ESQNews.id, JAKARTA - Ditjen Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri gandeng ESQ/ACT Consulting dalam peluncuran Core Values BerAKHLAK pada 28 Oktober 2022 secara offline di Ballrooom Candi Singosari Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta.
Acara lainnya yaitu sekaligus peluncuran portal P3PD dan Evaluasi SDM Profesional P3PD di Daerah. P3PD merupakan kegiatan bersama 4 (empat) Kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDTT, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kemenko PMK dengan tujuan utama yaitu memperkuat kapasitas kelembagaan atau institusi desa untuk memperbaiki kualitas belanja desa.
Hadir di dalamnya para Pejabat yaitu Dr. Yusharto Huntoyungo, M.PD (Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri), TB. Chaerul Dwi Sapta, S.H., M.AP (Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Desa). Serta 200 orang (Kepala Dinas PMD, Tenaga Ahli P3PD Pusat serta ASN Pusat).
"Maksud kegiatan kita hari ini adalah untuk memperkenalkan Core Values BerAKHLAK yang akan berlaku pada seluruh ASN di Indonesia, khususnya lingkup Ditjen Bina Pemdes," tutur Yusharto di atas podium.
Pria yang mengenakan batik itu melanjutkan, "BerAKHLAK telah diresmikan oleh Presiden Jokowi, Pak Ary Ginanjar ikut andil menyebarluaskan dan memastikan BerAKHLAK ini sampai di seluruh ASN Kementerian Lembaga dan lainnya."
Seperti saat ini, memberikan pemahaman tentang program BerAKHLAK pada pelaksanaan rekrutmen tenaga Ahli RMC (Regional Management Consultant).
"Sebelumnya sudah saya informasikan kepada Pak Ary bahwa desa kita cukup banyak yaitu sekitar 74.961 desa. Dan ini harus kita gelorakan kegiatan pembangunan pemberdayaan melalui penyelenggaraan pemerintah selanjutnya."
Harapannya, dengan launching core values BerAKHLAK, bisa menjadi bekal kita semua untuk bekerja dan membina desa.
Ditjen Bina Pemdes Kemendagri turut mengundang narasumber yakni Ary Ginanjar Agustian Founder ESQ Group/ACT Consulting untuk memberikan motivasi serta Penyampaian Materi terkait "Core Values BerAKHLAK."
<more>
Insan Ditjen Bina Pemdes Kemendagri diberikan pemahaman lebih lanjut terkait pelaksanaan core values ASN yang baru yaitu BerAKHLAK. Tujuannya adalah agar terbentuk persamaan persepsi untuk pelaksanaan BerAKHLAK secara real yakni ASN yang Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
"Mengapa ini penting? Teringat Korea yang bangkit karena sebuah desa dengan nama Programnya Saemaul Undong. Saya datang ke Korea untuk mempelajari ini. Dulu, Income per kapitanya 67 US dollar sedangkan sekarang per kapitanya 35ribu US dollar. Pertanyaannya, apa yang membuat mereka berhasil?"
Lebih lanjut, "Park Chung Hee Mantan Presiden Korea Selatan memberikan 2 kunci yaitu Urinara (demi bangsaku). Kemudian programnya disebut Saemaul Undong (25% ekonomi, 25% lingkungan, sedangkan karakter 50%)."
"Dan sekiranya di bawah leadershipnya Pak Dirjen. Maka beliau yang akan menjadi Park Chung Hee dari Indonesia," harap Ary.
Pria yang pernah menjabat jadi ASN selama 7 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya merasa bahagia dengan dicanangkannya BerAKHLAK.
Ia membayangkan jika semua Kepala Daerahnya, Perangkat Desanya memiliki mental yang bagus saat membangun Desa dan membangun Indonesia.
"Saat membangun membangun desa dan membangun Indonesia, selain atap harus ada tiang dan fondasi. Jika atapnya Indonesia adil dan makmur, tiangnya BerAKHLAK dan fondasinya pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika."
Dalam kesempatannya, Tarmizi Abdul Karim, Pj Gubernur Aceh yang juga diamanahi sebagai Korwil ESQ Wilayah Aceh turuy hadir di tengah para pejabat Ditjen Bina Pemdes Kemendagri.
Ary menyatakan dari kacamatanya bahwa Tarmizi yang pernah menjabat sebagai Dirjen PMD Kemendagri periode sebelumnya itu memiliki 3 komitmen (intelektual, emosional, spiritual).
"Cintanya beliau kepada Anda sudah termasuk komitmen emosional atau sepenuh hati. Artinya beliau tak hanya sekedar punya komitmen intelektual yang berorientasi kepada jabatannya saja ketika itu. Melainkan ada komitmen spiritual juga yaitu Pengabdian Kepada Tuhan."