Senin, H / 02 Februari 2026

Gubernur KDM Bakal Libatkan Masyarakat Tangani Hutan Rusak, Digaji Rp50 Ribu per Hari

Jumat 12 Dec 2025 09:52 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Infomjlk

ESQNews.id, MAJALENGKA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah strategis yang inovatif untuk mengatasi kerusakan hutan yang masif, dengan melibatkan langsung masyarakat lokal dan memberikan insentif upah harian sebesar Rp50.000. 


Program rehabilitasi ini, yang dijadwalkan dimulai pada Desember 2025, bertujuan utama untuk menekan potensi bencana alam akibat kondisi hutan yang kian mengkhawatirkan.


Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, mengumumkan rencana ambisius ini usai menghadiri Peresmian CSR Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Kampung Adat Cipta Rasa, Sukabumi, Senin lalu.


KDM mengungkapkan betapa gentingnya situasi lingkungan di Jawa Barat. “Jawa Barat kondisi hutan yang betul-betul masih hutan kan 20 persen lagi. 80 persen kan dalam keadaan rusak,” ungkapnya.


Untuk mengatasi defisit lingkungan yang mencapai 80% tersebut, Pemda Provinsi Jabar akan melaksanakan penanganan secara bertahap, fokus pada penanaman dan perawatan pohon secara optimal.


Inti dari program ini terletak pada pelibatan masyarakat sebagai garda terdepan. Nantinya, setiap satu hektare hutan yang direhabilitasi akan dikelola oleh dua warga. Tugas mereka adalah menanam dan merawat bibit pohon hingga menjadi kuat dan kokoh.


Yang menarik, KDM menetapkan standar upah harian yang tergolong kompetitif. 


“Mereka mendapat upah dalam setiap hari distandarkan oleh saya, Rp50 ribu. Itu lebih mahal dibanding upah nyangkul di daerah tertentu yang hanya Rp30 ribu,” jelas KDM. 


Alasan di balik upah yang lebih tinggi ini adalah strategi Gubernur untuk memastikan banyaknya rakyat yang terdorong dan dilibatkan dalam pekerjaan mulia ini.


Lebih lanjut, KDM menuturkan bahwa Pemda Jabar akan menggunakan kombinasi jenis pohon yang ditanam. 


Tidak hanya pohon hutan konservasi yang tidak dapat ditebang (seperti beringin), tetapi juga pohon produktif yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.


“Kita tanami pohonnya perpaduan pohon hutan yang tidak bisa ditebang dan pohon produktif, seperti pete, jengkol, nangka sehingga masyarakat dalam jangka panjang mendapat hasilnya,” tutup KDM, menandaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi ganda: menyelamatkan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. [infomjlk]


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA