ESQNews.id, BANJARBARU – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 Kabupaten Kota (Seluruh Indonesia) bahkan menembus wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, hingga Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.
Acara bersejarah ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/01/2026).
Sekolah Rakyat adalah gagasan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan kemiskinan dan kelaparan antargenerasi melalui pendidikan gratis berasrama yang mengintegrasikan teknologi pemetaan potensi TalentDNA (TalentDNA Mapping) dan hilirisasi lapangan kerja.
Langkah ini merupakan awal dari misi besar pemerintah untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029 mendatang dengan target menjangkau 500.000 peserta didik dari kalangan masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Semangat perubahan juga disuarakan oleh para pemimpin sekolah di garda terdepan, salah satunya Sri Susanti, Kepala Sekolah Rakyat SRMA 8 Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Ia mengungkapkan betapa besarnya dampak dukungan inovasi teknologi yang dihadirkan oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian terhadap efektivitas manajemen sekolah.
Menurutnya, TalentDNA bukan sekadar alat tes biasa, melainkan instrumen kompas yang mengubah cara guru melihat siswa.
"Kami sangat terbantu dengan adanya program dari Pak Ary Ginanjar. Dengan TalentDNA, kami tidak lagi menebak-nebak potensi siswa.
Teknologi ini sangat mempermudah kami dalam mengarahkan dan membimbing setiap anak sesuai bakat alaminya, membawa mereka menuju masa depan yang jauh lebih baik dan terukur," tambahnya.
Ia juga ungkapkan rasa bahagianya telah dipercaya memimpin institusi ini yang merupakan kehormatan terbesar dalam perjalanan kariernya.
Ia merasa menjadi bagian penting dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
"Menjadi bagian dari program Bapak Presiden adalah kebanggaan luar biasa dalam hidup saya. Di sini, kami benar-benar berperan sebagai agen perubahan yang bekerja langsung untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan," ujar Sri Susanti dengan penuh antusias.
Melalui Sekolah Rakyat, Sri Susanti juga merasakan pengalaman baru yang memperluas wawasannya sebagai pendidik, di mana ia berkesempatan menjalin jejaring dan melihat keberagaman Indonesia, yang pada akhirnya memperkuat dedikasinya untuk memajukan anak bangsa dari wilayahnya di Sumatera Selatan.




