ESQNews.id, BANDUNG - Pada tanggal 30 Oktober 2024, Online by Zoom telah terlaksana Kick oFf AI Talent Management di RSUD Cibabat. Dihadiri oleh dr. Sukwanto Gamalyono (Direktur RSUD Cibabat), Asep Rusyaban (Kabid Keperawatan), Jana Hermawan (Kabag Administrasi Umum), Ellin Simanjuntak (Kasubag Kepegawaian), Yana Kurnia (Analis SDMA).
Kegiatan ini digelar atas kolaborasi antara RSUD Cibabat Bandung dengan ACT Consulting International.
dr. Sukwanto Gamalyono mengatakan, "Kegiatan ini memang bertujuan untuk asesmen dan pemetaan pegawai di RSUD Cibabat. Harapan saya melalui kegiatan ini kita bisa menilai dan membangun kapasitas pegawai di RSUD Cibabat untuk menjadi rumah sakit yang lebih efektif dan efisien."
Selanjutnya, AI Talent Management dipaparkan lebih rinci oleh Putri Pamela (Managing Partner ACT Consulting International) bersama tim.
Talent Management merupakan strategi penting dalam mengelola sumber daya manusia di berbagai sektor, termasuk di rumah sakit. Sering kali, fokus utama rumah sakit adalah pada tenaga kesehatan, seperti dokter dan perawat, yang memegang peran penting dalam pelayanan medis.
Namun peran tenaga non-kesehatan pun tidak kalah penting, seperti bagian administrasi, keuangan, IT, hingga manajemen fasilitas.
"Sayangnya, tidak sedikit rumah sakit yang belum sepenuhnya menerapkan prinsip talent management bagi tenaga non-kesehatan. Hal ini menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian antara bakat yang mereka miliki dan kemambuan individu dengan posisi yang mereka hadapi saat ini, sehingga berdampak kepada kurang optimalnya kinerja yang mereka hasilkan," ujar Pamela.
Pentingnya talent management di sektor non-kesehatan di Rumah Sakit, kata Pamela, tidak dapat diabaikan, karena mereka turut mendukung proses pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
"Dengan menerapkan talent management, management rumah sakit dapat memastikan setiap pegawai non-kesehatan ditempatkan di posisi yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya, sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal.
Maka dari itu, bersama ini kami, ACT Consulting International (ESQ Corp) akan membersamai RSUD Cibabat dalam melakukan pendampingan untuk talent management program bagi tenaga non-kesehatan di lingkungan RSUD Cibabat," sambungnya.
<more>
Di AI Talent Management juga kita bisa mengetahui penempatan talenta (dengan tools AI Talent Finder), pengembangan talenta (dengan Talent Skills), dan pertumbuhan talenta (dengan Talent Coach).
AI Talent Finder adalah solusi penempatan talenta digital berbasis data, dirancang untuk merevolusi cara organisasi dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengalokasikan talenta.
Dengan memanfaatkan AI dan algoritma pembelajaran terbaru, AI Talent Finder memberikan wawasan yang tepat dan personal mengenai potensi individu, memastikan bahwa talenta yang tepat ditempatkan pada peran yang sesuai.
AI Talent Finder bisa mengidentifikasi talenta berbasis data yang real time, kecocokan job fit berdasarkan talenta, dan akurasi dalam mengukur culture fit.
Untuk mengetahui potensi atau talenta unik pada diri seseorang, ACT Consulting (ESQ) punya life tools yang dinamakan TalentDNA.
Jadi, untuk keberlanjutan setelah acara kick off tersebut, Pegawai Administrasi Non Nakes yang berjumlah 500 orang di RSUD Cibabat akan di tes TalentDNA dan akan di mapping menggunakan AI Talent Finder.
Tentang AI Talent Management
Bersumber dari Toggl Blog 2024, mengingat tantangan terbesar manajemen talenta adalah menemukan talenta sangat mahal dan memakan waktu. Proses saat ini untuk mengidentifikasi talenta memerlukan waktu sekitar 8-26 minggu dan biaya hingga $23.860 per karyawan.
Proses yang panjang ini secara signifikan menghambat pengambilan keputusan bisnis yang cepat dan meningkatkan risiko ketidaksesuaian dalam penempatan talenta, baik dari segi job fit maupun culture fit.
Sehingga 70% karyawan meninggalkan perusahaan karena merasa tidak cocok dengan budaya organisasi atau peran mereka. Akibatnya keterlibatan karyawan menurun dan produktivitas berkurang hingga 21%. [Gallup, 2023]
Untuk itu, ACT Consulting International (ESQ) luncurkan AI Talent Management yang bukan hanya sekedar platform tetapi merupakan strategi untuk meningkatkan performa organisasi melalui management talenta yang terintegrasi, real-time, akurat, dan berbasis data.
ACT Consulting International (ESQ) memastikan setiap orang ditempatkan dan dikembangkan dengan tepat untuk hasil yang optimal.
Solusi ini menggabungkan kerangka management talenta holistik dari ESQ dengan teknologi canggih sovereign artificial intelligence NVIDIA milik Lintasarta, menjadi yang pertama dan satu-satunya di Asia untuk menjamin keandalan dan keamanan solusi AI berbasis talenta.
Akurasi tervalidasi secara ilmiah 97,9%, hasilnya real time, waktu pengerjaan 20-40 menit, online (can be done anytime, anywhere), kuisioner dengan spektrum slider.
Dampak talenta terhadap performa dan keterlibatan karyawan yakni organisasi yang menempatkan karyawan berdasarkan talenta alami mereka melaporkan peningkatan kinerja hingga 40% dalam tahun pertama. Dibandingkan dengan peningkatan 25% ketika hanya didasarkan pada CV dan kompetensi teknis. [Korn Ferry, 2024]
Kemudian, organisasi yang berhasil menyelaraskan talenta karyawan dengan nilai-nilai inti organisasi melaporkan peningkatan engagement sebesar 60% dan peningkatan sense of belonging sebesar 55% yang secara langsung memperkuat budaya perusahaan secara keseluruhan. [Mercer, 2024]
Info selengkapnya tentang AI Talent Management atau TalentDNA ada di link berikut ini: https://www.talentdna.me/main-screen