Oleh: Mushlihin
ESQNews.id, LAMONGAN - Saya bersama Kades (Mat Sutikno) dan Sekdes (Heri SB) mendampingi konsultan sekaligus pemborong (Yusuf Sungelebak) di Guo Takerharjo Solokuro Lamongan seluas 700 m² yang akan dijadikan wisata kuliner, Senin (12/8/2024).
Kemudian Kades bermusyawarah dengan pemerintah desa Takerharjo, Senin (23/9/2024). Perangkat desa yang datang yaitu Pak Heri SB, Ali Fuad, Amrozi, Sunzari, Sukarto, dan Irfan.
BPD yang datang yaitu H Supyan, Sumikan, Khozin, Luthfi, Izzuddin, Dayat dan Said. LPM yang datang meliputi Mushlihin, Adnan, Khoirul, Nurhakim, Sulthonan, Imam Ghazali dan Husain. Mereka bersepakat.
<more>
Master plan dibuat oleh M Akbar Amal, ST. Skala 1:200. Guo Takerharjo dalam kurun dua bulan ke depan akan dibangun pintu masuk dan keluar.
Selain itu dibangun monumen (sculpture). Adapula parkir motor dan mobil. Jalan penghubung area kuliner, stasiun layang, arena bermain, gazebo (kecil dan besar), toilet, kantin, area makan, jembatan, tempat wudlu, musala, jembatan, ruang pertemuan dan kios.
Guo Takerharjo dijadikan wisata memiliki beberapa alasan. Pertama tanahnya bersertifikat. Kedua agar tidak didirikan bangunan liar. Ketiga agar tidak dijadikan tempat sampah. Keempat agar produktif.
Lebih dari itu Guo Takerharjo memiliki sumber air untuk mandi. Bahkan konon pernah disinggahi Ronggolawe.