Seseorang yang memiliki penyakit autisme akan mengalami
keterlambatan dalam perkembangan dibandingkan anak yang lainnya.
ESQNews.id, JAKARTA – Autisme yaitu adanya gangguan pada perkembangan bicara (komunikasi), interaksi, minat yang obsesif dan perilaku kepada orang lain. Hal ini dibutuhkan diagnosis medis yang akurat agar segera ditindaklanjuti.
Menurut WHO, 1 dari 160 anak di seluruh dunia terkena penyakit ini. Untuk negara Indonesia sendiri ada kurang lebih 150 kasus dalam setahun. Seperti yang terjadi pada Shailendra anak dari Dian Sastro yang terkena penyakit Autisme.
Kenali beberapa ciri-ciri pada umumnya:
. Adanya rasa kegelisahan
. Perubahan suara
. Gangguan belajar atau keterlambatan bicara pada anak
. Menyakiti diri sendiri
. Depresi
. Pengulangan kata-kata saat berkomunikasi

Pengobatan Autisme menurut dr. Tjin Willy Alodokter.com pada (27/8), yaitu:
- Terapi Komunikasi dan Perilaku (mencakup kemampuan dasar
seperti verbal dan nonverval)
Salah satunya dengan Applied Behavior Analysis (ABA). Membantu penderita yang tadinya bersikap negatif menjadi positif pada segala situasi. - Terapi Keluarga
Mengajarkan para orangtua beserta keluarga bagaimana cara berbicara dan bersikap dengan baik dan benar terhadap penderita. - Obat-obatan
Berguna untuk mengendalikan berbagai gejala yang timbul. Seperti obat antidepresan untuk meredakan depresi, melatonin untuk mengatasi gangguan tidur dan lainnya.




