Senin, H / 02 Februari 2026

Ilmu Mencari Saklar dan Cara Penggunaanya di PT Pelindo III

Selasa 13 Oct 2020 16:25 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: mrelectric.com

ESQNews.id, JAKARTA – “Ingatlah, perjalanan yang sukar dan berat biasanya akan berakhir di tempat tujuan yang indah,” papar Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian dalam postingan instagramnya di awal tahun 2020.


Menurutnya, 95% orang kandas di jalan dan memilih untuk menyerah. 5% nya lagi adalah orang-orang yang tetap gigih melanjutkan perjalanan hingga mencapai tujuan meskipun tubuhnya penuh luka.


Kalimat itu pula yang disampaikan oleh Coach Nofel (Trainer ESQ) dalam Program Internalisasi Akhlak ‘Living The Grand Why and Quantum Excellence’ Batch 1 di PT Pelindo III.


“Bagaimana kita menjadi orang yang sukses? Jika saya ilustrasikan, bahwa Anda semua masuk ke dalam ruangan yang gelap. Apa yang Anda lakukan pertama kali?” tanyanya kepada para peserta training.


Sekitar 390 orang dari portizen Pelindo III menjawab saklar pada kolom chat zoom meeting.


“Ya kita harus mencari saklar, kemudian mengaktivasinya. Siapa tahu selama ini kita punya saklar tapi gak tahu cara menggunakannya,” lanjut Nofel.


<more>


Ia mengibaratkan sebuah komputer yang harus menemukan hot bottonnya lebih dulu.


“Kalau manusia itu harus temukan brain (otaknya), yang bisa menentukan sukses atau tidak. Jangan-jangan banyak orang yang cerdas namun dia tidak bisa mengaplikasikan di lingkungan sekitarnya.”




Balik lagi ke 95% orang yang gagal, karena ia hanya mendalami skill dan knowledge atau IQ. Sedangkan 5% orang yang sukses mendalami mental atau EQ, dan spiritual atau SQ. Di sinilah faktor pembedanya.


Di masa Pandemi seperti ini, tak cukup hanya kecerdasan intelektual saja namun perlu kecerdasan emosional dan spiritual. 


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA