Senin, H / 02 Februari 2026

Gaya Kepemimpinan Terbaru di Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan, Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Lewat Training Transformational Leadership dari ACT Consulting

Jumat 06 Sep 2024 15:32 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BOGOR - Pelatihan Transformational Leadership dari ACT Consulting International (ESQ Corp) di Mahkamah Agung sudah berjalan selama 2 hari pada tanggal 15 Agustus 2024 dan 21 Agustus 2024 di MA-Corpu Megamendung.


Berkesempatan hadir Dr. Drs. H. Ach. Jufri, S.H., M.H. (Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Diklat Kumdil) untuk membuka training sekaligus memaparkan sambutannya.



Perhelatan selama 2 hari tersebut diikuti sekitar 50 peserta. Mereka dipandu langsung oleh Coach Arief G. Rahman dan Coach Adek Asrizal (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).


"Terimakasih kepada fasilitator ACT Consulting International, sebuah lembaga yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya dalam mengembangkan kompetensi. Kami harap Bapak/Ibu bisa mendapatkan wawasan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan langsung dalam pekerjaan sehari-hari," ucap Ach. Jufri mengawali sesi.


<more>


Ia melanjutkan paparannya bahwa pengembangan kompetensi bagi pegawai BSDK saat ini tuntutan bagi kita semua dalam rangka merespon tidak hanya kebijakan internal, tapi juga kebijakan yang kiranya belum bermanfaat bagi masyarakat Indonesia bahkan kebijakan dari internasional, sekalipun kebijakan itu belum diratifikasi pemerintah.


"Kita harus adaptif menyesuaikan dengan kebijakan baru yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.


Training ini tindak lanjut hasil pengukuran budaya kerja pada Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan MA RI, yang telah dilakukan ACT Consulting International," sambungnya.



Lebih lanjut, "Dan untuk mewujudkan penguatan budaya kerja dan citra institusi untuk menuju pelayanan publik yang lebih baik dari ASN BerAKHLAK. Ini sudah menjadi tuntutan bagi kita semua di mana nilai-nilai yang sudah menjadi nilai utama selaku ASN dan kebijakan pemerintah sebagaimana diatur dalam UU ASN terbaru.


Mau tidak mau kita harus mengimplementasikan nilai BerAKHLAK dalam kehidupan, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat.


Oleh karenanya, pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi dan membangun komitmen pimpinan sebagai role model dan support system utama dalam membangun budaya kerja dan penerapan core value BerAKHLAK."


Mengakhiri sambutannya, Ach. Jufri berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan semangat dan antusias, memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan potensi diri agar kita bisa berkembang menjadi pemimpin yang lebih baik, adaptif dalam menghadapi perubahan.



Diketahui keunggulan Pelatihan Transformational Leadership dari ACT Consulting International untuk Pimpinan Mahkamah Agung bertujuan untuk memperkuat kemampuan para pemimpin dalam menghadapi perubahan dan tetap menjaga integritas di era yang dinamis ini.


Dalam pelatihan ini, para peserta diajak untuk mampu memiliki compassion, menyelaraskan misi dan nilai organisasi, mengenal TalentDNA diri maupun timnya, serta menjadi role model yang mampu mengembangkan tim melalui kemampuan bertanya, menginspirasi dan membangun sinergi tim secara efektif.


"Seorang leader perlu memahami bahwa tidak sebatas kemampuan intelektual (IQ), namun bagaimana meaning purpose atau melibatkan kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ) menjadi fondasi yang harus dikuatkan untuk menemukan makna dan tujuan dalam menjalani peran kepemimpinan di lingkungan organisasi Mahkamah Agung," ujar Coach Arief G. Rahman.



"Training Transformational Leadership Mahkamah Agung bertujuan untuk membentuk pemimpin yang dapat menjadi role model, memahami talenta yang dimiliki secara personal maupun profesional melalui TalentDNA, serta mengedepankan leaders as a coach dalam mensinergikan dan mengembangkan tim," lanjutnya.


Terlihat dari suasana di ruangan tersebut, para peserta antusias dalam mengikuti rangkaian training yang dibawakan oleh trainer.


Terlebih, banyak aktivitas-aktivitas untuk mengenali talenta diri dan tim melalui TalentDNA, roleplay untuk mampu menerapkan leader as a coach dengan komunikasi yang efektif sehingga banyak peserta mendapatkan pengalaman yang mendalam dalam mengikuti kegiatan ini.


Banyak peserta merespon positif mengenai program ini untuk semakin mengenal diri, menambah spirit serta motivasi untuk menjadi pemimpin transformasional yang lebih baik ke depannya bagi Mahkamah Agung secara keseluruhan.



Furqonsjah Harahap, S.H., M.M. katakan, "Dari training ini saya dapat menggali, memaksimalkan potensi sebagai leader melalui TalentDNA. Yang nantinya dapat memaksimalkan komunikasi, berkolaborasi dengan seluruh teman-teman. Harapannya peningkatan SDM lebih efektif untuk pencapaian tujuan organisasi dapat diwujudkan."



Benny Purwanto, S.E., M.M. sampaikan, "Alhamdulillah dari pelatihan ini saya bisa mengeksplor sisi positif dan negatif dari diri saya, mampu men-switch on-off TalentDNA kelebihan/kekurangan saya untuk bisa diterapkan di teman-teman bagian perlengkapan yang ada di bawah saya. Semoga ke depan bisa membuat MA makin jaya."



Saanih, S.E. juga ungkapkan, "Saya sangat terkesan dengan training ini. Dari TalentDNA saya bisa memahami diri saya dan tipe-tipe leadership seperti apa. Sehingga harapannya nanti bisa lebih banyak menyumbang inovasi, membawa nama baik Mahkamah Agung dan kita bisa menjadi generasi Indonesia Emas."


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA