Senin, H / 13 Juli 2026

Dorong Kesadaran Kesehatan Mental, ESQ Gelar Webinar Kupas Tuntas Metode Hipnoterapi untuk Penyembuhan Trauma

Jumat 03 Apr 2026 14:53 WIB

Editor :EDQP

Ilustrasi

Foto: AI

ESQNews.id, JAKARTA – Di balik senyum dan produktivitas sehari-hari, tidak sedikit individu yang menyimpan luka emosional yang belum sepenuhnya selesai.

Tekanan hidup modern, kecemasan berlebih (overthinking), hingga pengalaman masa lalu yang traumatis kerap menjadi beban senyap yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan menjalani kehidupan profesional maupun personalnya.

Meski kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental (mental health) terus meningkat, banyak orang yang ingin pulih dan sembuh (healing) namun masih merasa kebingungan untuk memulai langkah pertama mereka.

Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, Kami Memberi Solusi mendukung penuh penyelenggaraan edukasi publik melalui kelas virtual bertajuk Free Webinar ESQ Talk in Mental Health: “Dari Luka Jadi Kekuatan: ESQ Hypnotherapy for Healing & Helping”.

Acara ini akan menghadirkan sesi eksklusif bersama pakar transformasi diri, Coach Bram G. Wibisono.

Dalam seminar ini, ia akan membedah bagaimana pendekatan metode ESQ Hypnotherapy dapat menjadi solusi efektif untuk membantu proses regulasi emosi, bukan sekadar melupakan memori buruk, melainkan merekonstruksi pengalaman menyakitkan tersebut menjadi sebuah kekuatan baru.

Acara akan diselenggarakan pada Rabu, 8 April 2026 pukul 19.30 – 20.45 WIB secara Online via Zoom Meeting.

Melalui pendekatan hipnoterapi yang terarah dan berbasis ilmiah, kelas interaktif ini dirancang untuk membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai manajemen emosi. Beberapa poin esensial yang akan diulas meliputi:

 1. Identifikasi Akar Masalah: Memahami akar penyebab luka emosional yang terpendam di alam bawah sadar.

 2. Regulasi Pikiran & Emosi: Mengelola respons psikologis terhadap stres dan kecemasan secara lebih sehat.

 3. Reframing Trauma: Mengubah perspektif atas pengalaman masa lalu yang menyakitkan menjadi sumber kekuatan baru.

 4. Resiliensi Diri: Membangun kepribadian yang lebih tenang, sadar (mindful), berdaya, dan siap bertumbuh.

Sebab pada hakikatnya, kesembuhan mental bukan sekadar tentang melupakan apa yang telah terjadi, melainkan bagaimana seseorang mampu berdamai dengan masa lalunya demi menciptakan versi diri yang lebih tangguh di masa depan.

Masyarakat umum, praktisi SDM, maupun individu yang sedang mencari solusi atas tantangan emosional diundang untuk mengambil langkah pertama ini dengan mendaftarkan diri secara gratis melalui tautan di atas.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA