ESQNews.id, CIBITUNG - Rasanya sudah banyak pejabat pemerintah mengatakan Indonesia adalah negara besar dan luas. Begitu luasnya negara ini, sampai-sampai wilayahnya harus dibagi kedalam tiga zona waktu, barat, tengah dan timur.
Dan luar biasanya lagi, 91 persen wilayah Indonesia adalah pedesaan. Lebih dari 80 ribu desa didirikan dan terus bertambah untuk mengimbangi berbagai keperluan yang terus berkembang.
Perjalanan kami, tim Gerakan Desa EMAS ESQ kali ini adalah mengunjungi Desa Cibitung Wetan di hari Natal 2025 kemarin. Desa Cibitung Wetan terletak di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Desa ini dikenal dengan potensi pertanian, peternakan, seni budaya pencak silat, dan destinasi wisata alam seperti Camping Ground serta program penghijauan untuk memitigasi perubahan iklim.
Kami berdiskusi dengan Kepala Desa setempat. Mendengarkan berbagai tantangan yang dihadapi, sekaligus mencari celah mengembangkan potensi dan keunggulan yang mungkin bisa dikerjasamakan.
Untuk membuktikan potensi yang ada, sebuah obyek wisata kami “satronin”. Dengan kedalaman sekitar 100 meter, menuruni 85 anak tangga yang terjal dan licin, akhirnya tersembul pemandangan yang spektakuler, lengkap dengan air terjun yang mempesona.
“Ini baru satu yang kita datangi. Masih ada tiga lagi yang seperti ini pak”, begitu kata Sekretaris Desa yang akrab mendampingi kami sejak dari kantor desa tadi.
Melalui program “satu desa, satu sarjana”, pak Sekretaris Desa ini berhasil menyabet gelar sarjana hingga tingkat S-2.
“Jadi pak, tidak mungkin kami menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di desa ini sendirian. Diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak, bahu membahu”, begitu kata Kepala Desa yang masih terngiang di telinga.
Saya mengangguk setuju. Tidak mungkin menyelesaikan berbagai tantangan yang begitu banyak membangun negara ini sendirian. Tidak mungkin membangun negara ini hanya dengan mengeluarkan ujaran kebencian tidak berkesudahan.
Karena saya percaya, lontaran ujaran kebencian justru hanya akan merusak mental kita sendiri dan disaat yang sama justru mempertontonkan kekerdilan karakter kita.
"Ayo Bro and Sis….…….. Gerakan Desa EMAS ESQ menunggu kontribusi kita bersama," ujar Gita A. Fadhilla (Sekjen FKA ESQ).



