serta Top 10 Pemerintah Provinsi dengan Implementasi Akuntabel.
Ary menjelaskan bahwa pengukuran dan pemetaan Indeks Implementasi BerAKHLAK ini dilakukan oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga independen terpercaya ACT Consulting International/ESQ melalui metode OCHI (Organization Culture Health Index) dalam bentuk pengisian survei. Survei tersebut diisi langsung oleh pegawai organisasi yang bersangkutan.
Penilaian tersebut dilakukan atas survei unit lembaga penyelenggara terhadap 4 juta ASN dari 700 kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah dengan syarat penilaian 360 derajat. Sehingga penilaian tersebut murni dari seluruh ASN, bukan subyektivitas lembaga penyelenggara survei.
Penghargaan diberikan langsung dihadapan Sekretaris Daerah Adhy Karyono, Para Asisten Sekda, Para Staf Ahli Gubernur Jatim, Para Ka. OPD Jatim, Para Sekda Kabupaten/Kota, Para Ka. BPSDM/BKPSDM Kabupaten/Kota Se-Jatim yang berjumlah 150 orang.
Penyerahan penghargaan untuk Pemprov Jatim itu bertepatan dengan agenda "Penguatan Implementasi Core Values ASN BerAKHLAK Bersama Gubernur Jawa Timur dan Founder ESQ Group" pada Senin 6 Maret 2023, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
"Selamat, Pemprov Jatim ini luar biasa dalam merespon dan langsung mengimplementasikan Core Values BerAKHLAK ini. Semua terbukti dengan adanya penghargaan ini, dan dampaknya bisa dirasakan oleh para ASN serta jajarannya se-Jatim," kata Ary.
Ary, mantan ASN itu juga memuji kepemimpinan Khofifah untuk Wilayah Jatim. Ary katakan lewat pantun, "Launching Ber-AKHLAK di Surabaya. Gubernurnya Ibu Khofifah Indar Parawansa. Wanita Bukan Hanya Tiang Keluarga. Doa Kami Semoga Tahun Depan Menjadi Tiang Negara."
"25 tahun lalu, saya sudah memikirkan sebuah konsep bahwa seorang pemimpin itu harus punya 3 kecerdasan yakni intelektual, emosional, dan spiritual."
"Dan saya temukan 3 kombinasi tersebut di sosok beliau (Ibu Khofifah)," lanjutnya.
Agar 3 kombinasi ini bisa menyebarluas kepada para ASN Jatim, maka core valuesnya harus lebih diperkuat lagi. Termasuk memiliki integritas yang tinggi.
Pendiri Menara 165 itu menjelaskan bahwa ada tiga strategi untuk membangun ASN yang berintegritas yaitu, komitmen intelektual, komitmen emosional, dan komitmen spiritual.
“Komitmen intelektual itu jelas arahan Pak Presiden, Menpan RB. Komitmen emosional itu jiwa ASN dan ini sudah tercapai. Pertama kali di Indonesia sudah mencapai pada komitmen spiritual dengan memakai nilai keTuhanan dan itu saya temukan di Jatim,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa dengan kondisi seperti ini, dia percaya bahwa dengan tiga komitmen ASN BerAKHLAK ini bisa terlaksana. Tidak cukup dengan komitmen intelektual dengan pemerintah, komitmen emosional dengan mental, dan dengan komitmen spiritual karena merasa dilihat oleh Tuhan dan itu ditemukan di Jatim.
“Saya berharap Jatim komplit karena kita tahu bahwa integritas itu tidak cukup hanya pengawasan dan tidak cukup hanya laporan, tapi integritas adalah merasa melihat dan dilihat oleh Tuhan,” pungkasnya.
Gubernur pun menekankan pentingnya mengimplementasikan core values ASN BerAKHLAK. "Penguatan demi penguatan dari karakter BerAKHLAK lahir batin harus menjadi referensi kita bersama. Semangat dan positive thinking juga perlu kita bangun," pesan Gubernur Jatim.
“Core values ASN BerAKHLAK itu antara lain mengajak kita akuntabilitas iya, tapi bagaimana kemudian kita bergerak memberikan pelayanan. Itu artinya bahwa ASN itu pelayan masyarakat. Jadikan itu menjadi bagian dari setiap pola gerak kita,” katanya.
Lebih lanjut dia menandaskan bahwa ASN pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. Khofifah menegaskan jika hal itu diwujudkan maka akan menciptakan kebersamaan, keberseiringan dalam melayani masyarakat. Dan lebih lanjut akan terbangun keikhlasan demi keikhlasan.
“Kemudian akan mengambil posisi pada kesimpulan bahwa tidak ada kesuksesan yang kita raih karena atas dasar profesionalisme dan kinerja produktifitas kita, tentu kesuksesan itu ya kinarja, ya kedisplinan, ya profesionalisme, tapi juga berseiring dengan Ridho Allah,” tandasnya.
Sehingga harus ada penguatan demi penguatan untuk penguatan dari karakter BerAKHLAK sehingga menjadi referensi bersama. Bahkan, penguatan itu bisa menjadi senjata untuk menghadapi prediksi IMF yang mengatakan ekonomi suram bahkan cenderung gelap pada 2023 ini.
“Tapi, saya optimis dengan kebersamaan kita memberikan penguatan termasuk karakter ASN BerAKHLAK lahir batin dengan yang kita bangun. Rasanya apa yang menjadi prediksi Cristalina (Managing Director IMF) bisa kita jawab, tidak menjadi gelap tapi menjadi terang, pola seperti ini menjadi semangat bersama,” tandasnya.
“Mari membangun kekuatan demi kekuatan, kesuksesan demi kesuksesan, kemanfaatan demi kemanfaatan, keberkahan demi keberkahan, tidak hanya untuk Jatim, tapi demi masyarakat dunia,” tambah Khofifah.
Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU tentang Program Pembangunan Karakter dan Budaya BerAKHLAK di Lingkungan Pemprov Jatim antara Gubernur Khofifah dan Founder ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian.
Hal itu disaksikan juga oleh Waketum Forum Komunikasi Alumni ESQ International sekaligus Wakapolri Komjen Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna, Trainer ESQ Iman Herdimansyah, Branch Manager ESQ Jatim Nofel Windo dan lainnya.




