Sabtu, H / 17 April 2021

Hidup Seberani Ini (2)

Rabu 18 Mar 2020 16:01 WIB

Author :M. Nurroziqi

ilustrasi

Foto: dok.ESQ

Oleh: M. Nurroziqi

ESQNews.id - Sebagaimana seorang yang beragama, konsep berdoa pun sejatinya adalah ruang indah untuk membangun sugesti hebat di dalam diri. Doa-doa itu merupakan kepasrahan yang diawali dari upaya berprasangka baik atas setiap kehendak Allah Swt yang musti diterima dan dijalani. Sebagaimana atas merebaknya Virus Covid-19 atau Corona ini. Bukan hanya tentang virus yang menyebar dan menular yang santer diberitakan. Tetapi, penyebaran berita yang tidak bijak atas virus itu sendiri yang justru berdampak pada pola pikir dan sugesti yang kelak menancap di alam bawah sadar manusia.


Was-was dan rasa takut yang semakin besar, justru akan melemahkan sistem kekebalan di dalam tubuh. Jika sudah demikian, tubuhpun menjadi lemah dan gampang terserang sakit. Waspada boleh. Takut, jangan. Berhati-hati, harus. Bersikap berlebihan dan keterlaluan yang tidak diperbolehkan. Biasa saja. Jika Allah Swt satu-satunya yang kita yakini dan pasrahi sebagai pelindung, maka tidak satu pun yang bakal bisa menyerang.


Bersyukurlah mereka yang sehat dari dalam. Yang senantiasa berprasangka baik dan berpikir positif. Yang berani. Yang tidak bisa didera oleh ketakutan-ketakutan terhadap apapun saja. Jangan sampai berita-berita yang kurang bijak melemahkan jiwa, mengubah hati dan cara pandang menjadi tidak karu-karuan.


Setiap penyakit itu lemah. Karena itu di setiap adanya penyakit, pasti sudah terdapat obat untuk menyembuhkannya. Setiap tubuh pun dianugerahi kekebalan tersendiri terhadap segala macam jenis penyakit. Di bagian-bagian tertentu dari tubuh ini, ada fungsi-fungsi hebat yang diciptakan Allah Swt untuk melindungi manusia dari segala macam ketidak-baikan. Sedang, satu-satunya cara untuk memaksimalkan setiap fungsi hebat di dalam tubuh adalah dengan berprasangka baik, berpikir positif. Sekali hati dan pikiran sudah terkoyak oleh hal-hal yang tidak nggenah, seketika itu segala kekebalan tubuh mulai melemah.

<more>

Mari membincangkan hal-hal baik. Mari saling menyemangati untuk kesehatan bersama. Tidak perlu panik. Tidak usah gaduh dan menjadikan keruh suasana dengan hal-hal kurang bijak. Banyak sekali Kiai dan Ulama, Pesantren-pesantren, dan Lembaga Thoriqot, dan lain sebagainya yang mengijazahkan beragam doa sebagai ikhtiar untuk bisa terhindar dan menyingkirkan wabah virus Covid-19 atau Corona ini dari tubuh dan bumi pertiwi tercinta ini. Pilih satu dari sekian doa itu. Rutinkan. Istikamahkan. Ini sudah menjadi bagian hebat untuk membangun pikiran agar semakin positif. Sekaligus mensucikan hati agar senantiasa berprasangka baik. Dan pendaran doa-doa itu akan menjadi tameng bagi keselamatan bersama. Aammiin.


Selain itu, tetaplah menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Mengatur pola makan. Berolahraga. Istirahat yang cukup. Bersikap sewajarnya atas satu kondisi. Rileks. Santai. Selebihnya, pasrahkan semua kepada Allah Swt.


Semoga kita baik-baik saja.

Al-Aman. Al-Aman. Al-Aman.

Allohumma Indonesia Raya Aman.

 

*M. Nurroziqi. Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya. Penulis buku-buku Motivasi Islam.



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA