Senin, H / 02 Februari 2026

HD Sutisno Institute Undang ESQ dalam Dialog Kebangsaan, Dihadiri oleh Para Tokoh Se-Jabar

Selasa 10 Jan 2023 22:53 WIB

Reporter :EDQP

Potret saat kegiatan berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BANDUNG - Di awal tahun, HD Sutisno Institute mengundang Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian sebagai narasumber dalam rangka Dialog Kebangsaan. Gelaran yang mengusung tema "Memperkuat Integrasi Dan Karakter Bangsa Dalam Rangka Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan" itu berlangsung pada Selasa, 10 Januari 2023.


Hadir di dalamnya HD Sutisno beserta keluarga, Agung Suryamal (Direktur HD Sutisno Institute), Burhanudin Abdullah (Mantan Gubernur Bank Indonesia), Laksamana Pur. TNI Ade Supandi (Mantan Kepala Staf AL), Letjen Pur. Pol. Nanan Soekarna (Wakapolri), Nu’man Abdul Hakim (Mantan Wagub Jabar), Eka Santosa (Mantan Ketua DPRD Jabar), Perry Tristianto (Pengusaha), Dindin S Maolani (Mantan aktivis advokat), Noery Panji (Ketum AMS), Prof. Dr. Obsatar Sinaga (Rektor Uninus), Amien Soeparmin (mantan anggota DPR-RI dan Waka DPRD Jabar) serta Para Tokoh Sunda, Para Tokoh Budaya, Pimpinan Ormas, Pimpinan Etnis Tionghoa lainnya.


Demi kelancaran acara, Prof. Cecep Darmawan memandu para tokoh serta 80 orang lainnya yang sedang berkumpul di Kediaman HD Sutisno (Tokoh Jabar, Pendiri Pasar Induk Caringin), di Bandung.


Sebagai tuan rumah, Sutisno mengatakan, "Saya harap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi para tokoh atau pimpinan di Jabar khususnya. Saling mempererat persaudaraan serta bersinergi untuk memajukan karakter dan ekonomi Indonesia."




Harapan tersebut sampai di telinga para tokoh Se-Jabar yang turut menyimak paparan dari Sepuh Sunda itu. Oleh karenanya, tanpa berlama lama, Agus segera membuka forum Dialog Kebangsaan itu.


"Seperti yang kita tahu, bahwa karakter bangsa yang kuat tentu tidak akan hadir begitu saja, dan harus kita siapkan bersama. Maka, hari ini saya undang langsung pakar pembangunan karakter yang merupakan sahabat saya juga, yaitu Pak Ary Ginanjar," tutur Agus.


"Saya berharap, Pak Ary bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia di tengah keterbelahan," sambungnya.


Lebih lanjut, "Harapannya setelah sesi dari Pak Ary ini kita bisa saling mempererat harmonisasi, solidaritas tinggi. Mudah mudahan ESQ ini menjadi perekat bagi seluruh bangsa Indonesia baik lintas golongan, lini, komunitas dan lainnya."




Bicara soal keterbelahan yang telah disinggung oleh Agus, maka Ary mengingatkan sebuah kalimat "Tidak berubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah jiwanya"


"Maka bangunlah jiwanya, bangunlah bangsanya (badannya)."


Pria asal Bandung itu meyakinkan para tokoh Jabar bahwa Tuhan sangat dekat dengan kita, Tuhan bersama kita. 


"Untuk itu, nyalakan dulu dan yakini Pancasila yang pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa."


Ary melanjutkan, "Kemudian diingatkan kembali soal apa yang menjadi fokus kita saat ini? Apakah pertemuan ini fokusnya kepada problem atau solusi? Kalau fokus ke problem maka Anda akan pusing. Jadi fokuslah pada solusi dan cari jalan keluar yang positif."




Untuk menambah rasa antusias partisipan yang hadir, Sang motivator ternama ini mengajak warga Jawa Barat senantiasa menggelorakan semangat “Manuk Dadali” (burung Garuda). 


Lagu ciptaan Sambas Mangundikarta ini menunjukkan sikap nasionalisme yang dimiliki warga Jawa Barat. Wujud kebanggaan bangsa terhadap negaranya. Persatuan bangsa dalam kemajemukan dan semangat Bhineka Tunggal Ika. 


Semangat ‘kasundaan’ Jawa Barat telah menginspirasi semangat bangsa dan negara. “Makna terkandung lewat lagu ‘Manuk Dadali’ sarat pesan nasionalisme,” ungkap Ary Ginanjar.


“Bangsa ini memiliki kemauan menjadi negara besar dan sejahtera bangsanya,” sambungnya.


Semangat “kasundaan” Jawa Barat sejatinya dapat memberikan kontribusi terdepan bagi kemajuan bangsa dan negara mendatang.


Bagaimana caranya? Motivator nasional itu mendorong untuk menggelar berbagai “event” yang mengacu kepada pembangunan karakter bangsa.


<more>


Pasca kegiatan, Ary Ginanjar mendapat apresiasi dari Burhanudin Abdullah sembari memberikan iket Sunda kepada Motivator Indonesia sebagai penghargaan. 


"Saya mengapresiasi Pak Ary sebagai narasumber dalam dialog kebangsaan. Yang tentu namanya sudah dikenal banyak orang. Sama halnya dengan saya, yang dari dulu sudah tahu soal ESQ dan trainingnya."


"Saya terkesan dengan apa yang dilakukan oleh pendiri ESQ yaitu Pak Ary. Sungguh mengagumkan bisa bertahan dengan fondasi yang kuat selama 20 tahun lebih secara konsisten," lanjutnya.


Menurutnya, Ary Ginanjar itu selalu melakukan segala upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya karakter dan moral bangsa. Lalu, upaya upaya perubahan secara mental, moral, spiritual.


"Saya turut mendukung upaya upaya atau gerakan ini agar terus dilakukan agar Jawa Barat ke depannya menjadi Provinsi yang lebih maju. Sehingga visi Indonesia emas 2045 akan tercapai."


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA