Senin, H / 02 Februari 2026

Guru BK MTs Se-Indonesia Diberikan Pelatihan Konseling Berbasis AI TalentDNA dari UAG University & ESQ

Kamis 13 Mar 2025 12:24 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pendekatan induktif-kuantitatif dalam pendidikan Islam. Pesan ini disampaikan Menag saat membuka Pelatihan Konseling Berbasis AI TalentDNA bagi Guru Bimbingan Konseling (BK) pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) hari Rabu 12 Maret 2025.

Sebelumnya, Kementerian Agama membuka jalan lebar untuk program Sejuta Pelajar Bertalenta bersama UAG University dan ESQ memberikan pembekalan melalui MGBK MA Nasional (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling Madrasah Aliyah) yang berlangsung pada tanggal 5-6 Maret 2025 di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan.

Menag mengapresiasi pelatihan ini dan berharap metode yang diperkenalkan dapat segera diterapkan secara luas di madrasah-madrasah di seluruh Indonesia.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara dan narasumber atas kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam.



"Semoga ilmu yang dibagikan dalam pelatihan ini menjadi amal jariah yang diberkahi oleh Allah SWT," pungkasnya.

Melalui zoom meeting, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti bahwa metode pembelajaran di madrasah selama ini lebih banyak menggunakan pendekatan deduktif-kualitatif.

Melansir dari laman Kemenag, Prof. Nasaruddin mencontohkan bagaimana dunia modern saat ini lebih berkembang dengan pendekatan induktif, di mana data dan penelitian menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.

"Kelemahan kita selama ini karena terlalu deduktif-kualitatif. Sementara dunia Barat, dunia modern sekarang menuntut kita untuk lebih induktif-kuantitatif. Kita harus mengikuti gelombang sosiologi masyarakat," tambahnya.

Menteri Nasaruddin juga menekankan bahwa tanpa pendekatan induktif yang kuat, umat Islam cenderung menjadi konsumtif, hanya menerima ajaran dari para ulama dan kitab tanpa berusaha memahami dan mengembangkan lebih jauh. Ia mengajak para peserta pelatihan untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran kepada siswa.

Hadir dalam pelatihan ini, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Thobib Al Asyhar memaparkan beberapa permasalahan di madrasah yang harus disoroti. Pertama, penurunan karakter siswa madrasah, seperti kasus yang terjadi belakangan ini, termasuk perundungan.

Kedua, kecenderungan madrasah berorientasi seperti sekolah umum, yang berdampak pada melemahnya ciri khas keislaman. Ketiga belum optimalnya integrasi ilmu agama dan umum dalam proses pembelajaran madrasah sejak dini.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melaksanakan green madrasah. Menjalankan dari instruksi Pak Menteri, yaitu Ekoteologi,. Sehebat apapun pendidikan kalau kita tidak mampu mencegah rusaknya alam berarti pendidikannya gagal. Khususnya bagi para guru untuk memberikan wawasan,” ujarnya.

Turut hadir, Kasubdit Bina GTK, MI, dan MTs Fachrurrozi, dan Jajaran Direktorat GTK Madrasah, Ketua MGBK, MTs Nasional Dwi Atmaja, serta Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayyinah. Lalu hadir langsung Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ/UAG University).

<more>

Kata Ary Ginanjar, lewat program atau pelatihan ini, maka Pendidikan Islam (Pendis) jadi pelopor di Indonesia dengan TalentDNA. Dimana para Guru BK-nya memiliki kemampuan Konseling berbasis Talent Management AI. Sehingga harapannya program ini bisa jadi upaya untuk menghindari dan mengatasi salah jurusan pada anak-anak di Lingkungan MTs.

“Program ini didukung langsung untuk memajukan madrasah se-Indonesia, yang dimana sebagai bentuk tri dharma perguruan tinggi UAG University," ujar Ary Ginanjar.

Pelatihan yang difasilitasi langsung oleh UAG University menghadirkan lebih dari 50 Guru BK secara offline dari berbagai daerah se-Indonesia.

“Saya berbicara di depan sini sebagai Duta Madrasah, yang kembali mengabdi kepada sekolah saya dahulu. 

Melihat dari sekolah saat ini hanya cenderung pada kecerdasan intelektual saja, padahal dari penelitian yang ada 80% kesuksesan yang berhasil itu melalui kecerdasan emosional.  

Dan penelitian berikutnya di tahun 90 ditemukan god spot, bahwa manusia menderita kekeringan dan kehilangan makna apabila dia tidak mengenal 3 pertanyaan siapa kita, dimana kita, dan kemana kita. Yang kita sebut dengan kecerdasan spiritual," tutur Ary Ginanjar.

Sedangkan, yang terjadi saat ini adalah di Indonesia sekolah baru mementingkan kecerdasan intelektual, sehingga situasi masyarakat saat ini adalah 3 orang perhari yang bunuh diri, munculnya kenakalan remaja, hingga korupsi karena tidak ada kecerdasan spiritual dan emosional.

Founder UAG University tersebut melanjutkan, dari tragedi yang terjadi saat ini, Ary Ginanjar menghampiri salah satu menteri yang menjadi jembatan, yaitu Kementerian Agama. Melalui Dirjen Pendidikan Islam, akan digerakkan dalam program Sejuta Pelajar Bertalenta menggunakan AI TalentDNA kepada para pendidik di Madrasah.

“Saya percaya, satu-satunya pendidikan di muka bumi yang berbasis kecerdasan spiritual adalah madrasah. Terlebih dengan jumlah madrasah di Indonesia insyaAllah optimis Indonesia Emas 2045 menjadi kenyataan," harap Ary.

Manfaat TalentDNA untuk Siswa dan Guru BK

Dengan menggunakan TalentDNA, Guru BK tidak lagi mengandalkan cara-cara konvensional dalam memberikan bimbingan, yang biasanya hanya berdasarkan pengamatan umum terhadap siswa.

Sebaliknya, mereka kini memiliki data yang lebih objektif dan terukur mengenai bakat dan kemampuan siswa.

Ini memungkinkan mereka untuk memberikan arahan yang lebih tepat, seperti memilih jalur pendidikan yang sesuai atau karier yang potensial bagi siswa.

Salah satu contoh nyata adalah pengalaman siswa bernama Rafi. Setelah mengikuti tes TalentDNA, Rafi menyadari bahwa dia memiliki bakat di bidang desain grafis.

Hal ini membuatnya lebih yakin untuk fokus pada bidang tersebut dan termotivasi untuk mendalami ilmu desain grafis lebih dalam.

Ini menunjukkan betapa pentingnya pendekatan yang berbasis data untuk membantu siswa menemukan keunggulannya dan memotivasi mereka untuk berkembang.

Dampak TalentDNA

Selain membantu siswa, TalentDNA juga membawa dampak positif bagi para Guru BK itu sendiri.

Dengan adanya data ilmiah yang lebih jelas tentang siswa, Guru BK bisa memberikan konseling yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Mereka tidak lagi hanya menjadi pendengar atau pemberi nasihat umum, tetapi juga menjadi mentor yang dapat memberikan solusi yang lebih terarah dan efektif.

Melansir dari media massa, Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) juga menyatakan bahwa TalentDNA adalah langkah revolusioner dalam dunia pendidikan madrasah, karena bisa mengubah pendekatan bimbingan dari yang sebelumnya lebih generik menjadi lebih personal dan berbasis data.

Rencana Kemenag untuk Perluas Penerapan TalentDNA

Melihat hasil positif yang diperoleh dari penerapan TalentDNA, Kementerian Agama berencana untuk memperluas penggunaan metode ini ke seluruh madrasah di Indonesia.

Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas metode ini dalam membantu siswa menemukan dan mengembangkan potensi terbaik mereka.

Ke Depan: Guru BK Sebagai Mentor yang Lebih Personal Dengan adanya TalentDNA, peran Guru BK semakin penting dan strategis.

Mereka tidak hanya menjadi tempat curhat atau konsultan masalah sosial siswa, tetapi juga mentor yang membantu siswa menemukan bakat dan potensi mereka untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

Dengan pendekatan berbasis data, Guru BK dapat memberikan bimbingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan setiap siswa, membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik dalam memilih jalur pendidikan dan karier yang sesuai dengan potensi mereka.

Secara keseluruhan, TalentDNA membawa revolusi dalam cara pendidikan madrasah dilakukan, menjadikan Guru BK sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga siap menghadapi tantangan hidup dengan bekal yang sesuai dengan potensi terbaik mereka.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA