ESQNews.id, JAKARTA - PT Eka Bogainti (Hokben) memiliki purpose (tujuan) dan values (nilai dasar) yang kuat untuk berkembang dan siap hadapi segala kondisi di era VUCA ini (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Sehingga Hokben bisa membuka cabang sebanyak 335 store di Indonesia hingga akhir tahun 2022. Bahkan rencananya, Hokben akan go international atau membuka cabang di mancanegara.
Hokben selalu memegang teguh serta konsisten dengan purpose atau visinya yakni "Bring goodness to nourish people's life by creating and providing food with integrity.” Artinya yaitu “Membawa kebaikan untuk memelihara kehidupan masyarakat dengan menciptakan dan menyediakan makanan yang dapat dipertanggungjawabkan (berintegritas).”
Dengan kekuatannya itulah Hokben bisa bertahan di era sulit tahun 1998 (krisis moneter), masa Pandemi Covid-19 namun tidak ada sistem ‘pengeluaran karyawan’ (PHK). Bahkan di saat Hoka Hoka Bento di Jepang gulung tikar, namun Hokben justru semakin berkembang dan menjadi pelopor di Indonesia.
Hokben Indonesia memiliki berbagai inovasi-inovasi untuk mempertahankan perusahaannya, di antaranya Grab Kitchen (take away), Frozen Food, dan lainnya.

Untuk lebih memperkuat purpose dan values Hokben serta pengembangannya di tahun 2023, Hokben berkolaborasi dengan ACT Consulting International (ESQ) untuk menggelar “Personal Transformation Program” selama 1 hari penuh pada tanggal 12 Januari 2023 di Ruang Cordoba, Menara 165, Jakarta.
Hadir di dalamnya Paulus Arifin (Direktur Utama), Hendra (Komisaris Utama), Ria (Direktur HRGA), Martin (Direktur Manufacture), Sugiri (Direktur Operational), Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting International (ESQ)), Eka Chandra (trainer), serta 70 Orang (BoD, Senior Manager, Manager Hokben).
“Saya langsung merinding ketika membaca purpose atau visi Hokben yang luar biasa ini. Harapannya purpose dan values ini akan terus mengalir hingga Hokben berusia 100 tahun bahkan lebih. Jadi kalau bisa, bukan hanya dari jajaran pimpinannya saja, namun diperkuat hingga ke para pegawai Hokben, agar selaras,” tutur Ary.
Motivator Indonesia itu memaparkan hasil survei terkait rahasia yang membuat korporasi bisa bertahan hingga 100 tahun yakni karena corporate culture-nya (budaya perusahaan).

“Korporasi tersebut sangat menjaga core values (nilai dasar) dan core purposenya (tujuan/visinya) sehingga bisa berumur panjang. Sama halnya dengan Hokben yang sudah memiliki purpose serta values yang luhur, sehingga Hokben ke depannya bisa buka cabang di seluruh Indonesia hingga ke mancanegara,” harap Ary.
“Bagaimana caranya? Seluruh insan Hokben harus punya keluasan hati, super agility, yang dilengkapi dengan kompetensi. Saya percaya kalau Hokben tak hanya menjaga kesehatan fisik, namun hati juga,” sambungnya.
<more>
Ke depannya, kata Ary, ia akan siap dukung dan memberikan training kepada seluruh insan Hokben dari mulai pimpinan hingga pegawainya.
“Tak hanya atasan saja, namun di bawahnya juga perlu diberikan pembekalan seperti ini. Agar penyebaran visi misi Hokben merata.”

Hal tersebut disetujui oleh Direktur Utama Hokben, Paulus. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena telah dilakukan sebuah pelatihan yang difasilitasi oleh ACT Consulting International (ESQ).
“Training ini sungguh menyentuh hati saya. Terutama soal grand why, saya merasa tercerahkan kembali. Karena saat itu kita semua diberikan kesempatan untuk saling bertegur sapa, saling menyemangati dan begitu banyak tim yang memeluk saya dengan erat,” ungkap Paulus.
“Terimakasih kepada Pak Ary yang sudah memberikan pencerahan kepada kami dengan penuh semangat. Harapannya bisa mengangkat kesadaran dan menerapkan kultur daripada organisasi kami. Sesuai dengan landasan ESQ bahwa segala sesuatu harus dibangun dari fondasi yaitu hati dan juga dengan pilar pilar values,” lanjutnya.
<more>
Lebih lanjut, “Sebenarnya itu semua sudah ada di Hokben, terutama fondasinya. Namun kali ini kami ingin lebih mengokohkan kembali di tahun 2023 sehingga harapannya Hokben bisa tetap bertahan hingga 100 tahun ke depan bahkan lebih.”
Apalagi, katanya, di tahun 2023, Hokben mempunyai program corporate yaitu Awareness Corporate Culture ke seluruh karyawan terutama para leaders. Kita sudah mempunyai konsep pengelolaan budaya, yaitu melalui pengelolaan infrastruktur yang mendukung perubahan dan pengelolaan leadership sebagai penggerak perubahan perilaku.
Ia berharap dengan adanya pelatihan ini, para Atasan (peserta) mampu ‘menularkan’ penyelarasan personal values dengan corporate values kepada anggota tim. Lalu, seluruh karyawan yang totalnya memiliki personal values yang selaras dengan core values Hokben sehingga terbentuk perilaku yang diharapkan Perusahaan. Dan seluruh Atasan sebagai culture driver mampu menjadi change agent budaya Hokben. Dan berharap training ini dilakukan secara berkelanjutan.

Tak di sangka, ternyata ayahanda dari Paulus yakni Hendra (Komisaris) adalah kawan lama Ary Ginanjar 25 lalu saat di Telkomsel.
“Pantas saja antara Hokben dan ESQ rasanya sudah seperti saudara, ternyata Pak Ary ini kawan saya ketika di Telkomsel. Bagi saya, Hokben dan ESQ itu satu ruh karena prinsip hidupnya berasal dari hati.”
Ia melanjutkan, “Harapannya setelah mengikuti training ini, kita semua bisa lebih memahami culture kita sehingga bisa lebih mudah menjalankannya sepenuh hati dan jiwa. Training inilah yang menjadi referensi untuk mewujudkan harapan tersebut.”
Kemudian, acara dilanjutkan oleh Coach Eka sebagai trainer.




